WORLD BATAK COMMUNITY

*Horas Jala Gabe ma Dihita Saluhutna *Horas Tondi Mandingin Pir ma Tondi Matogu,Sayur Matua Bulung *Horas Banta Haganupan,Habonaran do Bona *Majuah-juah Kita Krina *Njuah-juah Mo Banta Karina*

Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Tentang Batak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Tentang Batak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2016

ARTI KATA HASIAN DALAM BAHASA BATAK

Dalam masyarakat batak kata “Hasian” ini sering diucapkan, terutama mereka yang sedang menjalin sebuah hubungan. Kita katakana saja, mereka yang berpacaran.
Tidak hanya itu, seorang  orang tua juga sering mengatakan kata-kata itu kepada anaknya, yang dikasihi, atau memberi nasihat  kepada anaknya.Orang batak juga sering memakai kata-kata itu merayu seseorang, Ataupun untuk membuat sebuah  lagu, Puisi, selalu kata-kata itu yang paling sering.

Nah.. jika kamu orang batak, pasti sudah mengetahui arti kata itu bukan?
Jangan  pula sudah orang batak tidak tahu artinya.
Karena kebanyakan orang batak yang tinggal di kota, Sudah tidak tahu lagi bahasa daerahnya. Ini saya tidak tahu alasanya mengapa. Apa mereka malu, Atau tidak PD dibilang orang kampung.Kalu saya sendiri sih… Orang bilang Anak kampungan, Saya tidak tahu kenapa orang itu selalu bilang begitu,  Padahal saya sendiri lebih suka gaya kampungan, karena Lebih sopan dari yang alay-alay Okelah.. sekarang  kita bahas saja, seperti  judul  diatas.

Arti  kata hasian Bahasa batak  adalah, Bisa sayang, Cinta.
Jadi  Jika saudara sering mendengar kata itu dengan membaca artikel ini sekarang sudah tahu artinya.

Sebagai orang batak, mendengar lagu, lagu apapun itu saya saya lebih suka mendengar lagu batak.
Atau juga mendengar puisi, Pantun, Saya lebh suka yang dalam bahasa batak.
Ya itulah mungkin karena budaya itu sangat penting. Akan tetapi bukan tidak bisa saya bahasa   yang lainya. Seperti bahasa Indonesia juga lancer kok. Jadi bagi kamu yang tidak tahu bahasa batak, Khususnya orang batak, Mulai sekarang mari belajar  bahasa batak itu. Karena itu adalah sangat penting. Supaya nanti tidak hilang atau punah.Kalau bukan kita yang melestarikanya siapalagi?
Semoga artikel ini bermanfaat.

http://www.sigotom.com

Selasa, 02 Agustus 2016

7 RENCANA BESAR JOKOWI DALAM MEWUJUDKAN DANAU TOBA SEBAGAI "MONACO OF ASIA"

Pemerintahan di era presiden Joko Widodo atau yang lebih akrab disapah pak Jokowi memandang
serius ke arah Sumatera Utara khususnya kawasan sekitar Danau Toba sebagai salah satu aset
negara dengan prospek yang baik untuk kategori lokasi wisata yang patut untuk dikembangkan.
Ya, selama ini perkembangan Danau Toba di era kepemimpinan presiden-presiden sebelum Jokowi
sangat minim perhatian, sehingga yang seharusnya Danau Toba dapat berkembang lebih cepat jadi
sedikit lebih lambat melihat potensi wisata yang ada di Danau Toba itu sendiri, danau, sejarah,
kekhasan suku Batak, dan lain-lain.

Tapi di tangan pemimpin negara ke 7 ini kita sebagai orang suku Batak patut bangga, seiring
pemberitaan yang ada, kawasan objek wisata Danau Toba nantinya akan disulap sebagai salah satu
destinasi wisata terbaik di Asia , bahkan dirancang untuk target tujuan berwisata terbaik di
dunia.Lantas apa-apa saja yang menjadi langkah pemerintahaan Jokowi untuk mencapai tujuan tersebut?,
berikut Beranda Batak mengutip beberapa informasi yang ada mengenai langkah kerja pemerintah
untuk mewujudkan Danau Toba sebagi objek wisata terbaik di dunia nantinya...

1. Pembersihan Lokasi Danau Toba
Melalui Menko Maritim Rizal Ramli menegaskan akan memulai pembersihan Danau Toba dari
pencemaran air yang selama ini kerap dilakukan para nelayan besar maupun kecil dengan
memasukkan pakan ternak sekitar 256 ton setiap bulan. Kegiatan ini dapat membuat air Danau Toba
mengandung racun dan menimbulkan bau tak sedap. Jika terkena air, bisa saja merasakan rasa
gatal diakibatkan sisa pakan yang tidak dimakan oleh ikan para nelayan.
Tapi untuk Anda para nelayan tidak perlu kahwatir, pemerintah berusaha merangkul Anda dengan
memberikan bantuan teknologi seperti Feeding Box sebagai alat untuk meberi makan ikan yang
nantinya dapat mencegah pencemaran air Danau Toba itu sendiri.

2. Optimalisasi Hasil Produksi
Danau Toba berada disekitar 7 kabupaten dan seluruhnya sepakat atas langkah kerja pemerintah
mengoptimalkan hasil produksi yang berada di kawasan Danau Toba, seperti hasil buah-buahan,
sayur-sayuran serta berbagai kuliner makanan yanga nantinya dapat menarik wisatawan untuk
berkunjung ke Danau Toba.

3. Konektivitas dan Infrastruktur
Pemerintah merencanakan akan membangun jalan besar langsung ke Kualanamu. Akses wisatawan
sekarang untuk sampai ke Danau Toba melalui bandara Kualanamu memakan waktu 4 s/d 5 jam, Menub
mewakili pemerintah akan memangkas jarak tempuh ini hingga hanya 1,5 jam saja jika nantinya
jalan besar ini sudah tersedia.
Menhub juga berjanji akan menyediakan 1 feri khusus untuk menyambungkan dari darat ke Samosir.
Perairan antara Tano Ponggol dan Pulau Samosir akan diperdalam agar dapat memudahkan kapal feri
masuk ke Danau Toba. Nantinya akan disediakan juga kapal wisata yang dapat mengantarkan Anda
berkeliling Danau Toba.

4. Penguatan Sisi Sejarah dari Danau Toba
Seperti yang kita ketahui, terbentuknya Danau Toba sudah terjadi sekitar 73.000 s/d 75.000
tahun yang lalu, ada banyak sejarah disini, mulai dari cerita ilmiah terbentuknya Danau Toba
kerana letusan gunung merapi, sampai dengan cerita rakyat yang berkembang, semua ini patut
untuk diperkuat agar menjadi daya tarik sendiri untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.

5. Pembentukan Tim Promosi Danau Toba
Untuk dikenal banyak khalayak luas, Danau Toba membutuhkan promosi dalam bentuk apapun.
Pemerintah bersama hal ini telah membentuk tim khusus promosi Danau Toba. Tim ini yang nantinya
bekerja untuk memperkenalkan Danau Toba ke masyarakat luas seperti memperkenalkan seni yang ada
mencakup atraksi tari-tarian dan seni musik. Jokowi secara khusus juga meminta dibentuknya tim
Marketing Danau Toba untuk memberikan layanan berstandart international.

6. Pembentukan Badan Otorita
Peraturan presiden (perpres) tentang Badan Otorita pengelolahan lokasi wisata Danau Toba telah
diterbitkan. Sayangnya hal ini masih belum dipublikasikan karena masih dalam susunan struktur
kepengurusan. Prakairaan Badan Otorita Danau Toba mulai aktif bekerja di bulan desember 2016.

7. Danau Toba sebagai Lokasi Wisata Paling Keren di Dunia
Pemerintah memang serius menggarap Danau Toba. Destinasi wisata ini dipersiapkan untuk tahun
2019. Menjadi satu dari 10 tujuan alternatif, selain Bali. Langkah-langkah kerja juga sudah
berjalan, tinggal bagaimana semua elemen ikut mendukung rencana besar pemerintah untuk Danau
Toba, tanpa terkecuali masyarakat yang ada disekitar Danau Toba itu sendiri, apalagi orang
batak.

Sumber : http://berandabatak.blogspot.com

Rabu, 13 Juli 2016

RAJA NAINGGOLAN : SIBATAK DARI BELGIA

Masih ingatkah anda dengan gol cantiknya dari luar kotak pinalty pada pesta perhelatan sepakbola EURO 2016 ketika melawan Wales yang merupakan salah satu gol terbaik di EURO 16 di Perancis yang baru saja usai ?. Salah satu gol jadi penentu juga dia lesakkan ketika bertemu dengan Swedia di penyisihan group yang membuat tim Belgia maju ke babak selanjutnya.Namun saat ini kita bukan saatnya membahas EURO 16, namun sedikit menelisik lebih jauh tentang sisi kehidupan si Batak dari Belgia yang satu ini sampai dia bisa sebehat saat ini.


Berikut bio data singkat Raja Nainggolan :

  • Nama Asli : Radja Nainggolan
  • Tanggal Lahir: 04 Mei 1988
  • Tempat Lahir : Antwerpen, Belgia
  • Tinggi Badan : 175 cm
  • Kewarganegaraan :Belgia
  • Ayah : Marius Nainggolan
  • Ibu : Lizi Bogaerd
  • Saudara : Riana (Saudara kembar)
  • Anak-anak : Aysha Nainggolan (perempuan)
  • Zodiac : Taurus
  • Populer Sejak : Menjadi gelandang klub Cagliari (2010)

Diterlantarkan tak lama setelah ia lahir oleh ayahnya yang asal Indonesia, demikian menurut FourFourTwo, pemain lini tengah Roma itu dibesarkan oleh ibu asal Felmish (penduduk Belgia yang berbahasa Belanda), yang bekerja berjam-jam untuk mengatasi utang yang besar dan lingkungan Antwerp yang sulit di mana mereka tinggal.
“Itu tidak mudah bagi saya,” katanya mengakui. Hal ini menjadi lebih sulit lagi ketika ibunya,
Lizi, meninggal pada tahun 2010, tak lama setelah ia menandatangani kontrak permanen dengan
Cagliari.Namun pada saat itu Nainggolan sudah dikenali oleh seorang agen asal Swiss, Alessandro
Beltrami, ketika ia bermain untuk klub lokal Germinal Beerschot, dan dalam waktu singkat pemain
16 tahun itu sedang dalam perjalanan ke klub Serie B Italia, Piacenza.Meskipun sendirian di negara asing ia bertekad untuk berhasil, dan empat tahun kemudian ia diberi kesempatan untuk menguji dirinya di klub Serie A Cagliari, sebagai pinjaman pada awalnya. Dia langsung cocok di Sardinia, dan menyesuaikan diri dengan tantangan yang tersedia baginya di lapangan.

Pada bulan Januari tahun lalu ia menolak tawaran untuk pindah ke Southampton, Juventus dan
Milan untuk bergabung ke Roma.Selang empat tahun kemudian dia menikahi seorang gadis lokal dan memiliki anak sendiri, sambil terus mekar menjadi gelandang bertahan sekaligus gelandang menyerang.
“Ketika saya berpikir kembali ke tempat saya berasal,” katanya dalam sebuah wawancara dengan
Sportweek awal tahun ini, “Saya adalah seorang anak yang benar-benar miskin, dan saya melalui
banyak kesulitan untuk bisa mendapatkan posisi saya sekarang ini.”

