WORLD BATAK COMMUNITY
*Horas Jala Gabe ma Dihita Saluhutna *Horas Tondi Mandingin Pir ma Tondi Matogu,Sayur Matua Bulung *Horas Banta Haganupan,Habonaran do Bona *Majuah-juah Kita Krina *Njuah-juah Mo Banta Karina*
Sabtu, 13 Juni 2015
LAGU PARNA (POMPARAN NI SI RAJA NAIAMBATON)
Padan ni Raja Naiambatoni
Ima padan nasoboi oseon
Si ingoton ni angka pinomparnai
Diparrohahon mai denggan-denggan
Ditikki mambahen pesta parna i
Tung tarida do sada ni roha
Naso jadi marsiolian parnai
Diparrohahon mai denggan-denggan
REFF:
Naimbaton baima parna
sitokka doi dainang
sitokka doi dainang marsiolian
Ai molo disimalungun parnai
disaragihon ma muse margana
lao muse tu Tano Karo parnai
Dibahen madisi marga Ginting
Ai molo ditano Pakpak parnai
dibahen ma Banurea
lao muse ma da tu selatan parnai
dibahen ma disi Dalimunthe
REFF:
Sadia godang anak ni parna
tung naso jadi doi
tung naso jadi doi marsiolian
Ima padan nasoboi oseon
Si ingoton ni angka pinomparnai
Diparrohahon mai denggan-denggan
Ditikki mambahen pesta parna i
Tung tarida do sada ni roha
Naso jadi marsiolian parnai
Diparrohahon mai denggan-denggan
REFF:
Naimbaton baima parna
sitokka doi dainang
sitokka doi dainang marsiolian
Ai molo disimalungun parnai
disaragihon ma muse margana
lao muse tu Tano Karo parnai
Dibahen madisi marga Ginting
Ai molo ditano Pakpak parnai
dibahen ma Banurea
lao muse ma da tu selatan parnai
dibahen ma disi Dalimunthe
REFF:
Sadia godang anak ni parna
tung naso jadi doi
tung naso jadi doi marsiolian
Rabu, 03 Juni 2015
5 JENIS PERKAWINAN YANG DILARANG DI DALAM ADAT BATAK TOBA
http://worldbatakcommunity.blogspot.com
Dalam perkawinan adat batak toba terdapat 5 jenis perkawinan yang tidak diperbolehkan,artinya jika hal ini dilanggar maka akan mendapat sanksi yang keras dari masyarakat yaitu berupa diusir, dikucilkan atau bahkan pada jaman dahulu kala sanksinga lebih keras lagi.Dan larangan adat ini sampai sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakat batak toba dan selalu diturunkan dari satu generasi kegenarasi berikutnya. Untuk menyiasati hal ini maka masyarakat batak toba mempunyai uppasa yang tujuannya juga untuk terlebih dahulu menanyakan marga atau silsilahnya jika suatu ketika bertemu, terutama untuk kalangan muda/mudi. Uppasa tersebut bunyinya sebagai berikut " Jolo tinitip sanggar baen huru-huruan,jolo sinukkun marga asa binoto
partuturan".
Berikut ada 5 jenis perkawinan yang dilarang dalam adat batak toba :
Namarpandan
Padan sama artinya dengan janji atau ikrar. Namarpadan adalah jani atau ikrar yang sudah ditetapkan oleh marga-marga tertentu pada jaman dahulu yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh keturunannya, dimana antara laki-laki dan perempuan tidak bisa saling menikah yang padan marga. Misalnya marga Hutabarat & Silaban Sitio, Manullang & Panjaitan,Sinambela & Panjaitan dan lain-lain.
