WORLD BATAK COMMUNITY

*Horas Jala Gabe ma Dihita Saluhutna *Horas Tondi Mandingin Pir ma Tondi Matogu,Sayur Matua Bulung *Horas Banta Haganupan,Habonaran do Bona *Majuah-juah Kita Krina *Njuah-juah Mo Banta Karina*

Senin, 09 November 2015

HOLONG MANGALAP HOLONG - LAMTAMA TRIO

HOLONG MANGALAP HOLONG
Artist : Lamtama Trio

Tanganta marsitogu-toguan
Nang rohattape marsitomu-tomuan
Tama hita marsielek-elekan
Tonditai ma tutu marsigom-goman
Tabo do akka namartinodohon
Molo saroha mangula siulaon
Holong ma tabahen mangalap holong
Marsiurupan disude na sitaonon

Dihuta anggita siappudan
Diparmahana anakta paggoaran
Amangta nang inangta tu balian
Ibotota ma paradehon panganan

Tupa ma hita marsituppolan
Molo adong dihitaon parsalisian
Holong ma tabahen mangalap holong
Sai horasma jala gabe hitaon

Tonani da oppui
Opputta sijolo-jolo tubu
Somba marhula-hula
Sai manat mardongan tubu
Elek ma hita marboru
Sai ganup ma tutu maroha
Horas tondi madingin
Sai pir tondi matogu
Hita martahi sakkap
Sai Tuhanta mamasu-masu

 


MARGABUS - ARVINDO S & JONAR SITUMORANG

MARGABUS
Artist : Arvindo S & Jonar Situmorang

Margabus ho tu au ito.
Marmeammeam ho dijanjimi.
Gabe kecewa do rohangku dibaen ho.
Nungga lipe bei, holongku na tu ho.

Ai molo dang tutu holong roham.
Boasa ma undukkonon mu i.
Dang na hupaksa asa olo ho tu au.
Ai hodo namamukka parpadanan i.

Kejam nai ito pambahaenan mi.
Dang dialusi ho be au makkatai.
Disesa ho goar hu sian rohami.
Ditodo ho do sidoli na asingi.

Ai molo dang tutu holong roham.
Boasa ma undukkonon mu i.
Dang na hupaksa asa olo ho tu au.
Ai hodo namamukka parpadanan i.

Kejam nai ito pambahaenan mi.
Dang dialusi ho be au makkatai.
Disesa ho goar hu sian rohami.
Ditodo ho do sidoli na asingi.

Kejam nai ito pambahaenan mi.
Dang dialusi ho be au makkatai.
Disesa ho goar hu sian rohami.
Ditodo ho do sidoli na asingi.



Sumber : Youtube

TERUS TERANG MA HO - LAROSA SISTER

 TERUS TERANG MA HO
Artist : Larosa Sister

Songon naso somalna
Pamereng mi tu au ito
Songon na huida
Asing huida roham tu au

Sukkun-sukkun rohakku
Boasa gabe muba ho
Aha do boccir na
Hatahon jo tu au

Aha salana hatahon denggan ito
Unang sai marsak rohakku ito
Terus terang ma ho aha na sala
Pambahenanku tuho ito

Paboama tu au, paboa hasian
Sai anjuoku, sai anjuoku do ho






Sumber : Youtube

BORHAT MA HO AMANG - THE HEART SISTER

 BORHAT MA HO AMANG
Artist : The Heart Sister

Molo naikkon borhat nama ho amang
Manadingkon au inangmon
Burju-burju maho diparjalangan mi
Sai jumpang ma amang napinarsinta mi

Soadong naboi tarbahen au
Pabohathon ho tunadao
Soganda holan gabbas sisapponggol i
Natarpatupa au tuho amang

Aut na au nian nampuna sidumadang ari i
Dongan-dongananhu ho unang lilu dalan mi
Aut na au nian nampuna sirumpmdang bulan i
Sulu-suluonhu ho dihaholomon i





MENGAPA JIKA MEMANGGIL NAMA ASLI DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA DIANGGAP TABU ?


Nama adalah sebuah identitas yang memudahkan kita mengidentifikasi dan mengenal seseorang, dengan adanya nama akan memudahkan kita dalam mengingat seseorang. Namun mengapa dalam masayarakat Batak Toba itu menyebutnama seseorang yang lebih tua dari kita itu dianggap tabu?  Dan terkadang kita dianggap tidak punya etika dan sopan santun jika menyebutkan nama seseorang yang lebih tua (misalnya orang tua).