Pencoretan namanya dari skuad Belgia yang pergi ke Piala Dunia musim panas lalu sekarang
terlihat seperti sebuah kesalahan, saat kontribusinya mampu mengubah Roma selama dua tahun
terakhir. “Saya masih paham karena saya seharusnya pantas berada di Brasil,” katanya. Penolakan
itu hanya menambahkan bensin ke dalam api yang mendorong dia semakin hebat setiap hari.
Radja Nainggolan berjanji tak akan pernah melupakan adanya darah Indonesia yang mengalir di
dalam tubuhnya. Meskipun separuh berdarah Belgia, pemain yang merumput bersama Cagliari di Liga
Serie A Italia ini akan tetap mengingat garuda di dadanya.
"Saya tidak akan pernah lupa bahwa saya orang Indonesia. Tak akan pernah,'' kata Radja kepada
Republika Online di Jakarta, ketika dia berkunjung ke indonesia.
Lantas, apa mungkin Radja menetap di Indonesia? Ia pun menjawab apapun bisa terjadi di masa
depan. Pemain berusia 25 tahun ini bahkan mengatakan ingin membuat rakyat Indonesia bangga.
"Yang jelas saat ini saya konsentrasi menjalani kehidupan di Eropa. Saya berusaha untuk membuat
rakyat Indonesia bangga,'' ujar pemain berdarah Batak ini.


Meski sejak kecil ditinggal oleh ayahnya yang asli Batak, Radja memastikan tetap akan
mencantumkan nama Nainggolan alias nama belakang ayahnya pada jersey-nya.
"Meski ayah pergi ketika saya masih kecil, tapi dia tetaplah ayah saya. Itu sesuatu hal yanng
tidak bisa saya ubah. Saya senang bisa mencantumkan nama Nainggolan miliknya di jersey. Saya
bangga dengan hal itu," tutur pesepakbola bergaya cuek ini.
Radja mengaku sangat senang berada di Indonesia. Setelah sekian lama, ia akhirnya bisa
mewujudkan mimpi menjejakkan kaki di kampung halaman ayahnya.

Sumber :
http://gilabola.com/berita-bola/italia/berita-bola-radja-nainggolan-diterlantarkan-ayahnya-sejak-kecil/
http://www.wowkeren.com/seleb/radja_nainggolan/profil.html
http://www.republika.co.id/berita/sepakbola/freekick/13/06/27/mp0iux-radja-nainggolan-takkan-pe
rnah-lupa-bahwa-saya-orang-indonesia

PARTUTURON NI HALAK BATAK

Jolo tinittip sanggar  Umbahen huru-huruan, Jolo sinungkun marga Asa binoto partuturan.
Kata ini sering diperdengarkan oleh masayarakat Batak dengan tujuan agar mengetahui peran dan kedudukanya dalam sistem kekerabatan yang berlaku di masyarakat Batak.
Kata tersebut bermakna, kita harus terlebih dahulu menyebut marganya sehingga bisa diambil garis hubungan kekerabatan antara kedua belah pihak.


Setelah menyebutkan marganya, maka akan dapat ditentukan panggilan atau sapaan yang semestinya sesuai dengan adat yang berlaku dimasyakata Batak.
Berikut ini ada beberapa tutur sapa yang sering diucapkan oleh masyarakat Batak Toba :

  • Ale-ale = teman akrab, bisa saja berbeda marga
  • Amang Naposo = anak (lk) abang/adik dari hula-hula kita
  • Amang/ damang/ damang parsinuan =ayah, bapak, sapaan umum menghormati kaum laki-laki
  • Amangbao = suami dari adik/ kakak (pr) (eda) suami kita
  • Amangboru = suami kakak atau adik perempuan dari ayah
  • Amangtua mangulaki = kakek ayah
  • Amangtua = abang dari ayah, suami dari kakak ibu, suami dari pariban ayah yang lebih tua
  • Amanguda = adik laki-laki dari ayah, suami dari adik ibu, suami dari pariban ayah yang lebih muda
  • Amanta/ amanta raja = kaum laki-laki yang biasa dipanggil pada sebuah acara adat
  • Ampara = sapaan umum buat yang se-marga, marhaha-maranggi (abang-adik) untuk yang laki-laki
  • Anakboru = perempuan yang masih gadis atau belum menikah
  • Anggi doli = suami dari anggiboru. Adik (lk) sudah kawin.
  • Anggi = adik kita (lk), adik (pr) boru tulang
  • Anggiboru = isteri adik kita yang laki-laki, istri dari adik yang satu marga
  • Angkang boru = isteri abang satu marga
  • Angkang doli = abang, laki-laki yang lebih tua dari kita yang sudah menikah dan satu marga sesuai tarombo / silsilah
  • Angkangboru mangulaki = namboru ayah dari seorang perempuan
  • Bere = semua anak (lk / pr) dari adik/kakak perempuan
  • Bona niari = tulang dari kakek
  • Bonaniari binsar = tulang dari ayah kakek
  • Bonatulang = tulang dari ayah
  • Boru diampuan = keturunan dari namboru ayah
  • Boru = anak kandung perempuan, semua pihak keluarga dari saudara perempuan
  • Borutubu = semua menantu (lk) / isteri dari satu ompung
  • Dahahang (baoa/ boru) = abang kita atau isterinya
  • Dainang = ibu, sebutan kasih sayang anak kepada ibu, digunakan juga oleh ayah kepada anak perempuannya
  • Dakdanak = anak laki-laki atau perempuan yang masih kecil
  • Damang = ayah, bapak, sebutan kasih sayang dari anak kepada ayah, digunakan juga oleh ibu kepada anaknya sendiri
  • Dolidoli = laki-laki yang masih lajang atau belum menikah
  • Dongan sahuta = kekerabatan akrab karena tinggal dalam satu kampung
  • Dongansapadan = dianggap semarga karena diikat oleh janji atau ikrar
  • Dongantubu = abang/ adik satu marga
  • Eda = kakak atau adik ipar antar perempuan, sapaan awal antara sesama wanita
  • Haha = abang laki-laki
  • Hahadoli = sebutan isteri terhadap abang (kandung) suaminya, abang dari urutan marga
  • Hela = suami anak perempuan kita, menantu laki-laki, bisa juga sebutan untuk suami dari anak perempuan kita yang se-marga dan setarap menurut silsilah marga
  • Hula-hula = keluarga abang/adik (lk) dari isteri
  • Ibebere = keluarga anak (lk/pr) dari pihak perempuan
  • Inang simatua = ibu mertua
  • Inangbao = isteri dari adik/ abang (lk) istri kita
  • Inangnaposo = isteri dari amangnaposo
  • Inangtua mangulaki = nenek ayah
  • Inangtua = isteri dari abang ayah, ada juga inangtua marpariban
  • Inanguda = isteri dari adik ayah, ada juga inanguda marpariban
  • Inanta/ inanta soripada = sebutan penghormatan bagi wanita sudah menikah, kaum ibu yang lebih dihormati dalam acara adat
  • Ito, iboto = kakak atau adik perempuan satu marga, sapaan awal dari laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya, panggilan kita kepada anak perempuan dari namboru
  • Lae = tutur sapa anak laki-laki tulang dengan kita (lk) maupun sebaliknya, tutur sapa awal perkenalan antara dua laki-laki, suami dari kakak atau adik kita sendiri (lk), anak laki-laki dari namboru kita (lk)
  • Maen = anak-gadis dari hula-hula kita
  • Namboru = kakak atau adik ayah kita yang sudah menikah maupun belum
  • Nantulang = isteri dari tulang kita, mertua dari adik kita yang perempuan
  • Nini = sebutan untuk anak dari cucu laki-laki
  • Nono = sebutan untuk anak dari cucu perempuan
  • Ompung boru = nenek, orang tua perempuan dari ayah kita
  • Ompung doli = kakek, orang tua laki-laki dari ayah kita
  • Ompungbao = kakek/nenek dari ibu kita, orangtua dari ibu kandung kita
  • Ondok-ondok = cucu dari cucu laki-laki
  • Pahompu = sebutan untuk semua cucu, anak - anak dari semua anak kita
  • Pamarai = abang atau adik dari suhut utama, orang kedua
  • Paramaan = anak (lk) dari hula-hula
  • Pariban = semua anak perempuan dari pihak tulang kita, abang-adik karena isteri juga kakak-beradik, anak perempuan yang sudah menikah dari pariban mertua perempuan
  • Parumaen = mantu perempuan, isteri dari anak
  • Rorobot, tulangrorobot = tulang isteri (bukan narobot)
  • Simatua boru = mertua perempuan, ibu dari istri
  • Simatua doli = mertua laki-laki, ayah/ bapak dari istri
  • Simolohon / simandokhon = iboto, kakak atau adik laki-laki
  • Suhut = pemilik hajatan kelompok orang yang membuat acara adat
  • Tulang = abang atau adik dari ibu, mertua dari adik kita yang laki-laki
  • Tulang naposo = paraman yang sudah menikah
  • Tulang Ni Hela = tulang dari pengantin laki-laki
  • Tunggane boru, inang siadopan, pardijabunami, = isteri
  • Tunggane doli, amang siadopan, amanta jabunami = suami
  • Tunggane = semua abang dan adik (lk) dari isteri kita, semua anak laki-laki dari tulang
Mauliate, semoga berguna bagi anda yang ingin memperluas wawasan tentang sapaan atau panggilan yang lebih "kerennya" desebut dengan PARTUTURON.

Sumber : Browshing tentang partuturon Batak dari internet




Senin, 04 April 2016

TERNYATA KEBIASAAN "MARNAPURAN" JUGA DITEMUKAN PADA MASYARAKAT TAIWAN.

Masyarakat Batak mempunyai kebiasaan memakan sirih dan buah pinang yang disebut dengan marnapuran. Namun ternyata di masyarakat Taiwan juga kebiasaan ini ditemukan meskipun sedikit ada perbedaan dalam hal penyajiannya. Di Taiwan susur dijual oleh wanita-wanita seksi berpakaian minim. Kalau di Indonesia biasanya kapur sirih dijual di pasar-pasar tradisional, maka di Taiwan perlengkapan untuk makan sirih dijual di pinggir jalan raya. Penjualnya bukan wanita tua bersanggul sederhana, tetapi wanita-wanita bertubuh seksi
yang mengenakan pakaian-pakaian minim.

Para wanita seksi yang berdagang di tepi-tepi jalan raya ini menurut Amusing Planet disebut 'betel nut
beauty'. Selain menjajakan betel nut atau buah pinang, wanita-wanita berbalut pakaian 'mengundang' tersebut
juga menjual rokok. Biasanya mereka duduk di sebuah kios dari ruang kaca terang benderang di pinggir jalan sambil menunggui dagangan atau melinting pinang dengan daun sirih. Penampilan mereka tampak begitu mencolok dengan tank top atau bra yang menonjolkan belahan dada dan bawahan super mini. Wajah mereka pun dipoles riasan sensual.

Tradisi menjual pinang dengan pakaian provokatif ala betel nut beauties ini berawal dari Shuangdong Girls
pada 1960-an. Kala itu Shuangdong girls yang sengaja dipasang untuk menjadi daya tarik pengunjung dalam
Shuangdong Betel Nut Stand di Guoxing, Nantou juga menonjolkan penampilan seksi. Keberhasilan strategi
pemasaran acara ini menjadikan konsep Shuangdong Girls ditiru oleh para pesaingnya.
Dalam waktu singkat muncullah fenomena betel nut beauties. Gadis-gadis ini sengaja dipasang di pinggir jalan
raya untuk menjajakan produk hasil olahan pinang kepada para pengemudi truk, target penjualan utama produk tradisional ini. Kebanyakan dari mereka berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah.