Namariboto
Namariboto atau bersaudara laki-laki dan perempuan khusunya oleh marga yang dinyatakan sama sangat dilarang untuk saling menikahi. Sebagai conton dapat kita lihat Persatuan Parna (Parsadaan Naiambaton), ada sebanyak 66 marga yang terdapat dalam persatuan PARNA. Masih ingat dengan legenda Batak “Tungkot Tunggal Panaluan“? Ya, disana diceritakan tentang pantangan bagi orangtua yang memiliki anak “Linduak” kembar laki-laki dan perempuan. Anak “Linduak” adalah aib bagi orang Batak, dan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kedua anak kembar tersebut dipisahkan dan dirahasiakan tentang kebeadaan mereka, agar tidak terjadi perkawinan saudara kandung sendiri.
Dua Punggu Saparihotan
Dua Punggu Saparihotan artinya adalah tidak diperkenankan melangsungkan perkawinan antara saudara abang atau adik laki-laki marga A dengan saudara kakak atau adik perempuan istri dari marga A tersebut. Artinya kakak beradik laki-laki memiliki istri yang ber-kakak/ adik kandung, atau 2 orang kakak beradik kandung memiliki mertua yang sama.
Pariban Na So Boi Olion
Ternyata ada Pariban yang tidak bisa saling menikah. Bagi orang Batak aturan/ ruhut adat Batak ada dua jenis untuk kategori Pariban Na So Boi Olion.
- Pariban kandung hanya dibenarkan “Jadian” atau menikah dengan satu Pariban saja. Misalnya 2 orang laki-laki bersaudara kandung memiliki 5 orang perempuan Pariban kandung, yang dibenarkan untuk dinikahi adalah hanya salah satu dari mereka, tidak bisa keduanya menikahi pariban-paribannya.
- Pariban kandung/ atau tidak yang berasal dari marga anak perempuan dari marga dari ibu dari ibu kandung kita sendiri. Jika ibu yang melahirkan ibu kita ber marga A, perempuan bermarga A baik keluarga
dekat atau tidak, tidak diperbolehkan saling menikah.
Marboru Namboru/ Nioli Anak Ni Tulang
Larangan berikutnya adalah jika laki-laki menikahi boru (anak perempuan ) dari Namboru kandung dan sebaliknya, jika seorang perempuan tidak bisa menikahi anak laki-laki dari tulang kandungnya.
Demikianlah jenis-jenis perkwainan yang dilarang atau ditabukan dalam masyarakat batak toba, sebagai inti dari tulisan ini adalah, agar setiap muda/mudi batak toba agar terlebih dahulu menanyakan marga, boru atau silsilah agar nantinya tidak terlanjur cinta terlebih dahulu, namun begitu mengetahui marga/boru dan asal usulnya maka kemudian akan merasa kecewa, sebab mereka tidak bisa melanjutkan hubungan tersebut.
Dalam perkawinan adat batak toba terdapat 5 jenis perkawinan yang tidak diperbolehkan,artinya jika hal ini dilanggar maka akan mendapat sanksi yang keras dari masyarakat yaitu berupa diusir, dikucilkan atau bahkan pada jaman dahulu kala sanksinga lebih keras lagi.Dan larangan adat ini sampai sekarang masih dipegang teguh oleh masyarakat batak toba dan selalu diturunkan dari satu generasi kegenarasi berikutnya. Untuk menyiasati hal ini maka masyarakat batak toba mempunyai uppasa yang tujuannya juga untuk terlebih dahulu menanyakan marga atau silsilahnya jika suatu ketika bertemu, terutama untuk kalangan muda/mudi. Uppasa tersebut bunyinya sebagai berikut " Jolo tinitip sanggar baen huru-huruan,jolo sinukkun marga asa binoto
partuturan".
Berikut ada 5 jenis perkawinan yang dilarang dalam adat batak toba :
Namarpandan
Padan sama artinya dengan janji atau ikrar. Namarpadan adalah jani atau ikrar yang sudah ditetapkan oleh marga-marga tertentu pada jaman dahulu yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh keturunannya, dimana antara laki-laki dan perempuan tidak bisa saling menikah yang padan marga. Misalnya marga Hutabarat & Silaban Sitio, Manullang & Panjaitan,Sinambela & Panjaitan dan lain-lain.
