WORLD BATAK COMMUNITY

*Horas Jala Gabe ma Dihita Saluhutna *Horas Tondi Mandingin Pir ma Tondi Matogu,Sayur Matua Bulung *Horas Banta Haganupan,Habonaran do Bona *Majuah-juah Kita Krina *Njuah-juah Mo Banta Karina*

Minggu, 27 Desember 2015

TUTORIAL SOFTWARE KAMUS BATAK - INDONESIA UNTUK PC

Kali ini saya akan mencoba memposting tentang software sederhana kamus Batak di PC. Software sederhana ini akan membantu anda menterjemahkan  arti  sebuah  kata dalam bahasa Batak kedalam bahasa Indonesia. Software ini saya temukan dari salah satu blog dan saya mencoba  berbagi dengan dongan-dongan yang sering berkunjung ke World Batak Community  blog dan sosial media Facebook.
Tanpa berlama-lama lagi (agar kuota internet aja tidak terlalu banyak habis ..he..he...he..), maka akan saya jelaskan mulai dari mendownload sampai cara menggunakannya.

1.Download software KAMUS BATAK yang sudah saya simpan di www.4shared.com. Silahkan klik tombol download  dibawah ini.

 
 2. Setelah selesai silahkan di extract maka akan kelihatan file dengan extension .exe

 
 3. Selanjutnya istall dengan cara mengklik 2 x, maka akan muncul seperti ini dan kemudian  klik RUN
          

  4. Setelah selesai proses instal akan muncul seperti ini hasilnya.


    5.Cara menggunakannya adalah : masukkan salah satu huruf atau kata pada kotak sebelah kiri,
Kemudian di kotak sebelah kanan akan muncul artinya dalam bahasa indonesia dan juga kata-kata   yang mirip dengan kata yang anda ketikkan di kotak sebelah kiri tadi beserta   artinya dalam bahasa  Indonesia.
Misalnya : kata mangopo yang artinya dalam bahasa indonesia adalah percuma, sia-sia. mubazir,sayang.       


Demikianlah postingan saya tentang tutorial software kamus Batak - Indonesia yang sederhana di PC
(komputer) untuk pengguna hp android & BB akan saya posting di postingan-postingan berikutnya.
Semoga bermamfaat.

Minggu, 13 Desember 2015

PARTUTURON BATAK TOBA

Dalam kehidupan orang Batak sehari-hari, kekerabatan (partuturon) adalah kunci pelaksanaan dari falsafah hidupnya. Kekerabatan itu pula yang menjadi semacam tonggak agung untuk mempersatukan hubungan darah, menentukan sikap kita untuk memperlakukan orang lain dengan baik.
Panggilan dalam bahasa batak memang cukup rumit dan sangat banyak jikalau dibandingkan dengan suku lain dan kerumitan ini juga menjadi ciri khas tersendiri bagi orang Batak. Berikut partuturon  yang ada didalam suku batak seperti yang saya dapatkan dari buku  bapak P.L Simatupang.