Betel nut beauties sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya perkotaan Taiwan. Kehadiran mereka juga mengundang kontroversi. Sebab betel nut beauties yang mengenakan pakaian sensual di tempat umum seringkali menjadi sasaran pelecehan seksual. Walaupun begitu keberadaan mereka menjadi 'penyegar' bagi para pengemudi yang tengah berusaha membunuh rasa kantuk di tengah jalan raya.

Sumber : http://www.merdeka.com/gaya/di-taiwan-buah-pinang-dan-sirih-pun-dijajakan-cewek-cewek-seksi.html

Selasa, 29 Maret 2016

FILOSOFI DEKKE NA NIARSIK BAGI ORANG BATAK TOBA

Dekke Na Niarsik mengandung filosofi yang cukup dalam bagi masyarakat Batak Toba. Walau sudah menjadi sajian sehari-hari dan dapat ditemukan di restoran atau rumah makan, Na Niarsik juga menjadi bagian penting dalam budaya Batak. Boleh dikatakan merupakan salah satu simbol penting yang harus ada dalam berbagai rangkaian kegiatan adat bagi masyarakat Batak. Rangkaian kegiatan adat itu dimulai dari proses kelahiran, menikah, bahkan hingga kematian. Dalam sejarahnya, dengke dibawa oleh keluarga dari pihak perempuan. Jika anda berasal dari pihak laki-laki, jangan sekali-kali membawa sesajian Dengke Mas Arsik kepada keluarga istri lain. Anda akan dinilai tidak beradat. Tak Tau Adat!!! Orang Batak lebih sakit hati dibilang “ Tidak Tahu Adat!” dibanding “Tidak Punya Agama ”. Adat sangat dijunjung tinggi. Adat dibawa sejak lahir hingga mati. Walau sifatnya sangat simbolis, tapi mempersembahkan dengke kepada pihak boru (perempuan) adalah keharusan. Malah orangtua yang sangat kental memegang tradisi ini selalu membawa dengke saat berkunjung ke rumah anak perempuannya. Walau itu sekedar kunjungan biasa. Saat seorang pihak boru sakit (salah satu anggota keluarga dari saudara perempuan/anak perempuan), maka pihak laki-laki pasti membawa dengke.

Dengke menjadi alas dalam menyampaikan harapan, doa dan mimpi-mimpi . Dengke bisa menjadi media penyampai berkat dari pihak laki-laki (tulang) kepada pihak boru. Dalam adat Batak disebutkan harus somba marhula-hula. Somba artinya menyembah. Tulang/paman menempati posisi yang sangat dihormati dalam tradisi Batak. Posisinya diatas ayah kita sendiri. Dia adalah Tuhan yang terlihat. Jadi ketika dia menyampaikan berkat pada kita maka orang Batak percaya bahwa berkat itu akan sangat kuat mengalasi kehidupannya. Dilihat dari filosofinya, ikan mas merupakan dekke sitio-tio dan dekke simudur-udur. Dekke Sitio-tio menggambarkan kehidupan yang masih murni dan bersih. Ikan mas hidup di air tawar yang bening dan belum tercemar. Oleh karena itu diharapkan orang yang memakan dengke ini hidupnya selalu bersih. Dekke Simudur-udur melambangkan hidup yang selalu harmoni dalam beberapa keturunan. Ikan mas hidupnya selalu bergerombol dan terlihat berenang ramai-ramai secara teratur (marudur-udur).

Kebiasaan hidup ikan mas inilah yang diharapkan akan menjadi kebiasaan bagi keluarga yang diberkati. Hidup bersih dan harmoni dalam masyarakat. Cara menyusun sajian ini juga sangat unik.
Terutama saat dihidangkan dalam tradisi acara Batak. Disajikan bersamaan dengan nasi, kemudian ikan mas
disusun berjajar memanjang dalam sebuah piring untuk disampaikan kepada pihak-pihak yang berhak. Jumlahnya juga tidak sembarang. Dulu disajikan harus ganjil. Tapi sekarang, sudah ada perubahan. Biasanya dalam acara pernikahan, Dengke Mas Arsik disajikan pada pasangan pengantin. Dengke Mas Arsik disampaikan oleh pihak keluarga pengantin perempuan, pihak Tulang/paman (saudara ibu pengantin laki-laki), pihak Tulang/paman (saudara ibu dari pengantin perempuan).

Sumber : http://www.kompasiana.com/siregar-berliana/dengke-na-niarsik-menggelegar-rasanya-menyejukkan-filosofinya_552fd59f6ea834d1408b46e7

Sabtu, 19 Maret 2016

MARMITU SEBAGAI TRADISI BATAK - BERKUMPUL, BERNYANYI DAN MARKOMBUR


Dongan sapartinaonan (O parmitu)
Dongan sapanghilalaan (O lo tutu)
Arsak rap manghalupahon (O parmitu)
Tole ma rap taendehon (Olo tutu)

Sirup ma sirup ma
Dorguk dorgukma
Handit ma galas mi

Lirik lagu Lissoi adalah merupakan sebuah gambaran tentang bagaimana para parmitu (peminum tuak) di suatu lapo tuak (kedai atau warung yang menjual minuman tuak).
Jika anda lewat dari lapo atau warung orang Batak, anda sudah pasti mendengar orang Batak dengan suaranya yang merdu, dipadu dengan gitar atau alat musik lainnya. Mereka rata-rata bisa saling berganti peran, seperti suara tenor, bas, alto dan sopran. Jadi, campuran suara itu akan membuat kita lama-lama betah di dekat warung tersebut.

Dengan menenggap tuak yang masam, sepat, pahit, dan entah rasa apa lagi, menunjukkan konsistensi keberanian menghadapi kehidupan yang penuh cobaan, kebahagian dan sejenisnya. Dengan berkumpul, mencurahkan segala isi hati kepada teman-teman, baik sekedar curahan hati yang biasa-biasa, hingga yang sangat serius. Dan dari topik bercanda, baik dari filsafat, sosial budaya, bahkan hingga politik, sangat biasa menjadi selingan dari marmitu itu sendiri. Dan entah memang kebetulan atau tidaknya, di acara marmitulah sering melahirkan tokoh-tokoh masyarakat besar dari Batak. Baik di dunia tarik suara, maupun di dunia perpolitikan dan dunia lainnya.

Marmitu adalah budaya batak, meski tujannya untuk memperkuat tali persaudaraan dengan cara ngobrol,
bernyanyi, curhat, berlawak serta membahas politik dan lain-lain, namun budaya ini sering dinilai para suku
lain sebagai budaya negatif bahkan dianggap mengganggu lingkungan sekitar, padahal tidak dapat dipungkiri
bahwa budaya inilah salah satunya penyubur bakat orang batak dalam seni musik dan tarik suara serta tempat berlatih dalam hal sosial politik dan budaya. Tradisi marmitu bukan hanya melekat bagi kalangan kaum tua, tapi juga sangat digemari oleh kaum muda. Dan sering dilakukan di akhir pekan. Hal ini mungkin untuk sebagai ajang refreshing mengakhiri kesibukan selama satu pekan dengan memanjakan diri dengan bernyanyi dengan sahabat-sahabat dan mungkin sedikit dibarengi dengan tuak sebagai pelengkapnya.

Memang tidak jarang setelah melakukan marmitu, banyak orang mabuk (kebanyakan minum tuak pula) dan bahkan melakukan tindakan anarkis tapi masih bisa ditoleransi sich. Dan tidak dilakukan secara bersama-sama. Biasanya kalau dalam kelompok tersebut ada 5 orang yang marmitu. Dipastikan satu atau dua orang untuk tetap sadar dengan sedikit minum tuak agar tidak memabukkan. Baik buruknya tradisi marmitu, tradisi tersebut sudah mendarah daging bagi Batak. Dan menjadi sebuah kebanggaan. Karena disanalah kita bisa menunjukkan arti kesetiakawanan.




Jumat, 18 Maret 2016

CERITA MISTIS DAN KESAKTIAN NENEK MOYANG ORANG BATAK

Cerita-cerita mistis dan kesaktian nenek moyang orang batak sangat sering kita dengar baik dari buku-buku legenda tentang batak maupun cerita dari orang-orang tua dulu, masih ingatkan dengan cerita "sipahabang losung". Cerita ini mungkin bisa saja memang benar-benar bisa terjadi pada jaman dulu dimana pada saat itu agama san budaya asing belum masuk ke tanah batak. Namun seiring masuknya agama dan pengaruh-pengaruh  budaya asing maka keyakina terhadap hal-hal mistis itu semakin terkikis dan perlahan-lahan berkurang dan akhirnya nyaris punah. Apalagi di jaman sekarang dengan semakin majunya  ilmu pengetahuan, hal-hal yang berbau mistis itu sepertinya terbantahkan karena tidak bisa dibuktikan secara alamiah  seperti halnya ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ok, kita kembali ke masalah cerita mistis dan kesaktian orang batak yang tadi.
Masyarakat Rumpun Batak, dahulu, menggunakan tulisan hanya untuk:
1. Ilmu Supranatural (Hadatuon)
2. Surat (kebanyakan bentuk surat ancaman)
3. Bagi Orang Karo, simalungun dan Angkola-Mandailing, ada ditemukan karya Sastra berbentuk Ratapan (Orang Karo menyebutnya Bilang-Bilang, Simalungun: Suman-Suman, Angkola-Mandailing: Andung), Karya Sastra berbentuk ratapan ini biasa ditulis pada wadah bambu atau lidi tenun.

Prihal ilmu Supranatural (Hadatuon), dalam Pustaha Laklak bisa kita kelompokkan berbagai Ilmu-Ilmu Supranatural Batak, sbb:
1. Pangulubalang
2. Tunggal Panaluan
3. Pamunu Tanduk
4. Pamodilan/Tembak
5. Gadam
6. Pagar
7. Sarang Timah
8. Simbora
9. Songon
10. Piluk2
11. Tamba Tua
12. Dorma
13. Paranggiron
14. Porsili
15. Ambangan
16. Pamapai Ulu-ulu
17. Ramalan Perbintangan (Pormesa na Sampulu Duwa, Panggorda na Ualu, Pehu na Pitu, Pormamis na Lima, Tajom Burik, Panei na Bolon, Porhalaan, Ari Rojang, Ari na Pitu, Sitiga Bulan, Katika Johor, Pangarambui.
18. Ramalan memakai Binatang (Aji Nangkapiring, Manuk Gantung, Aji Payung, Porbuhitan, Gorak-gorahan Sibarobat.
19. Ramalan Rambu Siporhas, Panambuhi, Pormunian, Partimusan, Hariara masundung di langit, Parsopouan, Tondung, Rasiyan.

Banyak kita temukan ilmu untuk menyerang musuh dan santet. bisa dalam bentuk racun ataupun ilmu lainnya, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Panghulubalang
Panghulubalang adalah washilah yang dijadikan hulubalang Sang Datu (Dukun) untuk menghancurkan musuh dan mahluk gaib lainnya. Seorangg anak kecil diculik, lalu diasuh oleh si Datu. Segala maunya dituruti asal bisa patuh. Pada saat yang ditentukan, kemudian sianak dikorbankan, dengan cara dimasukkan kedalam mulutnya berupa cairan timah yang mendidih. Kemudian mayatnya dipotong-potong dan dicampur dengan beberapa ramuan dan dibiarkan membusuk. Air fermentasi yang keluar dari mayat anak tadi disimpan didalam cawan, lalu sisanya dibakar untuk mendapatkan abunya. Untuk memanggil Sianak yang sudah dikorbankan tadi, disiapkanlah patung. Patung inilah yg disebut Pangulubalang. Patung ini berfungsi untuk penolak bala, sedang datu bisa memanfaatkannya untuk disuruh menyerang musuh, berupa santet.