Namariboto
Namariboto atau bersaudara laki-laki dan perempuan khusunya oleh marga yang dinyatakan sama sangat dilarang untuk saling menikahi. Sebagai conton dapat kita lihat Persatuan Parna (Parsadaan Naiambaton), ada sebanyak 66 marga yang terdapat dalam persatuan PARNA. Masih ingat dengan legenda Batak “Tungkot Tunggal Panaluan“? Ya, disana diceritakan tentang pantangan bagi orangtua yang memiliki anak “Linduak” kembar laki-laki dan perempuan. Anak “Linduak” adalah aib bagi orang Batak, dan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kedua anak kembar tersebut dipisahkan dan dirahasiakan tentang kebeadaan mereka, agar tidak terjadi perkawinan saudara kandung sendiri.
Dua Punggu Saparihotan
Dua Punggu Saparihotan artinya adalah tidak diperkenankan melangsungkan perkawinan antara saudara abang atau adik laki-laki marga A dengan saudara kakak atau adik perempuan istri dari marga A tersebut. Artinya kakak beradik laki-laki memiliki istri yang ber-kakak/ adik kandung, atau 2 orang kakak beradik kandung memiliki mertua yang sama.
Pariban Na So Boi Olion
Ternyata ada Pariban yang tidak bisa saling menikah. Bagi orang Batak aturan/ ruhut adat Batak ada dua jenis untuk kategori Pariban Na So Boi Olion.
- Pariban kandung hanya dibenarkan “Jadian” atau menikah dengan satu Pariban saja. Misalnya 2 orang laki-laki bersaudara kandung memiliki 5 orang perempuan Pariban kandung, yang dibenarkan untuk dinikahi adalah hanya salah satu dari mereka, tidak bisa keduanya menikahi pariban-paribannya.
- Pariban kandung/ atau tidak yang berasal dari marga anak perempuan dari marga dari ibu dari ibu kandung kita sendiri. Jika ibu yang melahirkan ibu kita ber marga A, perempuan bermarga A baik keluarga
dekat atau tidak, tidak diperbolehkan saling menikah.
Marboru Namboru/ Nioli Anak Ni Tulang
Larangan berikutnya adalah jika laki-laki menikahi boru (anak perempuan ) dari Namboru kandung dan sebaliknya, jika seorang perempuan tidak bisa menikahi anak laki-laki dari tulang kandungnya.
Demikianlah jenis-jenis perkwainan yang dilarang atau ditabukan dalam masyarakat batak toba, sebagai inti dari tulisan ini adalah, agar setiap muda/mudi batak toba agar terlebih dahulu menanyakan marga, boru atau silsilah agar nantinya tidak terlanjur cinta terlebih dahulu, namun begitu mengetahui marga/boru dan asal usulnya maka kemudian akan merasa kecewa, sebab mereka tidak bisa melanjutkan hubungan tersebut.
Sabtu, 16 Mei 2015
WHAT IS A NAME ? (MENURUT SUDUT PANDANG BATAK TOBA)
http://worldbatakcommunity.blogspot.com
Mungkin kita pernah mendengar sebuah kalimat dalam bahasa inggris what is a name? (apalah arti sebuah nama), yang mana kalimat ini seakan menganggap bahwa sebuah nama itu hanya sebuah sebutan atau penggilan semata dan tidak memiliki makna lebih dalam.Namun hal ini tidaklah berlaku dalam suku Batak, nama itu menjadi sesuatu yang amat penting yang mana hal ini memiliki banyak makna seperti asal usul dari mana seseorang itu berasal atau silsilah, bisa membawa hal yang baik atau keberuntungan.
Berikut ini daftar beberapa nama khas orang Batak Toba serta artinya.