1. Ahu = aku, saya
2. Anak = anak laki-laki
3. Amang parsinuan = ayah, bapak.
4. Amang = sapaan umum menghormati kaum laki-laki.
5. Amanta = amanta raja, dalam sebuah acara pertemuan.
6. Amanguda = adik laki-laki dari ayah kita.
7. Amanguda = suami dari adik ibu kita.
8. Amangtua = abang dari ayah kita.
9. Amangtua = suami dari kakak ibu kita sendiri.
10. Amanguda/amangtua = suami dari pariban ayah kita.
11. Angkang = abang. Angkangdoli, abang yang sudah kawin.
12. Angkang boru = isteri abang. Kakak yang boru tulang kita.
13. Anggi = adik kita (lk), adik (pr) boru tulang kita.
14. Anggi doli = suami dari anggiboru. Adik (lk) sudah kawin.
15. Anggiboru = isteri adik kita yang laki-laki.
16. Amangboru = suami kakak atau adik perempuan ayah kita.
17. Amangtua/inangtua mangulaki = ompung ayah kita.
18. Ama Naposo = anak (lk) abang/adik dari hula-hula kita.
19. Angkangboru mangulaki = namboru ayah dari seorang perempuan.
20. Ampara = penyapa awal sealur marga, marhaha-maranggi.
21. Aleale = teman akrab, bisa saja berbeda marga.
22. Bao, amangbao = suami dari eda seorang ibu.
23. Bao, inangbao = isteri dari tunggane kita (abang/adik isteri).
24. Bere = semua anak (lk + prp) dari kakak atau adik prp kita.
25. Bere = semua kakak/adik dari menantu laki-laki kita.
26. Boru = semua pihak keluarga menantu lk kita / amangboru.
27. Boru = anak kandung kita (prp) bersama suaminya.
28. Borutubu = semua menantu (lk) / isteri dari satu ompung.
29. Boru Nagojong, borunamatua = keturunan namboru kakek.
30. Boru diampuan = keturunan dari namboru ayah.
31. Bonatulang = tulang dari ayah kita.
32. Bona niari = tulang dari kakek kita.
33. Bonaniari binsar = tulang dari ayah kakek kita.
34. Damang = ayah = bapak
35. Damang = sebutan kasih sayang dari anak kepada ayah mereka.
36. Damang = digunakan juga oleh ibu kepada anaknya sendiri.
37. Dainang = sebutan kasih sayang anak kepada ibu mereka.
38. Dainang = digunakan uga oleh ayah kepada anak perempuannya.
39. Daompung = baoa+boru, kakek atau nenek kita.
40. Datulang = sebutan hormat khusus kepada tulang.
41. Dahahang (baoa+boru) = abang kita atau isterinya.
42. Dongan saboltok, dongan sabutuha (sebutan lokal).
43. Dongantubu = abang adik, serupa marga.
44. Dongan sahuta = kekerabatan akrab karena tinggal dalam satu huta.
45. Dongansapadan = dianggap semarga karena diikat oleh padan/janji.
46. Eda = kakak atau adik ipar antar perempuan.
47. eda = sapa awal antara sesama wanita.
48. Hahadoli = sebutan seorang isteri terhadap abang (kandung) suaminya.
49. Haha doli = abang dari urutan struktur, dapat juga tidak semarga lagi.
50. Haha = abang. No. 48 & 49, berbeda sekali artinya.
51. Hahaboru = isteri abang kita, yang dihormati.
52. Haha Ni Hela = abang dari mantu kita.
53. Haha Ni Uhum = paling tua dalam silsilah sekelompok.
54. Hula-hula = keluarga abang/adik dari isteri kita.
55. Hela = menantu (lk) kita sendiri.
56. Hela = juga terhadap suami anak abang/anak adik kita.
57. Hami = sebutan kita terhadap pihak sebelah kita sendiri.
58. Hamu = sebutan atas pihak lawan bicara.
59. Hita = menunjuk kelompok kita sendiri.
60. Halak = menunjuk kepada kelompok orang lain.
61. Ho, kau = terhadap satu orang tertentu, tutur bawah kita.
62. Halak i = dihormati karena pantangan, terhadap bao, parumaen.
63. Ibebere = keluarga dari suami bere kita yang perempuan.
64. Ito, iboto = kakak atau adik perempuan kita, serupa marga.