2. Tunggal Panaluan
Tunggal Panaluan adalah  berupa tongkat sakti yang dimiliki Datu-datu Batak, diyakini bahwa tongkat ini hidup dan bisa disuruh.

3. Pamunu/ Pembunuh Tanduk.
Pamunu/ Pembunuh Tanduk adalah .ilmu yg berfungsi untuk menetralkan ilmu kiriman lawan. bisa juga digunakan untuk menyerang musuh. ini berupa tanduk.

4. Pamodilan/ Tembak
Pamodilan/Tembak adalah ilmu yg digunakan untuk menembak musuh baik dengan menggunakan senjata (bodil) maupun dengan syarat atau tabas-tabas (mantra) tanpa menggunakan senjata.

5. Gadam
Gadam adalah ilmu racun sehingga kulit musuh akan seperti penderita kusta.

6. Pagar (Penolak Bala)
Okultisme Batak ini, dibuat dari berbagai bahan dengan waktu dan cara pembuatannya yg sangat mengikuti prosesi ritual. Biasanya menggunakan ayam, lalu bahan dibawa ke tempat yang dianggap keramat (sombaon, sinumbah). Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk membuat ramuan Pagar ini. Ramuan ditumbuk halus seperti pasta atau bubuk yg disimpan dalam Naga Morsarang (tanduk kerbau yg berukir). “Pagar hami so hona begu so hona aji ni halak”, ini contoh tabas (mantra) yang digunakan. Penggunaan penolak bala ini, biasanya diberikan pada pasien perorangan ataupun kolektif, seperti; Pagar Panganon (Ilmu tolak bala berupa makanan yg wajib dimakan pasien), Pagar Sihuntion (dijunjung atau digantung oleh perempuan hamil), Pagar ni halang ulu modom ( Digantung didekat tempat tidur org yg sakit), Pagar Sada bagas (Tolak bala sekeluarga), Pagar Sada huta (Ruwatan Kampung).

7. Azimat
Azimat, dulu Orang Batak akan lebih ‘pede’ jika pakai jimat. Simbora adalah azimat asli Batak yang terbuat dari timah hitam. Selain itu, kita temukan juga azimat dari gigi binatang; seperti harimau, beruang. Ada juga jimat agar tidak mempan peluru yg biasa terbuat dari tulang kerbau yg dirajahi; azimat ini disebut Sarang Bodil atau Sarang Tima.

8. Songon/Pohung/Piluk-piluk
Songon/Pohung/Piluk-piluk adalah sejenis patung (gana-gana) yang diletakkan di ladang untuk melindungi dari pencuri. “Surung ma ho Batara Pangulubalang ni pohungku, ama ni pungpung jari-jari, ina ni pungpung jari-jari, Batara si pungpung jari. Surung pamungpung ma jari-jari ni sitangko sinuanku onon, surung bunu”, ini adalah mantra (tabas) Pohung agar pencuri menjadi lumpuh jari-jarinya, bahkan mati.

Tukkot Tunggal Panaluan & Pinggan yg biasa dipergunakan leluhur Batak untuk wadah makanan adat atau kepentingan hadatuon; memang banyak yg sudah beralih tangan ke pihak luar. bukan itu saja, pustaha laklak juga banyak beralih tangan kepemilikannya.Demikianlah cerita-cerita mistis dan juga kesaktian leluhur orang Batak. Pada jaman modern sekarang ini sudah sulit dijumpai, yang diakibatkan pleh semakin majunya pemikiran manusia dan semakin derasnya arus moderenisasi hingga generasi muda sekarang sudah banyak yang tidak mempercayainya atau bahkan meninggalkannya.


Kamis, 10 Maret 2016

"AMAZING" TEMPAT WISATA SUMATERA UTARA

Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi di indonesia yang berada di ujung sumatera ternyata memiliki segudang tempat wisata atau dengan kata lain menjadi surga bagi penikmat wisata. Beberapa tempat wisata di propinsi sumatera utara bukan hanya dikunjungi oleh wisatawan nusantara namun juga wisatawan manca negara. Berikut sejumlah tempat wisata  di propinsi sumatera utara yang cukup menarik "amazing" untuk dikunjungi.

1. Pulau Samosir
Pulau samosir, siapa yang tidak pernah mendengar nama pulau ini lagi. Pulau yang besar di tengah Danau toba ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia dan Dunia. Pulau samosir memang memiliki keindahan alam yang memukau, pulau ini juga memiliki daya tarik yang cukup tinggi, selain karena letaknya di tengah danau toba dan memiliki panorama alam yang sangat indah, pulau ini juga sarat dengan cerita-cerita kuno atau dongeng masyarakat yang terkait dari terjadinya pulau ini, dipadukan lagi dengan ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa pulau samosir terjadi karena letusan super volcano pada beberapa ratusan tahun yang lalu semakin membuat rasa penasaran banyak orang dari berbagai negara di dunia untuk datang dan menginjakkan kakinya di pulau ini.

2. Danau Toba
Danau Toba adalah danau yang paling terkenal di Indonesia karena ukurannya yang besar dan keunikan yang berupa adanya sebuah pulau di tengah Danau Toba. Dengan panjang sekitar 100 KM dan lebar sektiar 30 KM, Danau Toba adalah danau vulkanik yang terbesar di Asia Tenggara. Danau Toba adalah tempat wisata di Sumatera Utara yang paling terkenal, sehingga tidak perlu kuatir apabila anda ingin menginap di Danau Toba karena di sepanjang tepian Danau Toba banyak terdapat penginapan.

3. Danau Lau Kawar
Indonesia banyak memiliki gunung api yang masih aktif sampai sekarang, yaitu sekitar 100 gunung api yang masih aktif, seperti yang baru-baru saja terjadi salah satunya adalah meletusnya Gunung Sinabung pada Februari 2014 lalu yang banyak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi, dibalik meletusnya Gunung Sinabung tersebut terdapat sebuah danau dengan pesonanya yang indah, yaitu Danau Lau Kawar. Danau Lau Kawar itu sendiri terletak di kawasan ekosistem Leuser di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

4. Danau Linting

Berkunjung ke Medan, Sumatera Utara, pasti akan membuat Anda untuk menempatkan Danau Toba sebagai destinasi wisata Anda yang paling utama. Hal itu tidak bisa dipungkiri, sebab Danau Toba merupakan danau terbesar yang berada di Benua Asia. Kali ini, kami akan menggeser sedikit agenda Anda dengan memberitahu salah satu lokasi wisata yang tidak kalah hebatnya, yaitu Danau Linting. Jika Anda belum pernah mendengar satu hal apapun tentang danau yang satu ini

5. Aek Sijornih
Aek Sijornih mungkin kurang populer di telinga wisatawan karena memang tempat ini kurang diperhatikan pemerintah. Aek Sijornih adalah sebuah tempat wisata di Sumatera Utara berupa air terjun. Aek Sijornih adalah sebuah nama dari bahasa batak yang mempunyai arti air jernih. Berlokasi di Desa Aek Libung, Aek Sijornih terdiri dari dua buah air terjun berukuran kecil yang melewati tebing miring dengan kandungan kapur.





6. Tangkahan

Tangkahan merupakan kawasan yang termasuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Dengan bentuk tanah berbukit, hutan tropis yang rindang, dan suasana yang sejuk, Tangkahan sangatlah cocok untuk pecinta wisata alam. Kegiatan yang dapat anda lakukan di Tangkahan adalah berenang, trekking, menaiki gajah, masuk goa kelelawar, bermain di air terjun, dan lain-lain.


7. Air Terjun Sibolangit
Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit mempunyai keunikan tersendiri apabila dibandingkan dengan air terjun lainnya, yaitu air terjun ini memiliki 2 warna. Dengan ketinggian sektiar 100 meter, Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit mempunyai warna putih ke abuan dan biru muda karena kandungan fosfor dan belerang yang dimilikinya. Untuk dapat mencapai lokasi Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit, anda akan melewati hutan jadi persiapkan diri anda sebelumnya. Apabila takut tersesat, anda dapat menyewa pemandu jalan.

8. Danau Siombak
Danau Siombak adalah danau seluas kira-kira 40 hektar yang terletak di Kelurahan Paya Pasir, Medan, Sumatera Utara. Danau Siombak adalah lokasi akhir pekan favorit warga Medan, terutama bagi mereka yang ingin bersantai sambil memancing. Selain itu terdapat juga kawasan bermain anak-anak hingga berbagai jenis permainan air sehingga Danau Siombak sangat cocok untuk tempat wisata akhir pekan warga Medan dan sekitarnya. Jarang ada wisatawan asing yang datang ke Danau Siombak.


9. Pantai Lagundri dan Sorake
Pantai Lagundri dan Pantai Sorake adalah pantai yang masih berada dalam 1 garis pantai di Kecamatan Teluk Dalam, Nias Selatan, Sumatera Utara. Kedua pantai ini sangatlah terkenal di dunia karena ombaknya yang besar dan sangat disukai para peselancar dari berbagai belahan dunia. Bila anda tidak dapat berselancar, tidak perlu kuatir karena di kedua pantai ini banyak terdapat pelatih selancar. Selain itu ada puluhan penginapan di sepanjang pantai sehingga anda tidak perlu kuatir kesulitan mendapat penginapan.

10. Air Terjun Sigura-gura
Berlokasi di Kabupaten Toba Samosir, Air Terjun Sigura-gura adalah air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 250 meter. Karena letaknya yang dekat dengan Danau Toba, banyak sekali wisatawan yang datang ke tempat ini, mereka menyempatkan diri berkunjung ke air terjun tertinggi di Indonesia ini bersamaan dengan mengunjungi Danau Toba. Selain wisatawan dalam negeri, Air Terjun Sigura-gura juga banyak mendapat pengunjung dari luar negeri.


11. Huta Siallagan
Memasuki Huta Siallagan, anda akan melihat pemandangan yang umum di Tanah Batak yakni deretan rumah bolon dan sopo. Istimewanya, di sini terdapat deretan batu berbentuk kursi yang tersusun melingkari meja batu. Tempat ini dinamakan Batu Parsidangan. Letaknya persis di tengah kampung, tepatnya di bawah pohon hariara yang memiliki akar melilit. Pohon suci seperti ini biasanya ditanam di perkampungan Batak. Adapun Batu Parsidangan ini berada di 2 lokasi. Yang pertama tertata rapi dengan posisi melingkar di bawah pohon dan berfungsi sebagai tempat rapat, dimana rangkaian batunya meliputi kursi raja dan permaisuri, kursi tetua adat, kursi raja untuk undangan dan huta tetangga, dan kursi untuk pemilik ilmu kebatinan. Sedangkan Batu Parsidangan kedua berfungsi sebagai tempat eksekusi, dimana rangkaian batunya tidak begitu berbeda dengan Batu Parsidangan pertama, hanya ditambahkan sebuah batu besar memanjang sebagai tempat pembaringan terdakwa untuk kemudian dipenggal kepalanya.