NAMA UNTUK LAKI-LAKI:
Agam = memikir, menduga, menyangka
Anggiat = semoga, mudah-mudahan, supaya, agar, kiranya,
Anju = berlaku sabar, bersabar hati, toleran, berlapang hati;
Batara = gelar dewa Batak
Benget = tabah, tekun
Binsar = terbit
Bonar = benar, jujur, adil, tulus hati
Bungaran = makmur, meningkat, contoh daerah, perdagangan
Dame = damai
Domu = berkumpul, cocok, kompak, rujuk, temu, rapat, serasi, sesuai
Gabe = jadi, menjadi sesuatu
Gomgom = memerintah, menguasai, mengayomi
Halomoan = yang disukai, kesukaan
Hamonangan = kemenangan
Haposan = percaya, tidak bimbang,
Hobas = siap sedia, menyiapkan
Hotmian = sangat kuat
Ihut = ikut, mengikuti, yang diikuti, teladan
Pangihutan = ikut, mengikuti, yang diikuti, teladan
Ingot = ingat, yang diingat, pengingat
Parningotan = ingat, yang diingat, pengingat
Jogi = bagus, cantik, ganteng, tampan
Lambok = lembut, kelembutan
Lamhot = makin kuat
Linggom = berteduh
Lintong = telaga, kolam yang dalam
Luhut = semua sekalian, berkumpul, bersama, seluruh;
Marasi = menaruh belas kasihan, kasih
Marisi = berisi
Martua = memperoleh sesuatu, beruntung
Maruli = memperoleh sesuatu, beruntung
Monang = menang
Marnaek = naik. mendaki, memanjat
Naek = naik, mendaki, memanjat
Olo = iya, mau
Paima = tunggu, menunggu
Pardamean = perdamaian
Pandapotan = mendapat, menemukan, orang pada siapa seseorang bergantung, pendapatan
Pardomuan = berkumpul, cocok, kompak, rujuk, temu, rapat, serasi, sesuai
Parmonangan = kemenangan
Parlindungan = tempat perlindungan
Parlinggoman = tempat berteduh
Parsaoran = perkumpulan, berkumpul
Parulian = keberuntungan
Pasu = berkat
Patar = mudah terlihat, terang, tidak ada yang tersembunyi, terbuka, transparan, nyata
Patudu = tunjukkan
Pintor = lurus, betul, benar,jujur,
Poltak = terbit
Ruhut = tatanan, kaidah, adat istiadat, tata aturan
Sahala = wibawa, kharisma
Sahat = tiba, sampai
Saor = perkumpulan
Saut = jadi, terjadi
Sihol = rindu
Sintong = benar, tepat
Tigor = lurus, jujur, adil, tulus, pantas, patut
Togap = kuat, kekar, tokoh.
Togar = tegar, segar, bugar, kuat
Togi = ajak, mengajak, mengerahkan, memimpin, menuntun
Tua = dihormati
Tumpak = santunan, sumbangan, bantuan, sokongan, pertolongan, tunjangan;
Tumpal = mahkota, berhiaskan mutu manikan; manumpalhon: menabalkan, melantik
Tupa = lurus, jujur, adil, tulus, pantas, patut
NAMA UNTUK PEREMPUAN:
Dame = damai
Dosma = sama, serupa
Duma = makmur, sejahtera
Hasian = kekasih, tersayang
Hasiholan = yang dirindukan, kerinduan
Hotma = kuatlah, erat
Jojor = teratur
Lamtiar = semakin jernih
Lamtiur = semakin terang, cerah
Rodearma = semakin baik
Rodearni = semakin baik
Roha = hati, jiwa
Roma = datanglah
Romauli = datanglah cantik
Sondang = cahaya, sinar, terang
Tiar = terang, jernih
Tio = jernih
Tiur = terang, cerah, tanpa gangguan
Uli = cantik, elok
Demikianlah nama-nama suku Batak Toba yang kerap kita dengarkan, terutama mereka yang masih bermukim di sekitar bona pasogit yang mana hal ini masih kuat dan tetap dipegang dalam pemberian nama. Meskipun belakangan ini terkadang sudah dicampur dengan nama-nama lain, namun nama-nama seperti diatas masih tetap melekat.
