WORLD BATAK COMMUNITY

*Horas Jala Gabe ma Dihita Saluhutna *Horas Tondi Mandingin Pir ma Tondi Matogu,Sayur Matua Bulung *Horas Banta Haganupan,Habonaran do Bona *Majuah-juah Kita Krina *Njuah-juah Mo Banta Karina*

Senin, 02 Maret 2015

BANGGA JADI ORANG BATAK

Banyak orang batak yang malu mengakui dirinya orang batak, kenapa harus malu?. Itu adalah bagian dari diri kita yang tidak bisa dipisahkan, malah harusnya kita bersyukur, karena menjadi orang batak itu adalah suatu kebanggaan.
Dan ini alasan kenapa harus bangga jadi orang batak..

1. Identitas Diri

Seperti kita ketahui, berbicara tentang orang batak  pasti ada kaitannya dengan marga. Ya, marga adalah identitas dari suku batak. Marga adalah bagian dari diri yang tidak bisa dilepaskan. Marga juga dapat menjalin hubungan kekeluargaan.

2. Batak menilai prestasi dari pendidikan

Menurut orang  batak, pendidikan adalah yang utama, dan menjadi kebanggaan. Orang yang berpendidikan dianggap seorang yang berprestasi, dan dalam perkawinan suku batak, mempelai yang memiliki gelar pendidikan akan dapat mengangkat martabat keluarganya.

3. Anak adalah harta yang paling berharga

Berhubungan juga dengan yang saya jelasin tadi, dalam suku batak anak adalah harta. Seperti lagu  batak “anakkon ki do hamoraon di ahu”, berceritakan bahwa anak adalah harta yang paling berharga didunia ini. Itu adalah gambaran Suku batak yang rela bekerja keras, membanting tulang demi menyekolahkan anaknnya, bahkan tidak malu meminjam uang kepada orang lain agar anaknya bisa sekolah, ataupun rela hidup miskin agar anaknya bisa sekolah sampai setinggi-tingginya.

4. Batak itu setia

Sebagian besar orang Batak hanya memiliki satu pasangan di sepanjang hidupnya. Tidak hanya karena larangan agama, tapi dari sejak dahulu, norma itu telah diterapkan . bisa dilihat, jarang orang batak yang mengalami perceraaian. Dalam pertemanan juga, orang batak adalah orang yang setia, dan bisa jadi teman yang baik, sehingga tidak hera, orang batak itu punya banyak teman.

5. Orang Batak itu  keras, bukan kasar

Ini orang sering membuat salah paham tentang orang batak, logat bahasa batak memang kental, susah untuk dihilangkan, dan  ditambah orang batak suka sekali berbicara keras-keras sehingga orang kadang berpikir orang batak itu kasar. Padahal berbicara keras bukan berarti kasar, bisa saja ngomong lembut tapi perkataannya kasar, menyakitkan hati, ngmana coba??..

6. Tidak suka mencampuri urusan orang lain

Orang batak pantang ikut campur urusan orang lain apalagi itu bukan masalah keluarga atau teman dekat. Saat membela sodara atau keluarga, orang batak paling berani dan paling ngotot, walaupun terkadang yang dibelain itu salah, tapi  tetap saja dibelain. Ini juga bukti, suku batak itu kompak dalam segala hal..

7. Percaya diri tinggi

Orang batak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, tidak plin-plan,  tidak pernah takut perpendapat sekalipun pendapatnya akan memunculkan pro and kontra. ini juga yang membuat orang batak banyak yang sukses.

8. Batak penyanyi yang baik

Suku batak  pasti bisa menyanyi,  karena sejak kecil, sudah dibiasakan menyanyi, dan di suku batak dikenal “lapo tuak” , tempat  nongkrong istilahnya, di sana para pemuda atau orang tua tak  malu-malu untuk menyanyi bersama. Karena sejak kecil sudah belajar olah vokal, tiak heran banyak orang batak yang menjadi penyanyi dan di kenal memiliki suara yang merdu dan unik..

Kebudayaan itu tidak bisa dibeli, tidak ternilai harganya. Saya adalah orang batak, dan saya bangga jadi orang batak..