12. Bukit Lawang
Bukit Lawang menjadi atraksi wisata lain yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Bukit Lawang merupakan tempat konservasi salah satu satu jenis primata asli Indonesia yang kini keberadaannya hampir punah, Orang Utan. Tak perlu heran jika tempat ini sangat identik dengan maskot Orang Utan yang sangat lucu dan menggemaskan. Ada sekitar 500 Orang Utan yang hidup bebas di taman konservasi ini. Kawasan Bukit Lawang ini tidak hanya terkenal dengan satwa Orang Utan saja, melainkan ada beberapa objek wisata lainnya yang tak boleh terlewatkan. Sebut saja Taman Nasional Gunung Lauser. Taman nasional ini sebagian besar kawasannya berupa hutan hujan tropis. Di dalamnya terdapat danau-danau, air terjun alami, sungai, dan sumber air panas. Belum lagi kekayaan hayatinya. Ada begitu banyak satwa liar hidup di hutan tropis di kawasan Taman Nasional Lauser ini. Sebut saja Badak Sumatera, Rusa Sambar, Gajah Sumatera, dan kambing hutan.

13. Gunung Sibayak
Gunung Sibayak menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Penduduk lokal menyebut gunung ini dengan nama Gunung Raja karena kata ‘Sibayak’ dalam bahasa lokal masyarakat Karo berarti ‘raja’. Gunung besar ini tergolong gunung aktif. Dari puncak gunung, gumpalan asap mengepul hingga 2 km tingginya. Asap ini berasal dari panas bumi. Pemerintah setempat memanfaatkan energi panas bumi ini sebagai sumber listrik bertenaga uap. Kini di Kabupaten Karo terdapat pusat tenaga listrik tenaga uap. Lokasi gunung yang memiliki ketiggian 2.094 m di atas permukaan laut ini berada di Desa Sibayak. Gunung berapi ini menjadi tempat favorit bagi para pecinta alam yang hobi naik gunung. Sudah banyak rombongan pendaki yang ‘mencicipi’ keindahan alam Gunung Sibayak ini.

14. Cagar Alam Sibolangit
Dibalik keramaian dan padatnya Kota Medan, ternyata terdapat tempat lokasi wisata yang masih asri dan hijau. Lokasi wisata tersebut adalah Cagar Alam Sibolangit yang terletak di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Akses untuk menuju lokasi sangat mudah, jarak tempuh dari Kota Medan ke lokasi wisata adalah sekitar 40 Km yang dapat di tempuh oleh kendaraan umum, pribadi atau sewaan dengan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.

  15. Air terjun Bukit Janji
 Danau toba terkenal dengan keindahan alamnya, panorama alam yang dimiliki danau terluas nomor 2 di dunia ini ternyata tidak hanya sekedar panorama alam danau dan perbukitan yang mengelilinginya saja. Namun di beberapa lokasi di tepian danau toba, terdapat spot-spot wisata yang begitu indah dan menarik untuk di kunjungi seperti Air Terjun Janji yang berada di Kecamatan Bakti Raja kabupaten Humbang Hasundutan.

16. Sipinsur
Sipinsur merupakan salah satu tempat wisata paling populer dari Kabupaten Humbang Hasundutan. Di tempat wisata yang boleh dikatakan masih hanya dikenal oleh masyarakat sekitar ini memberikan pemandangan alam yang sangat indah kepada setiap pengunjungnya. Tempat wisata sipinsur ini memiliki luas sekitar 2 Hektar dan dengan ketinggian sekitar 1213 dpl. Dari Sini pemandangan danau toba jelas terlihat dengan sangat luas dan indah. Di kejauhan terlihat pulau samosir yang memanjang ditengah danau toba, sementara itu tepat di bawah lokasi wisata ini terlihat kota muara dan pulau sibandang.

18. Menara Tele
Menikmati pemandangan alam Pulau Samosir lengkap dengan Danau Toba memang bisa kita lakukan dari berbagai sudut pandang yang ada dari sekitar danau toba, ada banyak spot wisata disekitar danau terbesar di asia ini yang menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, dan salah satu pemandangan yang sangat indah bisa kita nikmati dari Menara Pandang Tele.



19. Pantai Pandan Sibolga
Boleh dikatakan pantai menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia bahkan Dunia. Di Indonesia sendiri memang sangat banyak wisata pantai yang bisa ditemukan, dan masing-masing pantai tersebut memiliki daya tarik yang berbeda-beda. Tentu hal ini juga didukung dengan letak Indonesia yang merupakan negara Kepulauan. Sehingga tidak heran pantai yang indah banyak di temukan.


20. Bukit Gundaling
Bukit Gundaling juga tak kalah indahnya dengan objek wisata Bukit Lawang dan Gunung Sibayak yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Objek wisata yang satu ini merupakan objek wisata alam yang terletak di pinggir Kota Berastagi. Jarak yang perlu ditempuh untuk bisa sampai di objek wisata ini dari Kota Medan sekitar 60 km. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum seperti bus dengan tujuan Kota Berastagi. Keindahan alamnya mampu menarik hati banyak wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata ini. Tak hanya dari kalangan wisatawan domestik saja, banyak juga wisatawan mancanegara yang terlihat sedang menikmati liburan di Bukit Gundaling ini. Salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung kesini adalah pemandangan sunset dan sunrise indah di tempat ini. Fenomena alam harian ini mampu menjadikan tempat ini menjadi tempat terfavorit untuk menyaksikan detik-detik matahari tenggelam dan matahari terbit.

21. Air Terjun Sipiso-piso
Air Terjun Sipiso-piso, merupakan salah satu obyek wisata yang cukup populer dari Sumatera Utara selain Danau Toba dan Salib Kasih Tarutung, air terjun ini memiliki keindahan yang bisa memberikan decak kagum kepada setiap pengunjungnya. Uniknya, jika anda selama ini menikmati keindahan air terjun dari bawah, jika dengan air terjun sipiso-piso maka anda akan melihat air yang terjatuh dari atas kebawah atau menikmati keindahannya dari atas bukit. Aliran air yang besar datang dari arah pegunungan dan seperti terjebak di tepian jurang, aliran air itu terjatuh dan menghembas tanah di bawah jurang dengan ketinggian kira-kira 120 meter. Dari kejauhan air terjun yang tertumpah ini terlihat seperti bilah-bilah pisau yang tajam, dan inilah asal muasal nama air tejrun ini, Sipiso-piso. Sementara di bawah, seperti sedang terjadi kabut padahal itu adalah percikan air yang melayang di udara, tidak jarang, tepat di titik jatuhnya air terlihat seperti ada lingkaran warna pelangi. Hal ini tentunya membuat para pengunjung semakin menikmati pemandangan yang ada di depan mata. Sementara itu, dari kejauhan terdengar suara dari hempasan air yang cukup keras, bergemuruh dan seperti meronta kesakitan karena terjatuh dari ketinggian itu.

22. Salib Kasih Tarutung
Berkunjung ke Sumatera utara memang sangat tidak membosankan,keindahan alam disana masih sangat lestari jika dibandingkan dengan provinsi lain di indonesia,dengan suhu yang dingin,tak heran membuat wilayah Sumatera Utara menjadi salah satu tempat destinasi yang banyak dikunjungi wisata mancanegara,banyak orang bule(sebutan wisatawan luar negeri) bahkan sampai tinggal diSumatera Utara,mereka kebanyakan mengagumi wisata Danau toba dan salib Kasih.


23. Taman Wisata Iman Dairi
Wisata Rohani Taman WIsata Iman, Sitinjo, Dairi. Indonesia adalah negara yang plural. Itulah sebabnya dibuatlah semboyan Bhinneka Tunggal Ika untuk mempersatukan perbedaan tersebut. Selain di Bukit Kasih Manado yang menonjolkan kerukunan antar umat beragama lewat kehadiran lima tempat ibadah dari masing-masing agama, di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia juga terdapat tempat wisata religi yang menonjolkan hal yang sama yaitu Taman Wisata Iman. Taman religius ini berada di Bukit Sitinjo, Kabupaten Dairi, berjarak sekitar 154 km dari Kota Medan, Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke Taman Wisata Iman ini. Sesuai dengan namanya, tujuan wisata satu ini merupakan tujuan wisata religi kelima agama yang diakui di Indonesia.

24. Museum TB Silalahi
Bagi anda yang ingin mengenal lebih dekat bagaimana budaya Batak, cobalah mengunjungi Museum Batak Balige yang berlokasi di Jl. Pagar Batu 88 Balige, Sumatera Utara atau lebih tepatnya di dalam Komplek TB Silalahi Center, Desa Soposurung. Dengan berlokasi di pinggiran Danau Toba, Komplek TB Silalahi menghadirkan pemandangan yang begitu memikat. Terdiri dari 3 lantai, museum ini dirancang dengan desain interior modern yang dibalut oleh ukiran gorga. Di lantai 2 dan 3 gedung, anda bisa menyaksikan kekayaan alam Sumatera Utara berupa Danau Toba dan lanskap Balige yang terlihat jelas.

25. Hill Park Sibolangit
Berlokasi di Desa Suka Makmur Sibolangit, Deli Serdang, Hillpark Sibolangit adalah sebuah taman rekreasi yang mempunyai banyak jenis permainan. Mirip dengan Dufan di Jakarta, Hillpark Sibolangit adalah salah satu taman permainan yang terbesar di Sumatera dengan luas sekitar 20 hektar. Sesuai dengan namanya, Hillpark Sibolangit berada di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian sekitar 550 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki udara yang lumayan sejuk.


MANGALUA DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA

Kata-kata mangalua tentunya tidak asing lagi ditelinga kita, terutama dalam pemuda-pemudi Batak. Karena bayang-bayang itu tentunya sangat dekat dalam kehidupannya saat itu.
Pengertian secara leksikal berarti melaksanakan kegiatan membawa lari atau melarikan. Secara konseptual berarti sepasang muda-mudi yang kawin dengan cara di luar prosedur perkawinan ideal karena satu atau beberapa hal, seperti karena masalah ekonomi (masalah pembayar sinamot yang kurang), masalah social (perbedaan status ditengah kehidupan masayarakat) ataupun masalah yang lainnya.Dalam hal ini berarti kawin tanpa melalui prosedur pembayaran sinamot terlebih dahulu. Dalam mangalua ini seakan adat dalah soal belakang, yang penting adalah mereka kawin dulu.

Adat Batak menganggap bahwa perkawinan mangalua ini bahwa si pemuda mengandalkan kekuatan, mengabaikan hukum (pajojo gogo), papudi uhum. Biasanya si perempuan tidak akan mau berlama-lama dalam situasi mangalua ini (dalam situasi belum diadatkan atau mangadati), karena perkawinan ini belum kuat adanya, sehinga kalaupun dia diceraikan tidak akan ada pihak yang dapat mempertahankanya atau menanggungjawabinya.

Dalam pelaksanaan mangalua ini ada dua cara yang dikenal yaitu:
  1. Kedua calon pengantin yang mangalua atau ditemani oleh satu atau dua orang yang bertindak sebagai pihak ketiga, demi menjaga kehormatan kedua calaon pengantin.Sebagai langkah pertama mereka pegi kerumah salah satu keluaraga pengetua atau terpercaya, dan dirumah tersebut calon pengantin perempuan dititipkan. Berikutnya laporan kepada orangtua, pengetua adapt atau pemimpin agama minta pemberkataan atau restu.
  2. Perempuan itu langsung dibawa oleh si pria kerumahnya tanpa lebih dulu diberkati atau direstui. Perkawinan seperti ini disebut juga marbagas roha-roha (berumah tangga sesuka hati). Namun perkawinan telah terjadi, kewajiban atau pertanggungjawaban adat wajib dilaksanakan di kemudian hari.
Dalam perkawinan mangalua ini tentu ada cara yang lazim dilakukan oleh pelaku-pelakunya. Sepasang muda-mudi memutuskan untuk melaksanakan kawin lari ketika mereka berpacaran karena melihat berbagai hal yang akan menghambat mereka untu kadapt hidup bersama. Yang sering terjadi bahwa keluarga si lelaki yang memegang peranan dalam pelaksanaan mangalua ini, sedangkan pihak perempuan tidak tahu sama sekali. Ada juga kasus mangalua dimana kedua belah pihak keluarga mengetahui dan memberi ijin untuk melkasnakan hal tersebut, karena memang cara itulah yang dianggap tepat pada saat itu agar perkawinan tetap bisa dilaksanakan.

