WORLD BATAK COMMUNITY

*Horas Jala Gabe ma Dihita Saluhutna *Horas Tondi Mandingin Pir ma Tondi Matogu,Sayur Matua Bulung *Horas Banta Haganupan,Habonaran do Bona *Majuah-juah Kita Krina *Njuah-juah Mo Banta Karina*

Sabtu, 12 Maret 2016

GAMBAR WALL DISEKITAR DANAU TOBA PART 2

Bagi anda yang suka memasang gambar atau foto di wall anda baik facebook maupun website atau blog untuk mempercantik tampilan wall anda, berikut saya share beberapa  foto menarik seputar alam danau toba yang saya seaching dari berbagai sumber di google.

Jika anda tertarik, silahkan simpan foto-foto berikut dengan cara mengklik kanan mouse anda dan selanjutnya simpan di laptop atau pc anda. Dikarenakan gambar-gambar ini cukup besar dan jika saya buat dalam ukuran yang sebenarnya akan terasa berat dan loadingnya agak berat. Untuk itu setelah anda copy perlu dikembalikan keukuran sebanarnya (resize) 851 pixel  X 315 pixel agar sesuai dengan ukuran wall di facebook.

Lokasi Balige (1)

Lokasi Balige (2)

Lokasi Balige (3)

Lokasi Balige (4)

Lokasi Balige (5)

Lokasi Balige (6)

Lokasi Balige (7)

Lokasi Balige (8)



GAMBAR WALL DISEKITAR DANAU TOBA PART 1

Bagi anda yang suka memasang gambar atau foto di wall anda baik facebook maupun website atau blog untuk mempercantik tampilan wall anda, berikut saya share beberapa  foto menarik seputar alam danau toba yang saya seaching dari berbagai sumber di google.
Jika anda tertarik, silahkan simpan foto-foto berikut dengan cara mengklik kanan mouse anda dan selanjutnya simpan di laptop atau pc anda. Dikarenakan gambar-gambar ini cukup besar dan jika saya buat dalam ukuran yang sebenarnya akan terasa berat dan loadingnya agak berat. Untuk itu setelah anda copy perlu dikembalikan keukuran sebanarnya (resize) 851 pixel  X 315 pixel agar sesuai dengan ukuran wall di facebook.

Lokasi Pulo Hole

Lokasi Sigapiton

Lokasi Silosung

Lokasi Sirungkungon

Lokasi Tele (1)

Lokasi Tele (2)

Lokasi Tigaraja (1)

Lokasi Tigaraja (2)



































Kamis, 10 Maret 2016

"AMAZING" TEMPAT WISATA SUMATERA UTARA

Sumatera Utara merupakan salah satu propinsi di indonesia yang berada di ujung sumatera ternyata memiliki segudang tempat wisata atau dengan kata lain menjadi surga bagi penikmat wisata. Beberapa tempat wisata di propinsi sumatera utara bukan hanya dikunjungi oleh wisatawan nusantara namun juga wisatawan manca negara. Berikut sejumlah tempat wisata  di propinsi sumatera utara yang cukup menarik "amazing" untuk dikunjungi.

1. Pulau Samosir
Pulau samosir, siapa yang tidak pernah mendengar nama pulau ini lagi. Pulau yang besar di tengah Danau toba ini sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia dan Dunia. Pulau samosir memang memiliki keindahan alam yang memukau, pulau ini juga memiliki daya tarik yang cukup tinggi, selain karena letaknya di tengah danau toba dan memiliki panorama alam yang sangat indah, pulau ini juga sarat dengan cerita-cerita kuno atau dongeng masyarakat yang terkait dari terjadinya pulau ini, dipadukan lagi dengan ilmu pengetahuan yang menyatakan bahwa pulau samosir terjadi karena letusan super volcano pada beberapa ratusan tahun yang lalu semakin membuat rasa penasaran banyak orang dari berbagai negara di dunia untuk datang dan menginjakkan kakinya di pulau ini.

2. Danau Toba
Danau Toba adalah danau yang paling terkenal di Indonesia karena ukurannya yang besar dan keunikan yang berupa adanya sebuah pulau di tengah Danau Toba. Dengan panjang sekitar 100 KM dan lebar sektiar 30 KM, Danau Toba adalah danau vulkanik yang terbesar di Asia Tenggara. Danau Toba adalah tempat wisata di Sumatera Utara yang paling terkenal, sehingga tidak perlu kuatir apabila anda ingin menginap di Danau Toba karena di sepanjang tepian Danau Toba banyak terdapat penginapan.

3. Danau Lau Kawar
Indonesia banyak memiliki gunung api yang masih aktif sampai sekarang, yaitu sekitar 100 gunung api yang masih aktif, seperti yang baru-baru saja terjadi salah satunya adalah meletusnya Gunung Sinabung pada Februari 2014 lalu yang banyak menimbulkan korban jiwa. Akan tetapi, dibalik meletusnya Gunung Sinabung tersebut terdapat sebuah danau dengan pesonanya yang indah, yaitu Danau Lau Kawar. Danau Lau Kawar itu sendiri terletak di kawasan ekosistem Leuser di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

4. Danau Linting

Berkunjung ke Medan, Sumatera Utara, pasti akan membuat Anda untuk menempatkan Danau Toba sebagai destinasi wisata Anda yang paling utama. Hal itu tidak bisa dipungkiri, sebab Danau Toba merupakan danau terbesar yang berada di Benua Asia. Kali ini, kami akan menggeser sedikit agenda Anda dengan memberitahu salah satu lokasi wisata yang tidak kalah hebatnya, yaitu Danau Linting. Jika Anda belum pernah mendengar satu hal apapun tentang danau yang satu ini

5. Aek Sijornih
Aek Sijornih mungkin kurang populer di telinga wisatawan karena memang tempat ini kurang diperhatikan pemerintah. Aek Sijornih adalah sebuah tempat wisata di Sumatera Utara berupa air terjun. Aek Sijornih adalah sebuah nama dari bahasa batak yang mempunyai arti air jernih. Berlokasi di Desa Aek Libung, Aek Sijornih terdiri dari dua buah air terjun berukuran kecil yang melewati tebing miring dengan kandungan kapur.