Mungkin kita pernah mendengar sebuah kalimat dalam bahasa inggris what is a name? (apalah arti sebuah nama), yang mana kalimat ini seakan menganggap bahwa sebuah nama itu hanya sebuah sebutan atau penggilan semata dan tidak memiliki makna lebih dalam.Namun hal ini tidaklah berlaku dalam suku Batak, nama itu menjadi sesuatu yang amat penting yang mana hal ini memiliki banyak makna seperti asal usul dari mana seseorang itu berasal atau silsilah, bisa membawa hal yang baik atau keberuntungan.
Berikut ini daftar beberapa nama khas orang Batak Toba serta artinya.
NAMA UNTUK LAKI-LAKI:
Agam = memikir, menduga, menyangka
Anggiat = semoga, mudah-mudahan, supaya, agar, kiranya,
Anju = berlaku sabar, bersabar hati, toleran, berlapang hati;
Batara = gelar dewa Batak
Benget = tabah, tekun
Binsar = terbit
Bonar = benar, jujur, adil, tulus hati
Bungaran = makmur, meningkat, contoh daerah, perdagangan
Dame = damai
Domu = berkumpul, cocok, kompak, rujuk, temu, rapat, serasi, sesuai
Gabe = jadi, menjadi sesuatu
Gomgom = memerintah, menguasai, mengayomi
Halomoan = yang disukai, kesukaan
Hamonangan = kemenangan
Haposan = percaya, tidak bimbang,
Hobas = siap sedia, menyiapkan
Hotmian = sangat kuat
Ihut = ikut, mengikuti, yang diikuti, teladan
Pangihutan = ikut, mengikuti, yang diikuti, teladan
Ingot = ingat, yang diingat, pengingat
Parningotan = ingat, yang diingat, pengingat
Jogi = bagus, cantik, ganteng, tampan
Lambok = lembut, kelembutan
Lamhot = makin kuat
Linggom = berteduh
Lintong = telaga, kolam yang dalam
Luhut = semua sekalian, berkumpul, bersama, seluruh;
Marasi = menaruh belas kasihan, kasih
Marisi = berisi
Martua = memperoleh sesuatu, beruntung
Maruli = memperoleh sesuatu, beruntung
Monang = menang
Marnaek = naik. mendaki, memanjat
Naek = naik, mendaki, memanjat
Olo = iya, mau
Paima = tunggu, menunggu
Pardamean = perdamaian
Pandapotan = mendapat, menemukan, orang pada siapa seseorang bergantung, pendapatan
Pardomuan = berkumpul, cocok, kompak, rujuk, temu, rapat, serasi, sesuai
Parmonangan = kemenangan
Parlindungan = tempat perlindungan
Parlinggoman = tempat berteduh
Parsaoran = perkumpulan, berkumpul
Parulian = keberuntungan
Pasu = berkat
Patar = mudah terlihat, terang, tidak ada yang tersembunyi, terbuka, transparan, nyata
Patudu = tunjukkan
Pintor = lurus, betul, benar,jujur,
Poltak = terbit
Ruhut = tatanan, kaidah, adat istiadat, tata aturan
Sahala = wibawa, kharisma
Sahat = tiba, sampai
Saor = perkumpulan
Saut = jadi, terjadi
Sihol = rindu
Sintong = benar, tepat
Tigor = lurus, jujur, adil, tulus, pantas, patut
Togap = kuat, kekar, tokoh.