65. Ito = tutur sapa awal dari lk terhadap prp atau sebaliknya.
66. Ito = panggilan kita kepada anak gadis dari namboru.
67. Iba = ahu, saya.
68. Ibana = dia, penunjuk kepada seseorang yang sebaya kita.
69. Inang =  ibu. Juga sebutan kasih kepada puteri kita.
70. Inang(simatua) = ibu mertua.
71. Inangbao = isteri dari hula-hula atau tunggane kita.
72. Inanta = sebutan penghormatan bagi wanita, sudah kawin.
73. Inanta soripada = kaum ibu yang lebih dihormati dalam acara.
74. Inanguda = isteri dari adik ayah. Ada juga inanguda marpariban.
75. Inangtua = isteri dari abang ayah. Juga inangtua marpariban.
76. Inangbaju = semua adik prp dari ibu kita, belum kawin.
77. Inangnaposo = isteri dari paraman/amangnaposo kita.
78. Indik-indik = cucu dari cucu prp kita. Sudah amat jarang ada.
79. Jolma, jolmana, = isterinya. Jolmangku = isteriku.
80. Lae = tutur sapa anak laki-laki tulang dengan kita (lk).
81. Lae = tutur sapa awal perkenalan antara dua laki-laki.
82. Lae = suami dari kakak atau adik kita sendiri (lk)
83. Lae = anak laki-laki dari namboru kita (lk)
84. Maen = anak-gadis dari hula-hula kita.
85. Marsada inangboru = abang adik karena ibu kita kakak-adik.
86. Namboru = kakak atau adik ayah kita. Sudah kawin atau belum.
87. Nantulang = isteri dari tulang kita.
88. Nasida = penunjuk seseorang yang dihormati. Atau = mereka.
89. Nasida, halk-nasida = amat diormati karena berpantangan.
90. Natoras = orangtua kandung. Angkola = natobang.
91. Natua-tua = orangtua yang dihormati. Misalnya: amanta natua-tua i.
92. Nini = anak dari cucu laki-laki.
93. Nono = anak dari cucu perempuan kita.
94. Ondok-ondok = cucu dari cucu laki-laki kita. Sudah jarang.
95. Ompung, ompungdoli, ompung suhut = ayah dari bapak kita.
96. Ompungbao, daompung = orangtua dari ibu kandung kita.
97. Ompungboru = ibu dari ayah kita.
98. Pahompu = cucu. anak – anak dari semua anak kita.
99. Pinaribot = sebutan penghormatan kepada wanita dalam acara.
100.Paramaan = anak (lk) dari hula-hula kita.
101.Parboruon = semua kelompok namboru atau menantu (lk) kita.
102.Pargellengon = idem- tetapi lebih meluas.
103.Parrajaon = semua kelompok dari hula-hula dan tulang kita.
104.Pariban = abang-adik karena isteri juga kakak-beradik.
105.Pariban = semua anak prp dari pihak tulang kita.
106.Pariban = anak prp yang sudah kawin, dari pariban mertua prp.
107.Parumaen = mantu prp. isteri anak kita.
108.Pamarai = abang atau adik dari suhut utama, orang kedua.
109.Rorobot, tulangrorobot = tulang isteri (bukan narobot).
110.Sinonduk = suami. Parsonduk bolon = isteri, pardijabu.
111.Simatua doli dan simatua boru = mertua lk dan prp.
112.Simolohon = simandokhon = iboto, kakak atau adik lk.
113.Suhut = pemilik hajatan. Paidua ni suhut, orang kedua.
114.Tulang = abang atau adik dari ibu kita.
115.Tulang/nantulang = mertua dari adik kita yang laki-laki.
116.Tulang naposo = paraman yang sudah kawin.
117.Tulang Ni Hela  = tulang dari pengantin laki-laki.
118.Tulang/nantulang mangulaki = panggilan cucu kepada mertua.
119.Tunggane = semua abang dan adik (lk) dari isteri kita.
120.Tunggane = semua anak laki-laki dari tulang kita.
121.Tunggane doli, amang siadopan, amanta jabunami = suami
122.Tunggane boru, inang siadopan, pardijabunami, = isteri.
123.Tunggane huta = raja dalam sebuah huta, kelompok pendiri huta.
124.Tuan doli = suami.
125.Tuan boru = isteri