Mauliate
HORAS BATAK....
HORAS WBC



Sabtu, 28 Februari 2015

ADONG DO HAPE GOAR NI HUTA BATAK DI BULGARIA (EROPA) ?

Nama Kota BATAK di Bulgaria, Apakah ini ada kaitannya dengan nama  suku Batak?, atau hanya kebetulan saja (masih perlu kajian historis lebih lanjut).

Batak adalah sebuah kota kecil meringkuk di antara kaki bukit utara Batashka Gunung di Barat Rodope Mountain. Ini adalah 156 km sebelah tenggara dari Sofia dan 35 km selatan kota kabupaten Pazardjik. Batak merupakan salah satu simbol dari perjuangan Bulgaria untuk pembebasan.

Sejarah: Temuan arkeologi merupakan bukti bahwa daerah itu diselesaikan sejak Antiquity. Penyelesaian, bernama Batak, disebutkan dalam dokumen abad ke-16.Banyak Bulgaria dari desa setempat mencoba untuk melarikan diri dari konversi paksa iman Islam dan menetap Batak. Pada awal abad ke-19 Batak adalah sebuah pemukiman besar dan makmur. Industri kayu adalah pekerjaan utama warganya dan ada banyak pekerja kayu dan pabrik kayu di kota. Pemuliaan saham juga dikembangkan di Batak. Pada 1813 gereja "St Nedelya "dibangun. Candi ini menjadi salah satu situs yang paling tragis dan suci di Batak dan Bulgaria. Sekolah Kota dibuka pada tahun 1835.




Setelah penindasan keganasan pemberontakan April tahun 1876, Batak menjadi simbol kemartiran Bulgaria dan pengorbanan diri atas nama kebebasan. 5000 orang kejam dibunuh oleh gerombolan Ottoman, yang dikenal sebagai Bashi-bazouk, dalam cara yang sangat berarti. Orang-orang kaya dari Batak pergi ke tentara Ottoman untuk menjatuhkan senjata mereka. Musuh berpura-pura menerima penyerahan tetapi ketika Bulgaria dibiarkan tanpa senjata Ottoman menyerbu kota.Laki-laki dan anak-anak dibantai langsung dan perempuan diperkosa dan kemudian dibunuh. Sekitar 2000 pria, wanita dan anak-anak berhasil bersembunyi di "St.Nedelya "gereja. Tapi candi itu terlalu kecil dan banyak dari mereka tercekik. Ada tidak ada air di dalam gereja sehingga korban minum darah orang mati. Para wanita menggali lantai gereja dengan tangan mereka untuk menemukan air bawah tanah untuk anak-anak. Setelah 3 hari pengepungan Bulgaria membuka pintu gereja. Para bangku bergegas dan membunuh mereka sejenak. Sekitar 300 orang yang masih hidup untuk memenuhi Pembebasan Bulgaria pada tahun 1878.

Tindakan kejam ini kekerasan yang tersisa dalam sejarah sebagai Batak pembantaian. Hal ini diperhatikan oleh beberapa penulis yang paling terkenal, wartawan dan tokoh masyarakat. Victor Hugo, William Gladstone, John McGahan, Dostoefski dan Tolstoy memberikan ekspresi protes dan kemarahan mereka terhadap kekejaman Ottoman.




Sumber : 
http://www.visitbulgaria.net/en/batak/batak.html





SEKILAS TENTANG BATAK TOBA


Marga Batak Toba adalah marga pada Suku Batak Toba yang berasal dari daerah di Sumatera Utara, terutama berdiam di Kabupaten Tobasa yang wilayahnya meliputi Balige, Porsea, Laguboti, dan sekitarnya. Orang Batak selalu memiliki nama marga/keluarga. Nama / marga ini diperoleh dari garis keturunan ayah(patrilinear) yang selanjutnya akan diteruskan kepada keturunannya secara terus menerus.