Dalam mangalua ini si perempuan pergi meninggalkan oranng tuanya, mengikuti kekasihnya untuk melaksanakan perkawinan. Biasanya siperempuan langsung dibawa kerumah pemuka agama yang berda di lingkungan tempat tinggal keluarga pihak laki-laki. Tetapi ada juga terjadi dimana pasangan itu lari meninggalkan orang tuanya masing-masing dan pergi kesuatu tempat lain apabila keluarga kedua belah pihak betul-betul tidak ada yang setuju. Sesudah sekian lama berumah tangga mereka akan kembali untuk meminta maaf dan melaksanakan adat perkawinan secara penuh.

Dahulu kala bila seorang perempuan akan mangalua, maka sebagai tandanya dia kaan meletakkan daun sirih di dalam lemari pakaianya., sebagai pengganti dirinya yang hilang atau yang telah pergi. Sekarang hal tersebut telah digantikan dengan meninggalkan sepucuk surat sehingga keluarga perempuan dapat mengetahui bahwa anak gadisnya telah mangalua.Setelah mereka mangalua dan menetap di suatu tempat, maka adat menuntut agar prosedur selanjutnya dilaksanakan, yakni segera setelah kawin dating kerumah orangtua si perempuan untuk memberitahukan bahwa anak mereka telah menjadi paniaran (menjadi salah satu keluarga mereka), dimana kegiatan ini disebut manurohan bao-bao na tinangko (melapor dan membawa tanda anak mereka telah diambil).Setelah semua undangan pihak perempuan hadir maka dipersiapkan makanan yang dibawa oleh rombongan pihak lelaki (paranak) tadi, dan mereka semua makan bersama-sama. Setelah selesai maka acara selanjutnya adalah manghatai atau bercakap-cakap mengenai maksud kedatangan mereka.

Pembicaraan ini dimulai oleh pihak keluarga pihak perempaun yang diwakili oleh abang si perempuan yang telah berkeluarga. Isi pembicaran mereka adalah ucapan terimakasih kepada pihak keluarag laki-laki (paranak). Kemudian abang dari ayah si perempuan juga berbicara mengucapkan terimakasih atas kesediaan para tamu untuk dating ke acara tersebut dan menayakan maksud kedatangan mereka. Perlu kita ketahui bahwa adat Batak ada suatu kebiasaan, walaupun mereka sebenarnya sudah tahu tujuan kedatangan suatu kelompok, tetapi mereka akan menayakan serinci mungkin melaui kata-kata yang berupa pantun-pantun dan pepatah-pepatah.

Sai marangkup do na uli, mardongan do na denggan.
On pe di paboa ampara niba ma tangkas siangkupna.
Songon na handul, sidongannna songon na mardalan.

Secara bebas artinya mennyakan apakah maksud kedatangan mereka atau pihak paranak atau lelaki tersebut. Biasanya pembicaran iotu diwakili oleh abang dari ayah si perempuan. Tetapi sebelum pehak paranak menjawab, terlebih dahulu diberi kesempatan kepada dongan sahuta.Teman sekampung atau dongan sahuta ini secara adapt menuntut anatara lain :

1. Upa sangke hujur (upah pengawal kampong, agar kemarahan atau sikap bermusuhan dihentukan terhadap si lelaki yang melahirkan gadis kampung mereka).
2. Upa ungkap harbangan (upah untuk para penjaga pintu gerbang kampong. Penghormatan diberikan kepada merteka, agar si pria tersebut diijinkan masuk ke komplek kampong tersebut).
3. Upa raja huta (upah untuk ketua kampong yang bertannggungjawab atas keamanan atau masalah-masalah lainnya dari seluruh penduduk huta atau kampong tersebut).

Dengan dipenuhinya syarat-syarat tersebut diatas, maka pembicaraan kepada mertua baru bisa dimulai. Sudah menjadi ketentuan adat, bahwa suami istri yang kawin lari tidak diperkenankan berkunjung kerumah orang tuan si perempuan sebelum acara manuruk-nuruk ini.
Setelah dengan sahuta menerima upah akan dilanjutkan dengan pembicaraan oleh paranak yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh keluarga parboru dengan nada menyembah (dalam hal ini tentu pihak parboru tersebut adalah huta-huta mereka, dimana dalam adapt Batak kelompok ini merupakan kelompok yang harus selalu disembah dan dihormati. Kedatangan mereka dalam acara manuruk-nuruk ini bermaksud untuk menyembah atau minta maaf kepada pihak paranak telah bersalah mengambil anak perempuan pihak paranak tanpa izin. Dengan nada menyesal pihak paranak akan mengatakan :

Ndang tarbahen be turak, si nungga sor gok tagan.
Ndang tarbahen be turak, si nungga sor sun mardalan.

Artinya memang mereka merasa bersalah tetapi apalah daya hal tersebut telah terjadi.selanjtnya pihak parboru akan membalas perkataan mereka itu. Pertama dikomentari masalah makanan yang dibawa oleh paranak tadi, yang telah dimakan bersama-sama, ketika selesai makan memang dikatakan oleh parboru bahwa makanan yang dibawa paranak tersebut enak sekali rasanya, tetapi pada pembicaraan berikutnya dikatakanalah bahwa makanan itu sebenarnya pahit sekjali rasanya. Hal ini karena pihak paranak mereka anggap telah pajolo gogo, papudi uhum (mengandalkan kekuatan atau membelakangkan hukum). Mereka menanyakan pihak paranak sampai hati berbuat itu kepada meteka. Karena pada dasrnya perkawinan dengan cara mangalua ini sebisa-bisanya dihindari oleh orang Batak karena menimbulkan kesan yang kurang baik dari berbagai pihak.

Kalau perkawinan menurut ideal, hal yang harusnya dipenuhi terlebih dahulu sebelum perkawinan adalah membayar sinamot, tetapi setelah terjadi mangalua dalam acara manuruk-nuruk yang dibicarakan adalah somba-somba. Apabila keadaan sudah mengijinkan baik dalam soal materi, waktu dan sebagainya, maka ditempuh acara memenuhi adat lengkap yang dinamai mengadati. Dalam hal ini ada dua kemungkinan yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Apabila keluarga yang diadati belum mempunyai anak dikatakan bahwa upacara mengadati itu bertujuan untuk : manggohi adat uhum, songgon dalan manomba hula-hula huhut mangido pasu-pasu.
2. Bila keluarga yang diadati sudah mempunyai anak, maka dalam hal ini upacara dimaksudkan untuk : pasahathon sulang-sulangna tabo, dalan manggphi adat dohot uhum, manomba hula-hula huhut mangido pasu-pasu.

Hal lain yang menbedakan adalah setelah terjadi mangalua pihak parboru tidak dapat lagi menentukan besarnya sinamot yang harus diserahkan pihak paranak. Berapapun yang diberikan oleh pihak paranak pihak parboru terpaksa menerima karena anak perempuan mereka telah berada di pihak lelaki atau paranak. Dan biasanya sinamot pada perkawinan mangalua ini lebih rendah dibandibngkan dengan jumlah sinamot pada perkawinan ideal. Dalam kedaan ini kita lihat bahwa bentuk perkawinan mangalua ini akan lebih sedikit memakan biaya apabila dibandingkan dengan perkawinan lazimnya. Karena ada proses yang tidak dilauinya, sehingga mengurangi aktifitas dan biaya untuk suatu perkawinan.

Kenapa harus terjadi mangalua? beberapa hal yang menyebabkab terjadinya mangalua adalah sebagai berikut :

1. Faktor suku dan agama
Orang Batak Pada umunya kuat idealismenya dalam hal kesukuan dan keagamaan. Kitra dapat melihat bahwa dimanapun orang Batak berda selalu menjukkan ke batakanya. Hal itu dijelaskan dengan adanya konsep halak hita dan bukan halak hita.Memang dalam kemajuan dewasa ini sering kita dengar bahwa hal-hal kesukuan seperti itu lambat laun telah mulai dihilangkan, dengan tidak begitu, membedakan kesukuan dan keagmaan dalam kehidupan bermasayarakat. Tetapi kenyataanya kita lihat dalam masayarakat batak masaalh ini sering menghalangi seseorng menuju jenjang perkawinan dan factor ini melihatny dari kasus berikut ini.

2. Faktor Pendidikan
Masalah pendidikan adalah tinggi rendahnya pendidikan yang telah diperoleh seseorng secara formal maupun non formal dalam membentuk sutru pemikiran yang lebih maju daripada orng-orng yng tidak menjalaninya.
Sering dikatakan bahwa dengan lebih tingginya pendidikan seseorng akan kurangya keinginan untuk melaksanaknan perkawinan dengan cara mangalua, Karena seseorng itu dianggap lebih maju memikirkan akibat-akibat negative dari mangalua tersebut. Memeng hal itu dapat kita terima, dengan adanya pemikiran yasng lebih jeli sebelum melaksanakanya.

3. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi dikatakan merupakan salah satu penyebab dilaksanaknanya mangalua. Hal ini dihubungkan dengan mata pencaharian, serta jumlah anggota kelurga dalam suatu rumah tangga, sehingga ada pengelompokkan kaya, menengah dan miskin. Hal ini dapat lihat dalam kasus berikut.Dalam hal ini pihak keluarga laki-laki mempunyai taraf perekonomian yang lebih rendah dari keluarga perempuan, dimana jumlah qanggota keluarga juga turut bwerperan bagi unrtuk mangalua. Melihat dari jumlah anggota keluarga, pelaku mangalua tersebut minimal berjumlah 6 orang, bahkan ada yang anggota, bahkan ada yang anggota keluarganya sampai berjumlah 10 orang. Semakin banyak juumlah anggota keluarga dalam rumah tanggga maka semakin brat pula beban yang ditanggung oleh keluarga tersebut dalam kehidupan yang berlaku pada masyarakat batak toba semakin sulit oleh mereka yang tergolong rendah tingkat perekonomiannya, sebab perkawinan secara ideal itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk menghindari semua itu ditempuh cara mangalua.

Dengan terjadinya perkawinan dengan cara mangalua ini menimbulkan beberapa implikasi yang muncul dengan sendirinya akibat dari mangaluai itu sendiri.
Perkawinan dengan cara mangalua, ternyata telah menimbulkan banyak permasalahan baik itu bagi pelaku mangalua yang bersangkutan, dipihak perempuan, dipihak lelaki maupun di tengah-tengah masyarakat batak toba sendiri. Walaupun nanti akan ada upacara mangadati yaitu suatu proses upacara adat untuk mensahkan pasangan pelaku mangalua tersebut dalam perkawinan menurut adat tidak berarti langsung melenyapkan permasalahan ysng pernah ada.

Umunya keluarga pihak perempuan sangat menyasali tindakan mangalua ini, karena pihak laki-laki telah mengambil anak perempuan mereka tanpa ijin. Tindakan pihak laki-laki itiu diaggap telah mencorengkan arang di muka keluarga perempuan. Seharusnya sebagai hula-hula kedudukan mereka merupakan yang tertinggi dalam struktur dalihan na tolu dan harus dijunjung tinggi serta struktur dalihan na tolu harus dijunjung tinggi oleh pihak laki-laki.