Menyebut-nyebut dan memanggil nama asli adalah hal yang cukup sensitif bagi masyarakat Batak Toba, bahkan anak kecil sekalipun akan berkelahi jika seseorang menyebut nama asli dari ayahnya. Jadi, apa gunanya nama jika bukan untuk disebut dan dipanggil? Disinilah letak keunikan dan budaya tenggang rasa masyarakat Batak Toba yang cukup tinggi, bahwa pantang menyebut nama yang sudah tergolong terhormat, nama asli sudah dianggap secara pribadi dan memiliki makna tersendiri. Begitu halnya dalam perkenalan diri masyarakat Batak Toba saat memperkenalkan diri selalu menyebut nama dan marga yang dianggap orang lain orang Batak suka menunjukkan kedaerahan dan kolot, tetapi sebenarnya penyebutan marga adalah implementasi dari Dalihan Natolu (Somba marhula-hula, Elek marboru,Manat mardongan tubu) agar seorang Batak dengan Batak yang lain jangan sampai salah dalam hal kekerabatan. Harus somba(menyembah: sopan terhadap hula-hula/Paman), harus elek marboru(bersifat membujuk terhadap boru/anak), dan manat mardongan tubu( berjaga-jaga/sopan dengan dongan tubu).

Jika ingin bersahabat dengan masyarakat batak Toba panggillah ia dengan marganya tidak dengan nama
aslinya. Tetapi dalam hal semarga terasa aneh dan kurang sopan jika memanggil dengan marga, misalnya
saya marga Simanjuntak akan kurang sopan dan kurang beradat jika saya memanggil teman saya yang lain
Simanjuntak dengan memanggil marganya, disinilah letak keunikan Batak Toba itu jika sudah saling tahu
orang Batak maka selanjutnya adalah mencari tahu tingkat kelahiran untuk panggilan yang lebih sopan.
Kesimpulannya adalah bahasa yang halus dan kasar dalam pergaulan adalah budaya dalam pergaulan
sehari-hari. Menyebut dan memanggil seseorang harus bergantung pada stratipikasi sosialnya agar hikmat
dari kekerabatan dapat terjaga. Orang Batak selalu menunjukkan marga dan memang harus tidak malu
menjadi orang Batak bukan menunjukkan kalau orang Batak masih kolot dan bersifat kedaerahan, melainkan
bahwa Batak memiliki rasa tenggang rasa yang tinggi terhadap sesama Batak terlebih terhadap suku atau
agama lain.

Sabtu, 07 November 2015

10 BORU BATAK PEMAIN TAGANING

Gondang Batak tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari khususnya bagi orang Batak. Biasanya semua pemain Gondang Batak itu di mainkan oleh laki-laki. Kali ini kita akan membahas para pemain taning gondang batak yang cantik-cantik.

1. Sinta Dewi Fransisca Simamora
Pemain taganing gondang batak yang satu ini sudah terlalu terkenal sejagat youtube tapi wajarlah tinggalnyapun di ibukota. Boru batak yang santik ini adalah Sinta Dewi Fransisca Simamora. Setiap penampilannya menabuh taganing selalu mendapat perhatian orang disekitarnya. Sangkin terkenalnya boru batak yang satu ini dia sudah pernah berkolaborasi dengan musisi batak terkenal seperti Korem Sihombing. Kini Sinta sudah mengeluarkan albumnya yakni Sinta Simamora (Sinta Nauli Group) – Gondang Batak.

2.  Triastita Isaura Erika Simbolon
Panjang kali bah namanya. Boru batak yang satu ini cukup kalem kali kan. Video yang di upload oleh Yahiko YagamiGrey sejak Januari 2015 sudah ditonton sebanyak 2,624 kali Meski cuma 2 videonya di youtube Erika Simbolon kita masukkan ke daftar 10 Boru Batak Pemain Taganing Gondang Batak.

 3. Yus Tobing
 Boru batak ini tampak energi kali bermain taganingnya. Pokoknya bersemangat awak nengoknya. Dia sambil senyum dan mengerak-gerakkan anggota tubuhnya, sambil mengiring lagu simalungun disebuah acara pernikahan. Selain bermain taganing, Yus Tobing juga bisa loh bermain alat musik lainnya sambil bernyayi pula.