Menurut kepercayaan bangsa Batak, induk marga Batak dimulai dari Si Raja Batak yang diyakini sebagai asal mula orang Batak. Si Raja Batak mempunyai dua orang putra, yakni Guru Tatea Bulan dan Si Raja Isumbaon. Guru Tatea Bulan mempunyai 5 orang putra yakni Raja Uti (Raja Biakbiak), Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja, dan Malau Raja. Sementara, Si Raja Isumbaon mempunyai 3 (tiga) orang putra yakni Tuan Sorimangaraja, Si Raja Asiasi dan Sangkar Somalidang.
Dari keturunan (pinompar) mereka inilah kemudian menyebar ke segala penjuru daerah di Tapanuli, baik ke utara maupun ke selatan sehingga munculah berbagai macam marga Batak.
Legenda mengenai bagaimana Si Raja Batak dapat disebut sebagai asal mula orang Batak masih perlu dikaji lebih dalam.
Sebenarnya Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tobasa, dan Samosir sekarang tidaklah semuanya Toba. Sejak masa Kerajaan Batak hingga pembagian wilayah yang didiami suku Batak menjadi 4 (empat) bagian besar, yaitu:


Samosir (Pulau Samosir dan sekitarnya); contoh: marga Simbolon, Sagala, dsb
Toba (Balige, Laguboti,Porsea, Parsoburan, Sigumpar, dan sekitarnya); contoh: marga Sitorus, Marpaung, dsb
Humbang (Dolok Sanggul, Lintongnihuta, Siborongborong, dan sekitarnya); contoh: marga Simatupang Siburian, Silaban, Sihombing Lumban Toruan, Nababan, Hutasoit, dsb
Silindung (Sipoholon, Tarutung, Pahae, dan sekitarnya); contoh: marga Naipospos (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun), Huta Barat, dsb.





Jumat, 01 Agustus 2014

PAKAIAN TRADISIONAL SUKU BATAK







OARANG BATAK ITU KASAR KATANYA?

“Batak itu orangnya kasar,…. “Ih, ngomongnya kog kasar banget ya,… “Suara orang batak itu keras-keras banget ya,kalo ngomong kayak lagi perang,… “Hati-hati kamu, Dia itu orang Batak, tau ‘nggak kalo orang Batak itu makan orang,…..? “Wih,…. Kalo mereka ngomong kayaknya buat kita jadi takut aja nih,….. "Apalagi kalo orang Batak udah bilang "Bah,.... maccam mana nya kau ini,! dengan suara yang keras,.. membuat jantung ini mau copot. Itulah beberapa expresi yang di keluarkan oleh masyarakat atau orang-orang yang pernah, atau belum sama sekali mengenal secara pasti mengenai sifat-sifat dasar dan karakter orang Batak.

Ya, suku Batak adalah salah satu suku yang kekberadaannya cukup ekis di Indonesia tercinta ini. Mereka merupakan kelompok suku yang berasal dari Sumatera Utara. O ya,. Ngomong-ngomong saya penulis mau kenalan dulu nih,…… Nama saya adalah Fernandez, Saya bermarga Silaban (sub kelompok dari marga Sihombing).Saya sendiri seorang Mahasiswa dan tinggal di ‘’Deli Serdang’’. “Pernah Dengar kan,..? Ya, tentu saja saya adalah orang ‘Batak’ Tulen, atau asli kata anak muda sekarang. Saya sendiri akan berbagi informasi dan beberapa fakta mengenai orang Batak, tentu saja mengenai sifat-sifat umum dan karakter orang batak itu sendiri.

Ngomong-ngomong soal sifat orang Batak, expressi di atas yang di ungkapkan beberapa orang memang ada benarnya.Yang paling parah, ada juga terdengar expressi yang mengatakan “Hati-hati lho, di terminal atau di pasar Pulogadung dan Tanah abang, ada banyak orang Batak, Bisa hilang dompetmu. Hati-hati juga kalo naik bus disana. Namun, berbicara soal logat yang kasar, ngomong dengan suara yang keras, nomong ceplas ceplos, ato bahasa anak muda sekarang “to the point” itu memang sudah menjadi cicri-ciri dan karakter orang Batak.

Namun fakta menarik, dibalik cara berbicara orang Batak, saya mau mengatakan bahwa “itulah yang juga menjadi nilai plus bagi orang Batak, karena sejak jaman dulu, nenek moyang orang Batak adalah masyarakat yang kehidupan sosial masyarakatnya terbuka,seperti masyarakat yang pada umumnya di Indonesia, meraka adalah kelompok masyarakat yang suka bermusyawarah. Misalnya seorang raja akan berdiskusi dengan masyarakat mengenai undang-undang dan peraturan hukum adat yang berlaku di masyarakat tersebut. Sampai sekarang, hal ini juga trebukti dari sifat-sifat masyarakat Batak, khususnya di perantauan. Apabila mereka pergi merantau, mereka akan mencari yang namanya “Halak Hita” yang secara harafiah diartikan “Orang Kita” atau yang artinya Sesama orang batak sendiri.