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda terutama  yang sudah diperantauan  tentang partuturan suku Batak.

Kamis, 10 Desember 2015

PARMESANA SAMPULU DUA (ZODIAK BATAK)

Selama ini kita mengenal Ilmu Astrologi itu berasal dari Yunani atau China. Tapi ternyata nenek moyang
orang Batak sesungguhnya juga sudah mengenal perkiraan waktu dan rasi bintang sejak dulu. Menurut Suku
Batak, kelahiran seseorang dikatakan dengan 'Masiboan Pordana do tu langgu ni sasabi, masiboan bagianna do tu si ulu balang ari'.



Berikut akan kita bahas satu persatu Parmesana Sampulu Dua atau Zodiak Batak :

 1. Marhumba (9 Februari - 10 Maret)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Hudon atau Periuk
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Marhumba adalah :
- mempunyai sifat sosial
- gampang menyesuaikan diri dengan orang banyak atau gampang bergaul.
- Mereka juga punya banyak ide
- Sering pelupa atau sering dianggap ingkar janji



2. Mena (11 Maret - 12 April)

 Zodiak ini dilambangkan dengan simbol ikan.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Mena adalah :
- Suka mengalh
- Lincah
- Suka bergaul
- Rukun tapi pelit
- Suka dengan perdamaian atau tidak suka keributan


 3. Gorda (13 April - 14 Mei)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Kambing.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Gorda adalah :
- Gorda itu sedikit cengeng
- Suka mencoba tantangan-tantangan baru
- Gorda juga memiliki wawasan yang luas
- Tidak mudah menyerah
- Mempunyai jiwa kepemimpinan


 4. Marsoba (15 Mei - 16 Juni)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Kupu-kupu.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Marsoba adalah :
- Sifat sabar
- Telaten tapi agak lambat
- Pandai berhemat
- Mudah frustasi dan rapuh



 5. Nituna (17 Juni - 18 Juli)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol cacing.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Nituna adalah :
- Sifat plin plan atau suka berubah-ubah pendiriannya
- Suka mencoba hal-hal baru
- Punya wawasan yang luas




6. Makara (19 Juli - 20 Agustus)


Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Kepiting.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Makara adalah :
- Memiliki perasaan yang halus
- Sukanya menyendiri
- Penyayang
- Hidupnya sederhana banget dan nggak suka foya-foya



7. Babiat (21 Agustus - 22 September)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Singa.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Babiat adalah :
- Seorang pemberani
- Jujur
- Suka berterus terang
- Disukai banyak orang
- Suka temperamen namun gampang redanya


8. Hania (23 September - 24 Oktober)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol burung.
 Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Hania adalah :
- Punya sifat yang baik dan suci.
- Sangat kritis
- Kalau ada yang menarik perhatiannya, pasti akan dikejar sampai dapat.
- Tidak suka jadi pusat perhatian
- Biasanya punya insting yang kuat


9. Tola (25 Oktober - 26 November)


Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Pohon.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Tola adalah :
- Gampang tersinggung
- Perasaannya sangat halus
- Suka plin plan
- Lama dalam mengambil keputusan
- Tidak gampang bergaul dan cenderung tertutup
- Suka bergaya modis



10. Martiha (27 November - 28 Desember)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Batu.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Martiha adalah :
- Keras dan tidak mudah digoyahkan pendiriannya
- Punya semangat yang kuat
- Bersifat tertutup
- Ulet
- Tapi nggak begitu suka bercanda
- Cenderung Kaku

 11. Dano (29 Desember - 30 Januari)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Air.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Dano adalah :
- Orang yang berani mengambil risiko
- Cerdas
- Rajin
- Teliti
- Jiwa sosialnya tinggi
- Terkadang suka menyombongkan dirinya





12. Harahata (31 Januari - 8 Februari)

Zodiak ini dilambangkan dengan simbol Kodok.
Sifat-sifat yang dimiliki orang yang mempunyai zodiak Harata adalah :
- Takut mengerjakan sesuat
- Tidak gampang menyerah
- Gampang percaya omongan orang lain
- Selalu bersikap psositif thinking





MANA ZODIAK MU ...???

Minggu, 29 November 2015

HAL-HAL RELIGIUS DALAM SUKU ADAT BATAK

Seluruh masyarakat Batak yang berdiam di tanah batak dan di kisahkan di cerita ini orang suku Batak belum mempunyai agama atau anemisme,lingkungan hidup dan prilaku orang suku Batak di bimbing oleh hal-hal yang berbau religius,magis dan sedikit barbau gaib. Penyelenggaran ritual adat suku Batak saat ini berasal dari ritual adat suku Batak tempo dulu,yang pada dasarnya terfokus pada permohonan,keselamatan dan berkat dari mula Jadi nabolon,penguasah alam semesta dan roh-roh  leluhur yang di percayai oleh masyarakat suku Batak tempo dulu.

1.Tondi
Tondi atau roh yang tidak kelihatan yang menyertai manusia yang dipercaya oleh masyarakat suku Batak tempo dulu yang menjadi patokan atau sumber adhikodrati,tondi atau roh yang terdapat pada masyarakat suku Batak memiliki perbedan alias tidak sama.