4. Boru Simanjuntak dan Boru Sidabutar
Kedua boru batak ini adalah Remaja HKBP Sudirman Jakarta yang berkesempatan tampil disebuah acara gereja. Para pemain gondang batak dalam video ini adalah para remaja-remaja HKBP Sudirman bersama Martahan Sitohang sekaligus menjadi pelatih gondang batak

 5. Ella Sianturi
Boru batak ini masih duduk dibangku sekolah dasar namun sudah mahir kali bermain taganing gondang batak. Video yang diberi judul “Taganing ella” ini tampak sedang berlatih di gereja HKBP PuloMas.

 6. Zefa.
Juga masih duduk dibangku sekola dasar. Tempat dan alat musik taganing gondang batak yang dimainkan sama dengan yang di mainkan oleh Ella Sianturi. Sesi latihan yang direkam dan di upload ke youtube yang judulnya “Taganing Zefa arbab” lebih banyak yang menonton, sudah 2,623 kali.

7. Regina Princesa Sitohang.
Boru batak ini kini sudah berumur 13 tahun. Sejak diupload oleh Fernando Gurning di youtube tahun 2013 sudah ditonton sebanyak 4,834 kali. Dengan menggunakan gaun warna merah Regina boru Sitohang tampak cantik kan?! Masih umur 13 tahun udah jago kali bermain taganing tampil pula diacara pernikahan batak.

8. Boru Gultom 
Boru batak yang satu ini kabarnya sekarang kuliah di ITS. Senyumnya yang melebar membuat pesona boru Gultom ini bermain taganing jadi jago kali bah. Video yang di upload oleh Hernalom Gultom di Youtube sejak 2013 sudah di tonton sebanyak 2,848 kali. Judul video “Somba Ma Djahowa Debata” pada sebuah acara NHKBP Kayu Mas Jakarta dan NHKBP Jogyakarta.

9. Bayu Napitupulu.
Hampirnya sama terkenalnya dengan Sinta Dewi Fransisca Simamora, penampilan Bayu Napitupulu bermain Taganing Gondang Batak sudah terkenal sejagad Youtube. Sebanyak 24 klip video yang di youtube melalui channel sendiri “Bayu Napitupulu”.

10. Agry Arios.
Kalau kita perhatikan penampilannya luar biasa bah. Meski video ini baru saja di upload sejak Maret 13, 2015 masih di tonton sebanyak 96 kali. Video yang diberi judul “Agry Arios Main Taganing” terlihat sudah mahir bermain taganing gondang batak.