Hal ini di karenakan adanya mikatan batin yang kuat sesama orang Batak. Tentu saja ini menjadui nilai plus bagi mereka sendiri. Dengan demikian artinya mereka sendiri memiliki sifat saling mengasihi sesamanya.Seorang Batak yang sukses di perantauan juga biasanya selalu menolong orang batak pendatang agar mereka memiliki pekerjaan.Disinilah bahwa orang batak juga memiliki Mindset “Unang pailahon halak hita, dang dapot horja” Jangan sampai msesama orang Batak di perantauan ada yang tidak dapat bekerja. Hal lain yang membuktikan bahwa orang batak mmemiliki sifat penolong adalah kita bias menemui adanya paguyuban-paguyuban atau kumpulan semarga di antara orang Batak, baik di bona pasogit maupun di perantauan.

Hal ini tentunya bertujuan sebagai wadah untuk berdiskusi, atau juga kadang kadang sebagai wadah untuk dapat berkumpul melaksanakan partangiangan.Dengan demikian bahwa orang Batak memiliki rasa social yang tinggi di antara sesama. Lalu bagai mana jika ada pertanyaan, “Apakah hanya sesama orang Batak, mereka memiliki jiwa sosial yang tinggi? Tentu saja tidak, disamping memiliki jiwa sosial yang tinggi, orang Batak juga memiliki jiwa social yang baik antar-sesama.Hal ini dapat di buktikan dari berbagai hal. Pertama bahwa kita tahu bahwa orang batak dimana-mana ada, yah,..mulai dari sabang sampai merauke di Indonesia tercinta, di Aceh, di Riau, Lampung, di seluruh Sumatera, dan Jawa atau di Jakarta pada umumnya. Di Kalimantan bahkan ada yang telah hidup selama 6 generasi, yang artinya jauh sebelum zaman kolonial, mereka telah tinggal dan mampu beradaptasi dengan masyarakat setempat taukah anda bahwa Ada orang batak yang pernah menjadi Gubernur di Kalimantan Tengah..? Ya, nananya Pak Sodjuanga S. meskipun beliau hanya menjabat gubernur definitive, yang juga pernah menabat sebagai Gubernur di Papua.Ini membuktikan, meski tak sebanyak populasi suku Jawa, orang batak sudah cukup exis dan punya kontribusi yang baik dalam pembangunan di negri kita yang tercinta ini.(Puji diri,…. Hehheheh…..=D).

Banyak juga orang Batak yng brmukim di Papua. Hal ini juga bukan hanya di buktikan dengan kemampuan mereka beradaptasi di perantauan.Di tempat asal mereka sendiri di Sumatera Utara orang Batak mampu beradaptasi dengan masyarakat pendatang. Bukan hanya ucapan semata, bahwa orang Batak terbukti mampu beradaptasi dengan kemampuan mereka menyerap bahasa pendatang seperti bahasa Jawa, mereka juga mampu berbahasa masyarakat pesisir timur (maya-maya) atau yang disebut juga dengan bahasa melayu maupun bahasa pesisir di pantai barat Sumater Utara. Itulah juga yang mencerminkan bahwa nenek moyang orang batak mengajarkan secara turun temurun kepada anak cucunya, “Molo lao ho mangarantto, Tanonta do I, jadi ma ho songon hau ni gadong, manang didia pe ho Longkot, na ingkon tubu do. “Aabila engkau pergi merantau, ingatlah bahwa tanah yang Engkau injak, adalah juga tanah Nenek moyang kita, jadilah Engkau seperti Batang Kayu Ubi, dimanapun Engkau tertancap, Engkau pasti akan tumbuh.