- Dalam kejadian tertentu,tondi dapat pergi meninggalkan badan orang tersebut atau istilah dalam bahasa batak (habang tondinya) untuk sementara,tondi atau roh akan pergi selamanya jika tubuh dari seseorang tersebut telah mati (meninggal).
- Hal-hal yang menyebabkan tondi pergi sementara meningggalkan jasad orang tersebut antara lain : saat tidur,sakit keras,pada saat terkejut,pada saat mengalami peristiwa yang luar biasa,kebakaran,kecelakaan dan lain-lain.
- Tondi dapat juga berada di posisi yang lemah dan hal ini biasanya jika orang tersebut dalam keadaan hamil 7 bulan,seorang lajang yang akan pergi merantau jauh dari keluarga dan lain-lain.
- Ritual ''Paulak Tondi'' menjadi hal-hal yang dilakukan jika tondi seseorang tersebut dalam keadaan pergi atau lemah.

2.Sahala atau Kuasa Tondi
Sahala adalah atribut dan daya kuasa khusus yang setiap orang Suku Batak memilikinya,tetapi tidak sama besarnya pada semua orang,selain kuasa tondi ada perbedaan khas antara kondisi roh orang-orang.

- Sahala setiap orang dapat dengan aktif mempengaruhi yang lain dengan cara yang bermacam-macam.
- Sahala juga dapat dipindahkan dari orang yang satu ke orang yang lain,tetapi tidak semua orang dapat dengan manjur memindahkan sahalannya ke orang lain atau mendapat sahala dari orang lain.
- Sahala bisa manjur dipindahkan ditentukan oleh Ikatan persaudaraan atau darah orang yang akan melakukan pemindahan sahala tersebut.
- Intinya,tidak semua orang berada dalam posisi yang dapat dan manjur memindahkan sahalanya kepada orang lain.

Berikut Hal-hal yang ada Kaitannnya dengan Orang yang dapat memidahkan Sahalanya :
  1.  Hula-hula ada borunya
  2.  Orang tua pada anaknya
  3.  Opung pada cucunya
  4.  Guru pada muridnya
  5.  Orang yang menjadi panutan di lingkungan atau kehidupan orang tersebut
  6.  Pemimpin atau Raja Batak
  7.  Datuk atau dukun yang dipercaya memiliki sahala yang lebih kuat dari orang tersebut

Berikut sarana atau alat-alat yang dipergunakan dalam pemindahan sahala :
  • Ulos
  • Beras
  • Ikan
  • Tabas-tabas atau doa kepada Mula jadi Nabolon
Demikianlah hal-hal yang terdapat dalam suku Batak yang mungkin dalam jaman modern ini sudah tidak ering lagi kita temukan, namun dalam sejarah peradaban nenek moyang suku Batak jaamn dulu hal ini tidak dapat dilepaslkan dalam kehidupan sehari-hari.

http://berandabatak.blogspot.com

SENI ARSITEKTUR SUKU BATAK /UKIRAN KHAS BATAK (GORGA)

Gorga Batak Toba adalah kesenian ukir ataupun pahat yang biasanya terdapat pada bagian luar (eksterior) rumah adat Batak Toba dan alat kesenian (gendang, serunai, kecapi), dan lain sebagainya.Gorga dapat disebut sebagai corak atau motif yang tidak hanya dipahat/diukir tapi juga dilukis, dan pada umumnya Gorga Batak hanya menggunakan cat tiga warna : merah, hitam, dan putih. Gorga ada dekorasi atau hiasan yang dibuat dengan cara memahat kayu, namun sekarang ini sudah sebagian direlif dengan Semen pada rumah-rumah batak permanen dan kemudian mencatnya dengan tiga macam warna.Warna yang tiga macam ini disebut tiga bolit. Bahan-bahan untuk Gorga ini biasanya kayu lunak yaitu yang mudah dikorek/dipahat. Biasanya nenek-nenek orang Batak memilih kayu ungil atau ada juga orang menyebutnya kayu ingul. Kayu Ungil ini mempunyai sifat tertentu yaitu antara lain tahan terhadap sinar matahari langsung, begitu juga terhadap terpaan air hujan, yang berarti tidak cepat rusak/lapuk akibat kena sengatan terik matahari dan terpaan air hujan. Kayu Ungil ini juga biasa dipakai untuk pembuatan bahan-bahan kapal/perahu di Danau Toba.