 Sumber : .gobatak.com

Jumat, 06 November 2015

KISAH DIBALIK ASAL USUL BATU GANTUNG

Batu Gantung adalah sebuah kisah yang begitu melegenda di kalangan masyarakat di  Sumut. Kisah kesedihan seorang gadis cantik yang berwujud batu gantung yang ada di tepi Danau Toba pun menjadikan lokasi tersebut diberi nama Parapat.
Cerita tersebut tidak pernah hilang dari ingatan kita semua, terutama ketika melintas dari Parapat. Batu gantung yang berada di tebing tepi Danau Toba tidak pernah terlewatkan untuk dilihat. Bahkan, tidak jarang warga yang ingin rekreasi atau sekedar melintas dari lokasi itu kerap singgah di tempat yang biasa disebut Panatapan.
Selain mata ingin melihat langsung batu gantung tersebut, ada pula yang sengaja memerankan legenda tersebut. Terbukti, sebuah stasiun televisi nasional, mengangkat thema kisah legenda Batu Gantung dalam acara OVJ, kemarin.
Meski legenda itu dibawakan penuh canda tawa dan humor, namun makna legenda kisah Batu Gantung tersebut masih tetap tersirat. Ditambah, beberapa lagu daerah Batak dibawakan oleh pemeran dalam acara tersebut. Beginilah, kisah legenda gadis cantik bernama Seruni yang berubah wujud menjadi batu karena ingin dinikahkan dengan pilihan orangtuanya.
Pada zaman dahulu kala di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba, hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain cantik, Seruni juga tergolong sebagai anak yang rajin karena selalu membantu kedua orangtuanya ketika mereka sedang bekerja di ladang yang hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Suatu hari, Seruni harus bekerja di ladang seorang diri karena kedua orangtuanya sedang ada keperluan di desa tetangga. Ia hanya ditemani oleh anjing peliharaannya yang diberi nama Si Toki. Sesampainya di ladang, Seruni hanya duduk termenung sambil memandangi indahnya alam Danau Toba.
Sementara anjingnya, Si Toki, ikut duduk di samping sambil menatap wajah majikannya yang tampak seperti sedang menghadapi suatu masalah. Sesekali, sang anjing menggonggong untuk mengalihkan perhatian Seruni apabila ada sesuatu yang mencurigakan di sekitar ladang.
Sebenarnya, beberapa hari terakhir Seruni selalu tampak murung. Hal ini disebabkan karena Sang Ayah akan menjodohkannya dengan seorang pemuda yang masih tergolong sepupunya sendiri. Padahal, ia telah menjalin hubungan asmara dengan seorang pemuda di desanya. Bahkan, mereka telah berjanji akan membina rumah tangga.
Keadaan ini membuatnya menjadi bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Ia pun mulai berputus asa. Di satu sisi, ia tidak ingin mengecewakan kedua orangtuanya. Namun, di sisi lain, ia juga tidak sanggup jika harus berpisah dengan pemuda pujaan hatinya.
Setelah merenung beberapa saat dan tanpa menghasilkan apa-apa, Seruni beranjak bangkit dari tempat ia duduk. Dengan berderai air mata, ia berjalan perlahan ke arah Danau Toba. Rupanya ia sudah sangat berputus asa dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara menceburkan diri ke Danau Toba.
Sementara Si Toki yang juga mengikuti majikannya menuju tepi danau hanya bisa menggonggong karena tidak tahu apa yang sedang berkecamuk di dalam benak Seruni.
Saat berjalan ke arah tebing di tepi Danau Toba, tiba-tiba ia terperosok ke dalam sebuah lubang batu besar hingga masuk ke dasarnya. Dan, karena berada di dasar lubang yang sangat gelap, membuat gadis cantik itu menjadi takut dan berteriak minta tolong kepada anjing kesayangannya.
Namun, karena Si Toki hanyalah seekor binatang, maka ia tidak dapat berbuat apa-apa kecuali terus-menerus menggonggong di sekitar mulut lubang.
Akhirnya gadis itu pun semakin putus asa dan berkata dalam hati, “Ah, lebih baik aku mati saja”.
Setelah berkata seperti itu, entah mengapa dinding-dinding lubang tersebut mulai merapat. “Parapat…! Parapat batu!,” seru Seruni agar dinding batu semakin merapat dan menghimpit tubuhnya.
Melihat kejadian itu, Si Toki langsung berlari ke rumah untuk meminta bantuan. Sesampainya di rumah, Si Toki segera menghampiri orang tua Seruni yang kebetulan sudah berada di rumah.
Sambil menggonggong, mencakar-cakar tanah dan mondar-mandir di sekitar majikannya, Si Toki berusaha memberitahukan bahwa Seruni dalam keadaan bahaya.
Sadar akan apa yang sedang diisyaratkan oleh si anjing, orangtua Seruni segera beranjak menuju ladang. Keduanya berlari mengikuti Si Toki hingga sampai ke tepi lubang tempat anak gadis mereka terperosok.
Ketika mendengar jeritan anaknya dari dalam lubang, Sang Ibu segera membuat obor sebagai penerang karena hari telah senja. Sementara Sang Ayah berlari kembali menuju desa untuk meminta bantuan para tetangga.
Tak berapa lama kemudian, sebagian besar tetangga telah berkumpul di rumah ayah Seruni untuk bersama-sama menuju ke lubang tempat Seruni terperosok. Mereka ada yang membawa tangga bambu, tambang dan obor sebagai penerangan.
Sesampainya rombongan di ladang, sambil bercucuran air mata, ibu Seruni berkata pada suaminya, “Pak, lubangnya terlalu dalam dan tidak tembus cahaya. Saya hanya mendengar sayup-sayup suara anak kita yang berkata: parapat, parapat batu…”
Tanpa menjawab pertanyaan istrinya, ayah Seruni segera melongok ke dalam lubang dan berteriak, “Seruniii…! Serunii…!” “Seruni…anakku! Kami akan menolongmu!” sang ibu ikut berteriak.
Beberapa kali mereka berteriak, namun tidak mendapat jawaban dari Seruni. Hanya suara Seruni terdengar sayup-sayup yang menyuruh batu di sekelilingnya untuk merapat dan menghimpitnya.
Warga yang hadir di tempat itu juga berusaha untuk membantu dengan mengulurkan seutas tambang hingga ke dasar lubang. Namun, sama sekali tidak disentuh atau dipegang oleh Seruni.
Merasa khawatir, Sang Ayah memutuskan untuk menyusul putrinya masuk ke dalam lubang, “Bu, pegang obor ini! Saya akan turun menjemput anak kita!”
“Jangan gegabah, Pak. Lubang ini sangat berbahaya!” cegah sang istri. “Benar Pak, lubang ini sangat dalam dan gelap,” sahut salah seorang tetangganya.
Setelah ayah Seruni mengurungkan niatnya, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan bumi pun bergoncang dahsyat yang membuat lubang secara perlahan merapat dan tertutup dengan sendirinya. Seruni yang berada di dalam lubang akhirnya terhimpit dan tidak dapat diselamatkan.
Beberapa saat setelah gempa berhenti, di atas lubang yang telah tertutup itu muncullah sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang seolah-olah menggantung pada dinding tebing di tepi Danau Toba. Orang-orang yang melihat kejadian itu mempercayai bahwa batu itu adalah penjelmaan dari Seruni dan kemudian menamainya sebagai “Batu Gantung”.
Dan, karena ucapan Seruni yang terakhir didengar oleh warga hanyalah “parapat, parapat, dan parapat”, maka daerah di sekitar Batu Gantung kemudian diberi nama Parapat. Kini Parapat telah menjelma menjadi salah satu kota tujuan wisata di Provinsi Sumut.
Tidak hanya itu, pengunjung wisata pun sengaja menyewa dan naik kapal dari Long Beach, Ajibata dan kapal kecil lainnya untuk melihat batu gantung tersebut dari atas danau
Sumber : mahasiswabatak.com