Togar = tegar, segar, bugar, kuat
Togi = ajak, mengajak, mengerahkan, memimpin, menuntun
Tua = dihormati
Tumpak = santunan, sumbangan, bantuan, sokongan, pertolongan, tunjangan;
Tumpal = mahkota, berhiaskan mutu manikan; manumpalhon: menabalkan, melantik
Tupa = lurus, jujur, adil, tulus, pantas, patut
NAMA UNTUK PEREMPUAN:
Dame = damai
Dosma = sama, serupa
Duma = makmur, sejahtera
Hasian = kekasih, tersayang
Hasiholan = yang dirindukan, kerinduan
Hotma = kuatlah, erat
Jojor = teratur
Lamtiar = semakin jernih
Lamtiur = semakin terang, cerah
Rodearma = semakin baik
Rodearni = semakin baik
Roha = hati, jiwa
Roma = datanglah
Romauli = datanglah cantik
Sondang = cahaya, sinar, terang
Tiar = terang, jernih
Tio = jernih
Tiur = terang, cerah, tanpa gangguan
Uli = cantik, elok
Demikianlah nama-nama suku Batak Toba yang kerap kita dengarkan, terutama mereka yang masih bermukim di sekitar bona pasogit yang mana hal ini masih kuat dan tetap dipegang dalam pemberian nama. Meskipun belakangan ini terkadang sudah dicampur dengan nama-nama lain, namun nama-nama seperti diatas masih tetap melekat.
Rabu, 06 Mei 2015
FALSAFAH DAN SISTEM KEMASYARAKATAN ORANG BATAK
http://worldbatakcommunity.blogspot.com
Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni yang dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu.
Berikut penyebutan Dalihan Natolu menurut keenam sub suku Batak:
TOBA
Dalihan Na Tolu
• Somba Marhula-hula
• Manat Mardongan Tubu
• Elek Marboru
MANDAILING & ANGKOLA
Dalian Na Tolu
• Hormat Marmora
• Manat Markahanggi
• Elek Maranak Boru
SIMALUNGUN
Tolu Sahundulan
• Martondong Ningon Hormat, Sombah
• Marsanina Ningon Pakkei, Manat
• Marboru Ningon Elek, Pakkei
KARO
Rakut Sitelu
• Nembah Man Kalimbubu
• Mehamat Man Sembuyak
• Nami-nami Man Anak Beru
PAK-PAK
Daliken Sitelu
• Sembah Merkula-kula
• Manat Merdengan Tubuh
• Elek Marberru
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.
Mauliate.
Masyarakat Batak memiliki falsafah, azas sekaligus sebagai struktur dan sistem dalam kemasyarakatannya yakni yang dalam Bahasa Batak Toba disebut Dalihan na Tolu.
Berikut penyebutan Dalihan Natolu menurut keenam sub suku Batak:
TOBA
Dalihan Na Tolu
• Somba Marhula-hula
• Manat Mardongan Tubu
• Elek Marboru
MANDAILING & ANGKOLA
Dalian Na Tolu
• Hormat Marmora
• Manat Markahanggi
• Elek Maranak Boru
SIMALUNGUN
Tolu Sahundulan
• Martondong Ningon Hormat, Sombah
• Marsanina Ningon Pakkei, Manat
• Marboru Ningon Elek, Pakkei
KARO
Rakut Sitelu
• Nembah Man Kalimbubu
• Mehamat Man Sembuyak
• Nami-nami Man Anak Beru
PAK-PAK
Daliken Sitelu
• Sembah Merkula-kula
• Manat Merdengan Tubuh
• Elek Marberru
Namun bukan berarti ada kasta dalam sistem kekerabatan Batak. Sistem kekerabatan Dalihan na Tolu adalah bersifat kontekstual. Sesuai konteksnya, semua masyarakat Batak pasti pernah menjadi Hulahula, juga sebagai Dongan Tubu, juga sebagai Boru. Jadi setiap orang harus menempatkan posisinya secara kontekstual.
Mauliate.

































































