Bahan-Bahan Cat Pewarna
Bahan-bahan cat untuk pewarna pada zaman dahulu secara alami, Nenek moyang orang Batak Toba menciptakan catnya sendiri, yakni :

1. Cat Warna Merah diambil dari batu hula, sejenis batu alam yang berwarna merah yang tidak dapat ditemukan disemua daerah. Cara untuk mencarinya pun mempunyai keahlian khusus. Batu inilah ditumbuk menjadi halus seperti tepung dan dicampur dengan sedikit air, lalu dioleskan ke ukiran itu.
2. Cat Warna Putih diambil dari tanah yang berwarna Putih, tanah yang halus dan lunak dalam bahasa Batak disebut Tano Buro. Tano Buro ini digiling sampai halus serta dicampur dengan sedikit air, sehingga tampak seperti cat tembok pada masa kini.

3. Cat Warna Hitam diperbuat dari sejenis tumbuh-tumbuhan yang ditumbuk sampai halus serta dicampur dengan abu periuk atau kuali. Abu itu dikikis dari periuk atau belanga dan dimasukkan ke daun-daunan yang ditumbuk tadi, kemudian digongseng terus menerus sampai menghasilkan seperti cat tembok hitam pada zaman sekarang.

Jenis/Macamnya Gorga Batak
Menurut cara pengerjaannya ada 2 jenis yaitu :

1. Gorga Uhir yaitu Gorga yang dipahatkan dengan memakai alat pahat dan setelah siap dipahat baru diwarnai
2. Gorga Dais yaitu Gorga yang dilukiskan dengan cat warna tiga bolit. Gorga dais ini merupakan pelengkap pada rumah adat Batak Toba. Yang terdapat pada bahagian samping rumah, dan di bahagian dalam.

Dilihat dari ornament dan gambar-gambarnya dapat pula Gorga itu mempunyai nama-namanya tersendiri yaitu:

1. Gorga Ipon-Ipon : terdapat dibahagian tepi dari Gorga; iponipon dalam Bahasa Indonesia adalah Gigi. Manusia tanpa gigi sangat kurang menarik, begitulah ukiran Batak, tanpa adanya ipon-ipon sangat kurang keindahan dan keharmonisannya. Ipon-ipon ada beraneka ragam, tergantung dari kemampuan para pengukir untuk menciptakannya. Biasanya Gorga ipon-ipon ini lebarnya antara dua sampai tiga sentimeter dipinggir papan dengan kata lain sebagai hiasan tepi yang cukup menarik.

2. Gorga Sitompi : Sitompi berasal dari kata tompi, salah satu perkakas Petani yang disangkutkan dileher kerbau pada waktu membajak sawah. Gorga Sitompi termasuk jenis yang indah di dalam kumpulan Gorga Batak. Disamping keindahannya, kemungkinan sipemilik rumah sengaja memesankannya kepada tukang Uhir (Pande) engingat akan jasa alat tersebut (Tompi) itu kepada kerbau dan kepada manusia.

3. Gorga Simataniari (Matahari) : Gorga yang menggambarkan matahari, terdapat disudut kiri dan kanan rumah. Gorga ini diperbuat tukang ukir (Pande) mengingat jasa matahari yang menerangi dunia ini, karena matahari juga termasuk sumber segala kehidupan, tanpa matahari takkan ada yang dapat hidup.

4. Gorga Desa Naualu (Delapan Penjuru Mata Angin) : Gorga ini menggambarkan gambar mata angin yang ditambah hiasan-hiasannya. Orang Batak dahulu sudah mengetahui/kenal dengan mata angin. Mata angin ini pun sudah mempunyai kaitan-kaitan erat dengan aktivitas-aktivitas ritual ataupun digunakan di dalam pembuatan horoscope seseorang/sekeluarga. Sebagai pencerminan perasaan akan pentingnya mata angina pada suku Batak maka diperbuatlah dan diwujudkan dalam bentuk Gorga.