SEJARAH DAN MAKNA LAGU BUTET

Tak hanya orang Batak, Lagu ini bahkan sudah familiar bagi banyak orang diluar suku Batak. Lagu BUTET. Lagu yang mengalun dengan tempo pelan dan mendayu ini memang telah melegenda. Bagi anda yang belum tahu, Butet merupakan nama panggilan yang diberikan kepada seorang Bayi Perempuan yang belum diberi Nama secara "resmi". Untuk bayi laki-laki dipanggil dengan sebutan "Ucok". Lagu Butet merupakan salah satu Lagu Wajib Nasional, yang masuk dalam Kategori Lagu Perjuangan.

Berikut ini Lirik dari Lagu Butet :

Butet dipangungsian do amangmu ale butet
Da margurilla da mardarurat ale butet
Da margurilla da mardarurat ale butet

I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Butet sotung ngol-ngolan rohamuna ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet

I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Butet tibo do mulak au amangmu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale bute
Musunta ingkon saut do talu ale butet

I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Butet haru patibu ma magodang ale butet
Asa adong da palang merah ale butet
Da palang merah ni negara ale butet

I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge

Jika diartikan secara menyeluruh kedalam Bahasa Indonesia, lebih kurang artinya seperti ini :

Butet...Ayah mu sedang berada di pengungsian,
Bergerilya dalam darurart oh..butet (2x)
Butet..Janganlah pernah jemu hatimu puteri ku..
Menanti kabar berita oh butet

Ayah mu akan cepat pulang oh butet
Musuh kita harus dikalahkan oh butet

Butet...Cepatlah Besar anakku...
agar kelak kau menjadi Palang Merah
Palang Merah Negara Kita

Dari lirik dan pengertian Lagu Butet diatas, sedikit banyaknya kita telah mengetahu pesan/makna dari Lagu ini. 

Bagaimana Sebenarnya Kisah dibalik Lagu Butet ini ? Konon Lagu Butet diciptakan dan berkumandang pertama kalinya di Gua Nagar Timbul yang letaknya berada di tengah Hutan Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah. Menurut pengakuan warga Nagatimbul dan juga warga Sitahuis bahwa syair asli lagu Butet itu adalah seperti berikut.

“Butet…di Sitahuis do Amangmu ale Butet…
damancentak hepeng Orita ale Butet…
damancetak hepeng Orita ale Butet.."

Menurut pengakuan warga Sitahuis dan Desa Nagatimbul bahwa lagu itu dinyanyikan br Tobing warga Sitahuis sewaktu menina bobokan borunya (Butet dalam bahasa batak).