Berbicara mengenai orang batak yang suaranya keras, merupakan cerminan dari adaptasi di lingkungan bona pasogit, dimana Landscape di Daerah Tapanuli yang dominan memiliki topographi yang bergunung-gunung. Dalam buku ”Indoneasia from the Air”, mengatakan bahwa orang batak di Tapanuli memiliki suara dan ukuran paru-paru yang lebih besar, sehingga membuat orang batak apabila memanggil orang dari kejauhan, mampu menggunakan suara lantangnya. Hal ini juga yang membuat orng batak mampu merajai Transportasi darat di era 60-80an. Karena karakter mereka yang pekerja keras, pemberani, lantang dan pantang menyerah. Lalu bagaimana dengan orang batak yang katanya berbicara ceplas-ceplos, to the point seakan menusuk di dalam jantung,..??? Hehehe,..agaknya hal ini akan lebih menarik untuk di ulas. Disamping suaranya yang lantang, orang Batak adalah benar memiliki cara berkomunikasi yang tegas, dan lugas, dan terpercaya.’hehehe,… (kayak liputan 6 aja).

Dalam berbahasa mereka nggak bakalan plin-plan dan berbelit belit. Bagi orang yang kurang faham, cara seperti ini memang terkesan menyakitkan. Tetapi sebaliknya, hal ini merupakan cerminan dari kejujuran dan ketegasan. Hal ini juga lahir dari prinsip hidup masyarakat yang memiliki falsafah hidup “Lamot-lamot hata ni Begu, Risi-risi hata ni Jolma. Dalam arti harafiah yaitu, Hantu,Setan,dan Iblis berbicara yang manis, tetapi Manusia berbicara Terus terang. Artinya bahwa biasanya orang yang ngomongya manis, belum tentu punya niat baik, tetapi Orang yang berbicara jujur dan apa adanya kedengarannya menyakitkan, tetapi merupakan pesan hidup yang dapat menjadi pelajaran yang lebih baik. Jadi intinya orang Batak, berbicara seakan-akan menimbulkan kesan kasar, namun hatinya mellow. Istilah kerennya, Muka Penjahat, tapi hati malaikat. Atau wajah Preman, tapi hati Dangdut-an. “hehehe……Ya,.. tidak di ragukan lagi bahwa ada banyak composer yang berdarah Batak dan telah menciptakan banyak lagu-lagu yang cukup terkenal, bahkan sebagian dari merka adalah composer-lagu lagu yang bukan hanya tradisional seperti Sitor Situmorang, Nahum Situmorang, tetapi juga lagu-lagu wajib dan nasional seperti C. Simanjuntak. “Tahu kan lagu apa,..??? ‘’Ya, lagu Manjuntak gentar,.. “eh,… maksudku Maju Tak Gengtar. O’ya, lalu bagaimana lagi dengan yang katanya “Pencopet dan Preman di Tanah abang??? Jadi begini ni, saya rasa dimana-mana yang namanya copet ntu, pastinya harus orang yang Berani, Keras, Berbadan tegap,, kaloau aje badannye kecil kayak si Entong,… (‘hehehe nama anak muda di kampong ku)’Jiah,… pastinye palanye entong bakalan di jitak dan mereka pasti bilang, Balik lo tong ma nyak lo,…! ‘’hehehe,..jadi kebetulan orang Batak punya beberapa karakter seperti di atas. Ditambah lagi, pade era 60—80-an Msih jaman tuh yang namanya Premanisme, Nepotisme,Koncoisme, Kolusisme, hehehe,… daripada jaman sekarang ni,.. Yang paling parah adalah “KO-ROP-SIS-ME” Hehe,,… KORUPSI Maksud aku Lae,…!Ia kan??? Hmm,… mungkin untuk saat ini, itu saja yang dapat dapat saya jabarkan mengenai sifat, karakter dan fakta unik mengenai orang Batak,.. apabila anda ingin mengetahui lebih banyak, silahkan berikan komentar, nanti akan saya coba untuk memberikan penjelasan. Saya juga menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun, semoga Selalu Damai di negeri kita,.. So, “Stop Fucking Each other and Stop Giving Bad Sterotipes ya,…! “HOOORASSSSS……!!!!, “ HORAS!!!! “HOOOORASSSSSSSSSSS…………………….!!!!!!!!!!