5. Gorga Si Marogungogung (Gong) : Pada zaman dahulu Ogung (gong) merupakan sesuatu benda yang sangat berharga. Ogung tidak ada dibuat di dalam negeri, kabarnya Ogung didatangkan dari India. Sedangkan pemakaiannya sangat diperlukan pada pesta-pesta adat dan bahkan kepada pemakaian pada upacara-upacara ritual, seperti untuk mengadakan Gondang Malim (Upacara kesucian). Dengan memiliki seperangkat Ogung pertanda bahwa keluarga tersebut merupakan keluarga terpandang. Sebagai kenangan akan kebesaran dan nilai Ogung itu sebagai gambaran/ keadaan pemilik rumah maka dibuatlah Gorga Marogung-ogung.

6. Gorga Singa-Singa : Dengan mendengar ataupun membaca perkataan Singa maka akan terlintas dalam hati dan pikiran kita akan perkataan: Raja Hutan, kuat, jago, kokoh, mampu, berwibawa. Tidak semua orang dapat mendirikan rumah Gorga disebabkan oleh berbagai faktor termasuk factor social ekonomi dan lain-lain. Orang yang mampu mendirikan rumah Gorga Batak jelaslah orang yang mampu dan berwibawa di kampungnya. Itulah sebabnya Gorga Singa dicantumkan di dalam kumpulan Gorga Batak.

7. Gorga Jorgom : Ada juga orang menyebutnya Gorga Jorgom atau ada pula menyebutnya Gorga Ulu Singa. Biasa ditempatkan di atas pintu masuk ke rumah, bentuknya mirip binatang dan manusia.

8. Gorga Boras Pati dan Adop Adop (Buah Dada : Boras Pati sejenis mahluk yang menyerupai kadal atau cicak. Boras Pati jarang kelihatan atau menampakkan diri, biasanya kalau Boras Pati sering nampak, itu menandakan tanam-tanaman menjadi subur dan panen berhasil baik yang menuju kekayaan (hamoraon). Gorga Boras Pati dikombinasikan dengan tetek (susu, tarus). Bagi orang Batak pandangan terhadap susu (tetek) mempunyai arti khusus dimana tetek yang besar dan deras airnya pertanda anaknya sehat dan banyak atau punya keturunan banyak (gabe). Jadi kombinasi Boras Pati susu (tetek) adalah perlambang Hagabeon, Hamoraon sebagai idaman orang Batak.

9. Gorga Ulu Paung : Ulu Paung terdapat di puncak rumah Gorga Batak. Tanpa Ulu Paung rumah Gorga Batak menjadi kurang gagah. Pada zaman dahulu Ulu Paung dibekali (isi) dengan kekuatan metafisik bersifat gaib. Disamping sebagai memperindah rumah, Ulu Paung juga berfungsi untuk melawan begu ladang (setan) yang datang dari luar kampung. Zaman dahulu orang Batak sering mendapat serangan kekuatan hitam dari luar rumah untuk membuat perselisihan di dalam rumah (keluarga) sehingga tidak akur antara suami dan isteri. Atau membuat penghuni rumah susah tidur atau rasa takut juga sakit fisik dan berbagai macam ketidak harmonisan.


    https://id.wikipedia.org

Kamis, 26 November 2015

DALANI MA DALAN MU - PERMATA TRIO



 DALANI MA DALAN MU
Artist : Permata trio



 Sian mulana hita berkenalan
Jelas2 do i hudok tu ho
Manang na ise siboadi on
Siapa diri ku ini
Lambok do alus mi tu au da hasian
(bang...yang pentingkan satu hati, kalau harta sich
bang, itu nomor 6 dech, 1-5 kan pancasila).

Hape nuaeng dung sahat hita ito
Sering kita berselisih paham
Aku Kekanan dan engkau ke kiri
Tak pernah setujuan

Berulang kali huanju ho ito
Alai sohea kau dengarkan suaraku
Berulang kali huanju ho ito
Alai sohea kae dengarkan hatakku

Terserahlah, terserah ho ma
Apa keputusan mu
Dang sanggup au, aku tak mampu
Molo hola terus-terus manganju
Tumagon ma kau jalani jalan mu
Ku jalani jalan ku
Kumainkan main ku, kau mainkan main mu.
(alahhh... dulunya itu bang, sekarangkan lain
itu kawan-kawan juga pergi ke mall, masa aku terus
monggop terus di rumah... amangoi amanggg... cape deehhh...)