“Menurut sejarah, bahwa lagu Butet itu dinyanyikan di Gua perjuangan yang terdapat di hutan Nagatimbul ini, dimana masyarakat Sitahuis dan Nagatimbul bersembunyi di gua tersebut, sementara kaum pria waktu itu berada di Sitahuis untuk berjaga-jaga dan sebagian ada yang mencetak uang ORITA (Oeang Republik Tapanoloe, yang merupakan ejaan lama). Dimana waktu itu tempat percetakan uang ORITA adalah di Sitahuis. Sewaktu Putri br Tobing ini yang disebut Si Butet mau tidur ibunyapun menina bobokannya dengan lagu Butet,”

Setelah Sitahuis dikuasi Belanda dan menjadikan Desa Sitiris yang masih satu Kecamatan dengan Sitahuis menjadi markas Belanda, percetakan uang Orita itupun dibakar sibontar mata (sebutan bagi Penjajah Belanda) namun mesin cetak uang tersebut masih sempat diselamatkan dan dibawa kedalam gua perjuangan di hutan Nagatimbul. Aktivitas percetakan uangpun sempat berlanjut di gua tersebut, namun sangat disayangkan bahwa mesin cetak uang itu tidak diketahui dimana keberadaannya hingga saat.

“Kami tidak tahu lagi kemana mesin cetak tersebut dibawa para pejuang kita dulu, hanya saja menurut sejarahnya di gua perjuangan yang berada di hutan Nagatimbul masih sempat dicetak uang ORITA sebagai alat tukar yang sah waktu itu. Makanya Belanda terus mengejar dan berusaha untuk mengambil percetakan tersebut. Namun sangat disayangkan mesin cetak itu sampai saat ini tidak diketahui dimana keberadannya, apakah berhasil dibawa Belanda atau tidak,”aku Kepala Desa Nagatimbul R Pasaribu.

Menurut pengakuan Camat Sitahuis Joseph dan juga pemilik rumah yang berada dikawasan perkantoran Camat Sitahuis dan warga Sitahuis membenarkan bahwa di rumah Andareas Aritonang uang ORITA tersebut dicetak.

“Memang benar inilah rumah yang menjadi bukti sejarah tempat dicetaknya ORITA, memang rumah ini sudah mengalami pemugaran namun hanya bagian depan saja, itupun kami jadikan sebagai warung, sedangkan pada bagian tengah rumah dan loteng rumah ini masih bawaan rumah dulu. Dan diruang tengah inilah uang tersebut dicetak,”aku T br Simatupang (Op Jesri)

Lebih lanjut Op Jesri yang sudah berusia 81 tahun ini menuturkan, Belanda terus mencari dimana lokasi percetakan uang ORITA, karena dengan adanya uang ORITA, maka uang Belanda tidak berlaku waktu itu, akunya. Namun sangat disayangkan bahwa uang tersebut tidak adalagi dimiliki Op Jesri dan juga keluarganya.

“Memang dulu ada saya simpan, tapi saya tidak terfikir bahwa uang itu akan berarti nantinya, makanya keberadaan uang tersebut tidak terlampau kami pedulikan saat itu,”kata Op Jesri.

Op Jesri juga tidak mengingat lagi kapan uang tersebut dicetak di Sitahuis, demikian juga dengan warga sekitarnya, mereka hanya mengingat bahwa dirumah Andareas Aritonang uang ORITA dicetak, sedangkan dibagian depan rumah tersebut duluny ada gudang yang menjadi tempat penyimpanan barang-barang percetakan dan juga peralatan perang pejuang Tapanuli dulunya.

Sekarang kawasan tersebut suda berdiri rumah tinggal penduduk, termasuk dilahan yang dulunya gudang sudah menjadi rumah penduduk, sedangkan dikawasan sekitarnya sudah berdiri kantor Camat Sitahuis. Warga juga berharap agar bukti-bukti sejarah yang masih tertinggal dapat dirawat dan dilestarikan, karena suatu saat hal itu menjadi bukti sejarah yang sangat berarti bagi generasi berikutnya, apalagi Propinsi Tapanuli sudah terwujud nantinya akan menjadi sejarah baru bagi Propinsi Tapanuli yang kita harapkan dapat segera terwujud, harap warga.






                                                    Sumber : http://www.mahasiswabatak.com

DAFTAR ARTIKEL WBC