FALSAFAH HIDUP ORANG BATAK

Sebenarnya tulisan ini saya rangkum dari buku “Orang Batak Kasar? Membangun Citra dan Karakter” karangan Djapiter Tinambunan. Hanya saja beliau menuliskan ada 7 falsafah orang Batak, namun saya mencoba menyederhanakannya menjadi 5 dasar hidup. Ada 5 dasar falsafah hidup orang, yaitu prinsip-prinsip dasar yang masih dilakoni oleh sebagian besar orang Batak dalam kehidupan bermasyarakat saat ini, yaitu:
  1. MARDEBATA; Mardebata kira-kira mempunyai arti mempunyai Tuhan. Orang Batak sangat taat dan bertakwa kepada Debata Mulajadi Nabolon atau Ompu Mulajadi Nabolon (sebutan Tuhan oleh orang Batak). Sebelum agama masuk ke tanah Batak Debata Mulajadi Nabolon diyakini sebagai penguasa Banua Ginjang (Surga). Dialah awal dan akhir yang menciptakan segala isi semesta. Oleh karena itu, orang Batak selalu memperlihatkan hubungan yang dalam kepada Sang Maha Pencipta (Debata Mulajadi Nabolon). 
  2. MARADAT; Maradat mempunyai arti kira-kira mempunyai adat. Hal ini erat kaitannya nanti dengan kekerabatan (Partuturan). Orang Batak sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya dimana pun mereka berada, sekalipun jauh berada di perantauan. Hal ini dapat dilihat dari adanya perkumpulan suatu marga tertentu di daerah tertentu. Inilah yang menjadikan orang Batak ketika berada di suatu perantauan sangat solid dan akrab. Lebih jauh lagi, prinsip kekerabatan orang Batak berdasarkan Dalihan Natolu. Mengenai Dalihan Natolu akan saya jelaskan di kemudian hari. Dengan prinsip ini orang Batak paham mengenai posisinya di suatu acara adat, generasi ke berapa dalam silsilah marga, dan bertindak sebagai apa, dan sebagainya. Martutur (saling memberitahukan marga dan urutan generasi ke berapa dalam silsilah marga) sudah sejak dini diajarkan orang tua kepada anak-anaknya. 
  3. MARPANGKIRIMON;Marpangkirimon mempunyai arti kira-kira berpengharapan. Setiap orang Batak punya harapan atau cita-cita hidup. Ada tiga harapan atau cita-cita hidup orang Batak yang akan diusahakan oleh setiap orang Batak selama hidupnya, yaitu: Hagabeon (berketurunan laki-laki dan perempuan), Hasangapon (terpandang dan dihormati dalam masyarakat), dan Hamoraon (kejayaan). Mengenai  3 harapan dan cita-cita orang Batak ini akan saya jelaskan di kemudian hari. 
  4. MARPATIK; Marpatik mempunyai arti Aturan dan Perundang-undangan. Adat Batak sering dikategorikan patik dohot uhum (aturan dan hukum). Patik adalah wujud dari suatu aturan yang baku bagi orang Batak. ‘Patik dohot uhum’ ini yang menjadi pagar menjaga hubungan kekrabatan dan kekeluargaan dan tatanan yang berlaku di suatu daerah. Dahulu hukum ditetapkan bersama oleh raja-raja kampung dan dapat diubah sesuai dengan kesepakatan raja-raja tersebut. Adapun tujuannya adalah unutk menegakkan kebenaran dan keadilan. 
  5. MARPINOMPAR; Marpinompar mempunyai arti berketurunan. Setiap orang Batak menghendaki adanya keturunan sebagai generasi penerus, khususnya anak laki-laki, agar silsilahnya tidak terputus atau hilang.



TENTANG WBC

LOGO WBC
(WORLD BATAK COMMUNITY)

WBC (World Batak Community) yang dalam bahasa indonesia berarti juga komunitas orang-orang batak sedunia atau juga kumunitas dunia orang Batak. 
Jadi secara umum pengertian wBC adalah suatu wadah untuk komunitas orang orang Batak (Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, Pak-Pak & Angkola) dimanapun berada dari berbagai latar belakang, status sosial dan ekonomi,agama, profesi, umur dan lain-lain dalam suatu bingkai persatuan dan kesatuan, adat istiadat dan budaya Batak.
Logo WBC mempunyai pengertian tersendiri seperti logo atau simbol perkumpulan atau organisasi lainnya.