 Sumber : Youtube




Kamis, 19 November 2015

KULINER KHAS BATAK NANIARSIK (ARSIK)

Masakan Naniarsik atau aku biasa menyebutnya arsik adalah makanan khas batak yang belum (yang tidak
ditemukan ditempat lain). Rasanya sangat khas, karena selain menggunakan bumbu yang umum juga menggunakan bumbu khas batak seperti andaliman, asam gelugur dan rias (kecombrang).
Kecintaan masyarakat batak pada kuliner nusantara khususnya batak tidak saja karena rasanya yang enak tapi juga karena ingin kuliner tradisional ini bisa terus lestari dan suatu hari akan digemari juga oleh
generasi kita selanjutnya.
Selanjutnya  dalam artikel ini akan dijelaskan bahan-bahan, bumbu utama, bumbu pelengkap dan cara membuat naniarsik atau yang biasa disebut dengan arsik adalah sebagai berikut :



Bahan:
* 1 kg ikan mas
* 10-15 lonjor kacang panjang, potong-potong sepanjang telunjuk(bisa ditambahkan rebung dan kemangi). * 3-4 gelas air

Bumbu:
* 10 siung bawang merah
* 5 siung bawang putih
* 7 buah cabe merah
* 2 butir kemiri
* 1-2 ruas jari kunyit yang sudah tua
* 5 batang sereh (ambil bagian putihnya saja dan iris-iris)
* 1 ruas jari jahe
* 2 ruas jari lengkuas (Bisa dihaluskan ataupun dimemarkan saja)
* 1 sdm andaliman
* Garam secukupnya

Pelengkap:
* 5-10 lembar asam gelugur (kalau tidak ada bisa diganti air jeruk nipis)
* Bunga kecombrang secukupnya
* 2 lembar daun jeruk

Cara Membuat:
1. Haluskan semua bumbu, didihkan air beserta bumbu halus dan letakkan batang sereh yang sudah diambil
bagian putihnya didasar penggorengan yang berfungsi sebagai alas dan tentunya menambah nikmat rasa arsik
nantinya.
2. Setelah mendidih masukkan ikan mas, asam gelugur dan daun jeruk. Masak hingga ikan mas dan matang. Gunakan api kecil agar bumbu meresap sampai kedalam ikan mas.
3.Bila ikan mas sudah empuk masukkan kecombrang dan kacang panjang, masak hingga matang. Cicipi garamnya dan bila dirasa cukup matikan api. Angkat dan hidangkan.

Demikianlah sekilas tentang kuliner khas batak yang bernama naniarsik atau yang biasa disebut dengan arsik.





Rabu, 18 November 2015

CINTA SALELENG NA - ERICK SIHOTANG

CINTA SALELENG NA
Artist : Erick Sihotang
 
Ho do hasian na hu haholongi
Ho do na manggohi rohakki
Tung so muba au ito tung so mose holong ki
Hot do ho di rohakki
Aha pe naro na manggoda au 
Dang na olo au hasian
Holong na ias do i 
Na hulehon tu ho peop ma dirohami
  Cinta salelengna do na hulehon i
Denggan ma pikkiri asa tong togu janji na tapudun i
Cinta salelengna do ido na hulehon i
Sotung gabe sega hubungan tai, rap manjamoti ma hita
Aha pe naro na manggoda au 
Dang na olo au hasian
Holong na ias do i 
Na hulehon tu ho peop ma dirohami
Cinta salelengna do ido na hulehon i
Denggan ma pikkiri asa tong togu janji na tapudun i
Cinta salelengna do ido na hulehon i
Sotung gabe sega hubungan tai, rap manjamoti ma hita
Sotung gabe sega hubungan tai, rap manjamoti ma hita
 
 Sumber : Youtube

DAFTAR ARTIKEL WBC