Pada umumnya pihak laki-lakilah yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan mangalua sebab si prempuan di bawa si lelaki ke rumah orang tua ataupun keluarga terdekatnya. Akibatnya mangalua ini bagi pihak laki-laki sebenarnya tidaklah menjadi permasalahan, karena pihak laki-laki ini secara tidak langsung ikut mengusulkan dan membantu terjadinya perkawinahn mangalua ini. Bila ditinjau dari segi ekonomi sebenarnya menguntungkan bagi pihak laki-laki sebab mereka tidak dibebani lagi dengan sejumlah sinamot yang diminta oleh keluarga perempuan.










MAKNA SINAMOT DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK

Sinamot tidak bisa dilepaskan dari sebuah pernikahan adat batak, marhata sinamot merupakan tahap penentuan dalam pernikahan. Di sinilah pihak pangoli (pihak laki-laki) dan oroan (pihak perempuan) menjalin kesepakatan tentang tatacara pernikahan yang dilaksanakan serta wujud hak dan kewajiban masing-masing. Oleh karena simpul-simpul kesepakatan telah dirumuskan ketika patua hata/marhusip, maka proses marhata sinamot akan berjalan mulus. Seusai marhata sinamot, pihak pangoli akan memberi parsituak na tonggi kepada semua anggota rombongan pihak oroan.Marhata sinamot adalah peristiwa adat untuk merundingkan sinamot (mas kawin). Rombongan paranak terdiri dari orang tua pangoli dan kawan semarga, boru dan tulang pangoli jika diperlukan, mendatangi rumah pihak oroan dengan komposisi yang sama termasuk tulang oroan yang kehadirannya wajib. Inilah representasi yang baku dan memenuhi persyaratan marhata sinamot. Kecenderungan mengikutsertakan aras hulahula lain di luar tulang, bukanlah keharusan adat. Mereka bukan parjambar na gok atau parjambar di jabu, melainkan diserahkan di halaman pada pesta pernikahan.

Sinamot mempunyai kedudukan penting dalam acara pernikahan adat Batak. Apa sebenarnya sinamot? Sinamot adalah harga atau uang beli yang diberikan paranak (mempelai lelaki) kepada parboru (mempelai perempuan) jika ingin menikah. Itu sudah menjadi adatnya. Dan bila ada yang tidak mengikutinya, apalagi dia suku Batak, berarti dia tidak memiliki adat.

Asal-usul sinamot diketahui dari pekerjaan orang suku Batak yang dahulu kebanyakan bertani (mangula).
Sehingga pada saat wanita dan pria akan menikah, otomatis istri mengikut si suami. Sehingga keluarga si
istri merasa pekerjaannya di sawah bertambah karena kurangnya pekerja (maksudnya pekerja keluarga). Di
sinilah si pria harus memberi ganti si wanita, entah itu wanita atau pria (orang ganti orang).Seiring perjalanan waktu, cara ini sangat tidak kena pada sasaran, sehingga diganti menjadi istilahnya GajahToba (horbo). Berjalannya waktu kemudian diganti lagi menjadi sinamot. Saat ini, sinamot berupa uang.Sinamot sangat berat, berapa banyak, kerbau, lembu, uang dan emas. Sesuai keadan si paranak (mempelai pria), maka sinamot itu lambat laun berubah menjadi alat tukar umum uang.

Sinamot ini pun sebenarnya sudah menjadi suatu kebanggaan bagi kedua belah pihak. Di mana anak borunya (anak perempuannya) dihargai dengan harga tinggi. Maka berbahagialah keluarga si perempuan. Begitu juga dari pihak paranak, bisa memberi sinamot banyak maka rasa banggalah yang ia dapatkan.Bahkan terkadang ada pihak lelaki yang membiayai semua pengeluaran pernikahan untuk keluarga si perempuan. Lagi pula, tak ada rugi sebenarnya jika sinamot besar bagi pihak lelaki, toh mereka nanti akan mendapatkan tumpak (amplop dari tamu-tamu yang datang).Tetapi lepas dari itu, seharusnya melihat kondisi pihak lelaki terlebih dahulu. Karena ada pernikahan yanggagal karena harga sinamot yang ditawarkan pihak lelaki tidak sesuai hati keluarga perempuan. Jika tidak ada dos ni roha, bagaimana caranya sukses pernikahan? Gagallah cerita penentunya. Jadi kedudukan sinamot sangat vital menuju pesta pernikahan adat Batak. Tidak jarang pernikahan menjadi tertunda atau gagal hanya karena sinamot.

Pada zaman sekarang, anak gadis bila sudah memiliki gelar (kuliahan), maka harga sinamotnya akan naik.
Kira-kira begitulah anggapan masyarakat masa kini. Itu persepsi orang banyak. Makanya bila melihat
pernikahan orang Batak, mata langsung tertuju pada papan bunga yang ada di acara pernikahan. Bila si wanita bergelar apalagi sampai S3 maka besar jugalah sinamotnya.
Jika tamat SMA (mungkin) sinamotnya tidak terlalu banyak. Yah, itu tidak mutlak. Karena ada banyak alasan. Pertama; wanita bergelar tetapi menikah dengan pengangguran, maka bagaimana ceritanya sinamot tinggi? Kedua; nah, jika kedua belah pihak ada dos ni roha? Lancarlah pernikahan tanpa memperdebatkan sinamot.Ada lagi jalan lain yang dilakukan suku Batak untuk melasungkan pernikahan. Atau sering disebut "kawin lari". Nah, itu dikatakan dalam adat Batak "mangalua". Jika diartikan secara harfiah, artinya adalah
melepaskan diri. Pernikahan yang terjadi tanpa restu orangtua, atau bisa dikatakan pernikahan yang tidak
diadati (mangadati).
Namun, setelah menikah nanti, memiliki keturunan dan mendapat restu dari pihak parboru pesta pernikahan bisa dimulai lagi yang disebut dengan sulang-sulang ni pahompu atau mangadati. Di sinilah sinamot juga
diperhitungkan walau kesannya sudah terlambat tetapi tidak mengurangi makna paradaton halak Batak (adat suku Batak). Hal ini sering juga disebut manggarar utang adat (membayar hutang adat).
Demikianlah pentingnya kedudukan sinamot dalam pernikahan adat Batak. Seperti yang sudah dijelaskan di awal tulisan ini, pernikahan bisa gagal hanya karena tidak ada kesepakatan jumlah sinamot antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Maka diperlukan kesepakatan melalui marhata sinamot, yang sudah dijelaskan juga di awal tulisan ini.

Bagi kaum naposo (kaum muda) suku Batak sebaiknya mulai memahami apa arti sinamot dan bagaimana kedudukannya yang begitu penting untuk keberlangsungan pernikahan. Tetapi tidak menjadi mutlak sebagai syarat satu-satunya untuk pernikahan. Menginggat masalah ekonomi saat ini yang semakin sulit bisa saja pernikahan adat Batak "terjungkal" di sinamot.
Dan hal ini tentu saja tidak kita inginkan. Bukankah yang terpenting dari esensi pernikahan adalah
kebahagiaan kedua insan yang bersepakat? Walau saya juga sepakat bahwa tradisi ini perlu tetap dilestarikan, tetapi tidak menjadi hambatan melangsungkan pernikahan. Sehingga kasus-kasus tidak jadi melangsungkan pernikahan hanya karena tidak cocok sinamot, tidak terjadi lagi.
Ada umpasa orang Batak mengatakan: "aek godang, do aek laut, dosniroha do sibaen nasaut". Atinya, satu hati menjadikan semuanya kesepakatan. Kiranya ini dipegang teguh sehingga bisa menjawab dan mengurangi
kekawatiran gagal menikah hanya karena sinamot.

sumber : http://www.medanbisnisdaily.com (Jon Roi Tua Purba)

Minggu, 06 Maret 2016

MAKNA MANGULOSI DALAM ADAT BATAK

Mangulosi adalah acara pemberian kain tenun khas Batak yang diberi nama ulos. Kain ulos ini mempunyai makna pemberian perlindungan dari segala cuaca dan keadaan yang dipercayai oleh suku Batak. Tidak sembarang orang bisa mangulosi atau memberi ulos. Biasanya yang mangulosi disebut dengan hula-hula atau orang-orang yang dituakan dalam adat Batak. Ulos mempunyai corak dan motif yang juga mempunyai makna-makna yang unik. Kain Ulos hanya mempunyai tiga warna dasar yaitu merah,putih dan hitam. Tiga warna ini juga menandakan siapa yang berhak memakainya. Untuk warna merah dipakai oleh pihak dongantubu atau keluarga semarga, putih untuk pihak boru atau pihak keluarga suami, dan hitam untuk hula-hula yaitu pihak keluarga wanita. Hal yang unik lagi dari rangkaian upacara adat Batak adalah upa-upa. Upa-upa ini artinya pemberian doa. Upa-upa tidak hanya diacara pernikahan, bisa juga dalam acara selamatan.

Dalam upa-upa disediakan makanan khas Batak yaitu ikan mas yang dimasak dengan bumbu khusus yang disebut arsik. Semua orang berkeliling dan menyentuh wadah makanan. Bagi yang tidak bisa menyentuh wadah makanan bisa menyentuh orang yang sudah menyentuh dan tidak boleh terputus. Makna dari acara ini adalah untuk memberikan doa bagi semua keluarga dan kerabat melalui simbol makanan tadi. Dalam upacara pernikahan adat Batak acara upa-upa ini menggunakan ikan mas yang hidup diair yang jernih dan mempunyai anak yang banyak, mengandung makna agar pengantin menjadi keluarga yang bahagia dengan mempunyai keturunan yang banyak. Upa-upa juga ada dalam acara selamatan atau syukuran, untuk
memberikan selamat pada kelahiran anak atau ketika anak dewasa dan memperoleh pekerjaan juga dilakukan upa-upa. Ada juga acara upa-upa untuk mensyukuri ketika selamat dari kecelakaan. Upa-upa seperti itu disebut upa-upa tondi. Tujuannya untuk mengembalikan semangat agar tidak trauma saat mengingat terjadinya kecelakaan itu.

Upacara tradisi Batak ini kelihatan rumit tetapi sarat makna dan menimbulkan rasa keakraban yang muncul
dari setiap ritualnya. Sehingga tak heran jika orang-orang Batak yang masih memegang adat akan selalu
mengenal keluarga dan saling menghormati dan menyayangi satu dengan yang lainnya.
Masyarakat Batak pada umunya memiliki bahasa dan adat istiadat yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut tidak menjadikan perpecahan diantara masyarakat Batak. Masyarakat Batak Toba juga memiliki berbagai budaya dan adat istiadat. Salah satunya adalah upacara adat perkawinan. Upacara adat perkawinan bagi masyarakat Batak Toba tidak terlepas dari pemberian ulos. Pemberian ulos tersebut sudah disediakan dan ditetapkan ulos tersebut berapa jenis dan siapa pemberi untuk pengantin. Menurut sejarahnya, ulos adalah sebuah tanda yang bisa mengayomi dan memberikan kehangatan bagi pemakainya. Tetapi dalam hal ini, ulos diartikan sebagai sebuah sarana pelindung yang mampu memberikan perlindungan, kasih sayang oleh sipemberi kepada sipenerima ulos. Dan pada saat pemberian ulos tersebut maksud dan tujuan sipemberi memberikan ulos tersebut terucapkan.