Adapun makna yang terkandung dalam logo WBC adalah :
  • Bintang             : melambangkan kejayaan suku Batak yang menjadi impian setiap insan manusia.
  • Bola Dunia          : melambangkan bahwa orang Batak yang ada itu sudah tersebar didaerah atau kota manapun berada dan bahkan di seluruh dunia.
  • Garis Lingkar merah : melambangkan ikatan persaudaraan dan kekeluargaan yang terjalin diantara sesama suku Batak didaerah atau kota manapun berada bahkan di seluruh dunia.
  • Pita Unity of Batak :  melambangkan bahwa perkumpulan ini didasari oleh atas persatuan dan kesatuan dikalangan suku Batak.


by. team WBC


PROSESI PERKAWINAN DALAM ADAT BATAK TOBA

Apa saja  proses perkawinan dalam budaya Batak Toba? Pada suku Batak Toba perkawinan adalah merupakan suatu peristiwa besar, mengundang hulahula, boru, dongan tubu serta dongan sahuta sebagai saksi pelaksanan adat yang berlaku. Dalam adat Batak Toba perkawinan haruslah diresmikan secara adat berdasarkan adat dalihan na tolu, yakni Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Perkawinan pada masyarakat Batak Toba sangat kuat sehingga tidak mudah untuk bercerai karena dalam perkawinan tersebut banyak orang-orang yang terlibat dan bertanggung jawab di dalamnya. Adapun tata cara perkawinan secara normal berdasarkan ketentuan adat terdahulu ialah perkawinan yang mengikuti tahap-tahap berikut:

1. Mangaririt
Mangaririt adalah ajuk-mengajuk hati atau memilih gadis yang akan dijadikan menjadi calon istrinya sesuai dengan kriterianya sendiri dan kriteria keluarga. Acara mangaririt ini dilakukan kalau calon pengantin laki-lakinya adalah anak rantau yang tidak sempat mencari pasangan hidupnya sendiri, sehingga sewaktu laki-laki tersebut pulang kampung, maka orang tua dan keluarga lainya mencarai perempuan yang cocok denganya untuk dijadikan istri, tetapi perempuan yang dicarikan tersebut harus sesuai dengan kriteria silaki-laki dan kriteria keluarganya.

2. Mangalehon Tanda
Mangalehon tanda artinya memberikan tanda yang apabila laki-laki sudah menemukan perempuan sebagai calon istrinya, maka keduanya kemudian saling memberikan tanda. Laki-laki biasanya memberikan uang kepada perempuan sedangkan perempuan menyerahkan kain sarung kepada laki-laki, setelah itu maka laki-laki dan perempuan itu sudah terlibat satu sama lain. Laki-laki kemudian memberitahukan hal itu kepada orang tuanya, orang tua laki-laki akan menyuruh prantara atau domu-domu yang sudah mengikat janji dengan putrinya.

3 Marhusip
Marhusip artinya berbisik, namun pengertian dalam tulisan ini adalah pembicaran yang bersifat tertutup atau dapat juga disebut perundingan atau pembicaraan antara utusan keluarga calon pengantin laki-laki dengan wakil pihak orang tua calon pengantin perempuan, mengenai jumlah mas kawin yang harus di sediakan oleh pihak laki-laki yang akan diserahkan kepada pihak perempuan. Hasil-hasil pembicaraan marhusip belum perlu diketahui oleh umum karena menjaga adanya kemungkinan kegagalan dalam mencapai kata sepakat. Marhusip biasanya diselenggarakan di rumah perempuan. Domu-domu calon pengantin laki-laki akan menerangkan maksud kedatangan mereka pada kaum kerabat calon pengantin perempuan.

proses pernikahan adat batak toba

4. Martumpol
Martumpol bagi orang Batak Toba dapat disebut juga sebagai acara pertunangan namun secara harafiah martupol adalah acara kedua pengantin di hadapan pengurus jemaat gereja diikat dalam janji untuk melangsunkan perkawinan. Martupol ini dihadiri oleh orang tua kedua calon pengantin dan kaum kerabat mereka beserta para undangan yang biasanya diadakan di dalam gereja, karena yang mengadakan acara martumpol ini kebanyakan adalah masyarakat Batak Toba yang Beragama Kristen.

5. Marhata Sinamot
Marhata sinamot biasanya diadakan selesai membagikan jambar. Marhata sinamot yaitu membicarakan berapa jumlah sinamot dari pihak laki-laki, hewan apa yang di semblih, berapa banyak ulos, berapa banyak undangan dan dimana dilakukan upacara perkawinan tersebut. Acara marhata sinamot dapat juga dianggap sebagai perkenalan resmi antara orang tua laki-laki dengan orang tua perempuan. Mas kawin yang diberikan pihak laki-laki biasanya berupa uang yang jumlah mas kawin tersebut di tentukan lewat terjadinya tawar-menawar

6. Martonggo Raja
Perkawinan pada masyarakat Batak Toba bukan hanya urusan ayah dan ibu kedua calon pengantin, tetapi merupakan urusan semua keluarga, karena itu orang tua calon pengantin akan mengumpulkan semua anggota keluarga di rumah mereka masing-masing dan yang hadir dalam upacara ini terutama menyangkut dalihan na tolu yaitu hula-hula, boru, dongan sabutuha, dan dongan sahuta (teman sekampung).
7. Marunjuk
Marujuk adalah saat berlangsungnya upacara perkawinan, upacara perkawinan pada masyarakat Batak Toba ada dua macam yaitu alap dan taruhon jual. alap jual adalah suatu upacara adat perkawinan Batak Toba yang tempat upcara perkawinan dilaksanakan di tempat atau di kampung perempuan.
Pengantin perempuan dijemput oleh pengantin laki-laki bersama orang tua, kaum kerabat dan para undangan ke rumah orang tuanya. Pihak pengantin laki-laki sering menyebut istilah ini mangalap boru( menjemput pengantin perempuan). Pada acara merunjuk inilah akan berjalan semua upacara perkawinan dari makan sibuhai-buhai, pembagian, dan mangulosi.

8. Paulak Une
Acara ini dimasukkan sebagai langkah agar kedua belah pihak bebas saling kunjung mengunjungi setelah beberapa hari berselang setelah upacara perkawinan yang biasanya dilaksanakan seminggu setelah upacara perkawinan, pihak pengantin laki-laki dan kerabatnya, bersama pengantin pergi ke rumah pihak orang tua pihak pengantin perempuan. Kesempatan inilah pihak perempuan mengetahui bahwa anak perempuanya betah tinggal di rumah mertuanya.

9. Maningkir Tangga
Upacara ini pihak perempuan pergi mengunjungi pengantin dirumah pihak laki-laki, dimana mereka makan bersama melakukann pembagian jambar. Pada hakekatnya maningkir tangga ini dimaksudkan agar pihak perempuan secara langsung melihat dari keadaan putrinya dan suaminya karena bagaimanapun mereka telah terikat oleh hubungan kekeluargaan dan sekaligus memberi nasehat dan bimbingan kepada pengantin dalam membina rumah tangga.
Kesepakatan pada nilai-nilai sosial merupakan dasar yang penting bagi banyak kelompok, terutama dalam perkawinan. Tiap-tiap pasangan perkawinan mempunyai nilai-nilai budaya sendiri, hal-hal yang dianggap penting oleh masing-masing pihak. Jarang sekali hal ini disepakati secara lengkap. Setiap pasangan dapat berbeda keinginannya dalam menentukan hal-hal seperti pengaturan keuangan, rekreasi, agama, memperlihatkan kasih sayang, hubungan-hubungan dengan menantu mereka, dan tata cara.
Nilai-niali sosial meliputi berbagai pola-pola tingkah laku yang luas. Suatu nilai yang penting adalah perkawinan itu sendiri. Pada dasarnya, sikap terhadap perkawinan, seperti suatu nilai sering merupakan faktor penentu dalam keberhasilan perkawinan. Bagi kebanyakan orang, perkawinan adalah nilai tunggal mereka paling penting, dan mereka akan berbuat segalanya yang dapat mereka lakukan untuk menyesuaikan secara memuaskan.






DAFTAR ARTIKEL WBC