Pemberian ulos pada upacara perkawinan masyarakat Batak Toba banyak sekali, seperti ulos pansamot, ulos holong, mandar hela, ulos bere, ulos kepada ale-ale dan lain sebagainya. Melihat dari banyaknya ulos yang diberikan sesuai dengan kondisinya secara umum mengandung arti yang hampir sama, tetapi yang menjadi perbedaan adalah ungkapan dari sipemberi kepada sipenerima. Misalnya, pemberian ulos hela tidaklah sama penyampaian dan pemberianya dengan ulos pansamot. Tetapi melihat dari konteks upacara dan kedudukan sipemberi dan sipenerima.
Demikianlah makna yang terkandung dalam prosesi mangulosi dalam adat batak, mudah-mudahan artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang makna mangulosi tersebut. terima kasih.





Rabu, 17 Februari 2016

TABO NI MARPARIBAN

Di dalam budaya batak ada hubungan ber-pariban. Pariban itu sebenarnya sepupu. Yang artinya anak lelaki dari Namboru dan anak perempuan dari Tulang dapat dipasangkan/dinikahkan. Namboru itu sendiri adalah adik/kakak dari ayah kita. Dan Tulang itu adalah adik/abang dari Ibu kita. Dalam arti kita menikah dengan keluarga(sepupu) sendiri. Namun dalam hukum adat itu diperbolehkan. Orang batak juga tidak hanya dapat menemukan istilah pariban hanya dalam hubungan keluarganya saja. Tetapi melalui partuturan (menentukan hubungan kekerabatan melalui marga).

Partuturan ber-pariban itu sendiri sebenarnya berpatokan pada marga Ayah si wanita dengan marga Ibu si pria yang harus sama. Sehingga walau pun tidak satu Ibu tetapi sama marga itu sudah termasuk saudara dalam partuturan Batak. Sehingga anak-anak mereka di-partuturkan menjadi sepupu dan bisa juga di-pariban kan. Seperti yang kita tahu suku batak menganut garis keturunan yang Patrilineal. Jadi bagi pria tidak perlulah dia capek-capek mencari tahu dan kemudian mencocokkan marga calon mertuanya dengan marga Ibunya (Jika sama! Pariban). Cukup hanya menanyakan marga dari si wanita. Jika marga si wanita sama dengan marga Ibunya maka itu Pariban. Sebuah percakapan yang sering terjadi jika seorang pria batak melakukan pendekatan pada wanita batak.

Coba lihat percakapan pemuda dan pemudi berikut :

Pria: "Dek, boru apa?" (Boru dimaksudkan marga)
Wanita: "Boru Sinaga, bang." Pria: "Beuuh, Mamakku dek boru Sinaga juga. Paribanlah kita."

Haaaa... tapi jangan sampai modus ya, gara-gara agar marpariban sampai dibohongi dengan marganya sendiri, kalau yang itu bukan marpariban benaran namanya, tapi marpariban bohong-bohongan alias "pangota".

Sumber : http://www.kompasiana.com

Selasa, 09 Februari 2016

MARHUSIP, MARHATA SINAMOT, MARTUMPOL DAN MANIKKIR TANGGA

Tata cara penikahan dalam adat  Batak Toba terdiri dari beberapa tahapan, yang mana hal ini menjadi serangkaian prosesi yang dilakukan secara berkelanjutan.   Namun dalam hal ini ada beberapa tahapan yang tentunya sangat penting dalam keseluruhan rangkaian, yakni marhusip. marhata sinamot, martumpol dan manikkir tangga.



MARHUSIP
Marhusip adalah salah satu acara pra pesta pamasumasuon (pesta pernikahan) di adat batak, dimana dalam acara ini akan ada perundingan antara pihak keluarga calon mempelai laki-laki dengan pihak keluarga calon mempelai perempuan. Sifat dari acara ini tertutup dan yang akan dibahas di acara ini adalah berapa sinamot
(mas kawin) yang akan diberikan oleh pihak calon mempelai laki-laki kepada pihak calon mempelai perempuan.


MARHATA SINAMOT
Marhata sinamot adalah sub acara dari acara perkawinan (pesta pamasumasuon) dalam adat Batak Toba, dimana dalam acara ini pihak lelaki (paranak) dan pihak perempuan (parboru) bertemu di tempat yang
telah dipersiapkan oleh pihak perempuan (parboru). Tempat diadakan acara ini biasanya di rumah pihak perempuan (parboru) Topik pembicaraan dalam acara ini adalah lebih dominan ke sinamot (tuhor ni boru).


MARTUMPOL
Martumpol adalah salah satu acara pra pesta pernikahan adat (pamasu-masuon) Batak Toba. Acara ini dilakukan di Gereja, dimana dihadiri oleh saksi dari keluarga calon mempelai laki-laki dan keluarga calon mempelai perempuan. Acara ini biasanya dilaksanakan 2-3 minggu sebelum acara  pernikahan.




MANIKKIR TANGGA
Manikkir tangga adalah acara adat dimana keluarga dari pengantin perempuan melakukan kunjungan pertama ke rumah keluarga pengantin laki-laki.Di acara ini,pihak keluarga pengantin perempuan membawa
ikan dan boras sipir ni tondi(beras). Keluarga pengantin laki-laki menyediakan pinahan lobu (daging babi) untuk disantap bersama.






Selasa, 26 Januari 2016

MASIHKAH ANDA INGAT DENGAN TANAMAN YANG MIRIP DENGAN RIMBANG INI?

Inggir-Inggir adalah satu jenis tanaman yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit, tanaman ini sering ditemukan didaerah sumatera. Bentuknya hampir mirip dengan Rimbang, daun, buah-buahan dan pohon hampir sama.Tanaman ini mudah dijumpai didaerah Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Masyarakat didaerah itu menyebut tanaman ini dengan nama Inggir-Inggir.Inggir-inggir  dengan nama ilmiahnya adalah Solanum sanitwongsei Craib yang diduga  mempunya i kandungan alkaloid yang mampu menimbulkan efek diuretik.

Ciri khas tanaman ini tidak berduri, daun dan buah warna hijau memiliki perbedaan warna yang berbeda. Jika buah masak akan berwarna merah. Tanaman ini lebih tumbuh seperti bunga, batangnya tidak terlalu besar dan tidak tinggi, biasanya para penduduk disana menananmnya di sekitar pekarangan rumah, karena rantingnya yang banyak dan cepat bercabang sehingga tamanan ini cocok sebagai pengganti pagar rumah.
Ada beberapa penyakit yang dapat diobati dengan mengkonsumsi buah ini inggir inggir ini. Masyarakat setempat percaya bahwa ingir ini dapat menyembuhkan penyakit tekanan darah tinggi, dan sakit perut. Selain menyembuhkan beberapa penyakit, buah inggir inggir  ini juga dapat meningkatkan nafsu makan.
Buah inggir Inggir dikonsumsi dengan makan buah buahnya, buahnya hampir sama dengan buah pada umumnya, bila masih muda warnanya hijau, bila sudah matang warnanya kuning kemerah-merahan, ukuran buhnya juga kecil-kecil, besarnya lebih kecil dari kelereng. Jika dimakan buah ini tidak terlalu bersahabat dilidah, karena rasanya sangat pahit.


Senin, 18 Januari 2016

10 ALASAN MENGAPA CEWEK BATAK PANTAS KAMU JADIKAN PENDAMPING HIDUP

Buat para cowok, kini kamu tidak perlu bingung mencari pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria ini itu. Cukup dengan cewek yang sederhana, hidupmu juga akan bahagia. Apalagi jika kamu memilih cewek Batak, pilihanmu sudah yang terbaik karena alasan-alasan ini.

1. Gayanya sederhana tetapi tampak mewah
Inilah ciri khas cewek Batak. Kebanyakan dari mereka itu berpenampilan sederhana. Walaupun sederhana, mereka tampak mewah karena aura dalam dirnya yang memancar.

2. Eh mereka bukan cerewet, tetapi tegas.
Tidak hanya cowok Batak yang tegas, cewek Batak juga tegas lho. Hanya saja terkadang orang menganggap bahwa cewek Batak itu cerewet. Padahal seseungguhnya mereka hanya tegas pada dirinya sendiri dan pada kamu. Itu demi kebaikan hubungan lho, percayalah.

3. Tampang sangar, tetapi hatinya keibuan.
Nah ini nih ciri khas cewek Batak. Pada umumnya mereka memiliki hati keibuan. Walaupun tampang mereka terkadang sangar, tetapi hatinya keibuan lho. Mereka selalu tersentuh untuk membantu teman, bahkan pasangannya.

4. Untungnya, tidak terlalu manja lho.
Manja sih sah-sah saja ya kan para cowok? Tetapi ya jengkelin juga ya kalo terlalu manja. Nah jika kamu berhubungan dengan cewek Batak, itu merupakan pilihan terbaik. Karena mereka pada dasarnya tidak terlalu manja. Sifat tegas mereka sesekali muncul dan bermanfaat buatmu agar dalam suatu hubungan tidak hanya didominasi cowok dalam menentukan sesuatu.

5. Senyuman itu lo, dijamin menghanyutkan hatimu.
Cewek Batak itu sesekali senyum. Tetapi sekalinya senyum, dijamin akan menghanyutkan hatimu. Karena senyum yang mereka beri adalah senyum tulus. Ohh iya, cewek Batak jarang-jarang memberi senyumannya pada siapapun selain buat kamu yang dia anggap spesial lho.

6. Cewek Batak memiliki sifat mandiri.
Cewek Batak ini menjadi mandiri karena didikan dari orangtua mereka. Berdasarkan adat Batak, cewek juga perlu mandiri agar tidak dijatuhkan cowok. Beruntung deh mendapatkan mereka, kamu tidak perlu repot menjaganya terlalu protektif.

7. Walaupun cewek, mereka adalah pekerja keras.
Banyak orang yang mengatakan bahwa cewek tidak mungkin bisa menjadi pekerja keras. Eits, perkataan tersebut tidak berlaku untuk cewek Batak. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang pekerja keras. Apalagi dalam pendidikan, mereka juga bergiat agar berprestasi. Ya itulah tuntutan adat, bahwa perempuan Batak kini harus berpendidikan demi keluarga dan lingkungan.

8. Mereka bukan cuek loh, tetapi mereka tidak mau tebar pesona pada orang yang tidak spesial
Ini nih keuntungan kamu memiliki cewek Batak. Pada siapapun mereka memang terkesan cuek, tetapi kepadamu yang dianggap spesial, ia akan menjadi seseorang yang penuh kasih sayang. Kenyataan yang harus kamu ketahui, mereka itu tidak mau tebar pesona kepada orang banyak, karena pesona mereka hanya untuk kamu.

9. Selain itu, mereka tidak suka jaim.
Buat para cowok, sering tertipu ya karena banyak cewek yang baru kamu kenal manis tetapi selanjutnya ketahuan sifat aslinya? Nah ini pada umumnya jarang kamu dapatkan di pribadi cewek Batak. Mereka tidak terlalu jaim alias jaga image loh, buktikan saja deh. Di awal pertemuan, mereka lebih jujur untuk menunjukkan kepribadiannya kepadamu, sehingga kamu tidak perlu takut ke depannya akan berubah drastis.

10. Ketika cewek Batak berhasil kamu luluhkan, ia akan memberi perhatian super tulus padamu.
Kini, tidak hanya cowok yang harus bersikeras memberi perhatian pada cewek lho. Keuntungan kamu berhubungan dengan cewek Batak, mereka itu sangat memberikan perhatian kepadamu jika ia sudah yakin bahwa kamu adalah pasangannya.
Benarkan? pokoknya komplitlah... cewek batak itu tidak kalah dengan yang lainnya...



                                                                                                              
                                                                                                      Sumber :   http://www.tobatabo.com


DAFTAR ARTIKEL WBC