6. Tangkahan

Tangkahan merupakan kawasan yang termasuk dalam Taman Nasional Gunung Leuser, Sumatera Utara. Dengan bentuk tanah berbukit, hutan tropis yang rindang, dan suasana yang sejuk, Tangkahan sangatlah cocok untuk pecinta wisata alam. Kegiatan yang dapat anda lakukan di Tangkahan adalah berenang, trekking, menaiki gajah, masuk goa kelelawar, bermain di air terjun, dan lain-lain.


7. Air Terjun Sibolangit
Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit mempunyai keunikan tersendiri apabila dibandingkan dengan air terjun lainnya, yaitu air terjun ini memiliki 2 warna. Dengan ketinggian sektiar 100 meter, Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit mempunyai warna putih ke abuan dan biru muda karena kandungan fosfor dan belerang yang dimilikinya. Untuk dapat mencapai lokasi Air Terjun Telaga Dwi Warna Sibolangit, anda akan melewati hutan jadi persiapkan diri anda sebelumnya. Apabila takut tersesat, anda dapat menyewa pemandu jalan.

8. Danau Siombak
Danau Siombak adalah danau seluas kira-kira 40 hektar yang terletak di Kelurahan Paya Pasir, Medan, Sumatera Utara. Danau Siombak adalah lokasi akhir pekan favorit warga Medan, terutama bagi mereka yang ingin bersantai sambil memancing. Selain itu terdapat juga kawasan bermain anak-anak hingga berbagai jenis permainan air sehingga Danau Siombak sangat cocok untuk tempat wisata akhir pekan warga Medan dan sekitarnya. Jarang ada wisatawan asing yang datang ke Danau Siombak.


9. Pantai Lagundri dan Sorake
Pantai Lagundri dan Pantai Sorake adalah pantai yang masih berada dalam 1 garis pantai di Kecamatan Teluk Dalam, Nias Selatan, Sumatera Utara. Kedua pantai ini sangatlah terkenal di dunia karena ombaknya yang besar dan sangat disukai para peselancar dari berbagai belahan dunia. Bila anda tidak dapat berselancar, tidak perlu kuatir karena di kedua pantai ini banyak terdapat pelatih selancar. Selain itu ada puluhan penginapan di sepanjang pantai sehingga anda tidak perlu kuatir kesulitan mendapat penginapan.

10. Air Terjun Sigura-gura
Berlokasi di Kabupaten Toba Samosir, Air Terjun Sigura-gura adalah air terjun tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 250 meter. Karena letaknya yang dekat dengan Danau Toba, banyak sekali wisatawan yang datang ke tempat ini, mereka menyempatkan diri berkunjung ke air terjun tertinggi di Indonesia ini bersamaan dengan mengunjungi Danau Toba. Selain wisatawan dalam negeri, Air Terjun Sigura-gura juga banyak mendapat pengunjung dari luar negeri.


11. Huta Siallagan
Memasuki Huta Siallagan, anda akan melihat pemandangan yang umum di Tanah Batak yakni deretan rumah bolon dan sopo. Istimewanya, di sini terdapat deretan batu berbentuk kursi yang tersusun melingkari meja batu. Tempat ini dinamakan Batu Parsidangan. Letaknya persis di tengah kampung, tepatnya di bawah pohon hariara yang memiliki akar melilit. Pohon suci seperti ini biasanya ditanam di perkampungan Batak. Adapun Batu Parsidangan ini berada di 2 lokasi. Yang pertama tertata rapi dengan posisi melingkar di bawah pohon dan berfungsi sebagai tempat rapat, dimana rangkaian batunya meliputi kursi raja dan permaisuri, kursi tetua adat, kursi raja untuk undangan dan huta tetangga, dan kursi untuk pemilik ilmu kebatinan. Sedangkan Batu Parsidangan kedua berfungsi sebagai tempat eksekusi, dimana rangkaian batunya tidak begitu berbeda dengan Batu Parsidangan pertama, hanya ditambahkan sebuah batu besar memanjang sebagai tempat pembaringan terdakwa untuk kemudian dipenggal kepalanya.

12. Bukit Lawang
Bukit Lawang menjadi atraksi wisata lain yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Bukit Lawang merupakan tempat konservasi salah satu satu jenis primata asli Indonesia yang kini keberadaannya hampir punah, Orang Utan. Tak perlu heran jika tempat ini sangat identik dengan maskot Orang Utan yang sangat lucu dan menggemaskan. Ada sekitar 500 Orang Utan yang hidup bebas di taman konservasi ini. Kawasan Bukit Lawang ini tidak hanya terkenal dengan satwa Orang Utan saja, melainkan ada beberapa objek wisata lainnya yang tak boleh terlewatkan. Sebut saja Taman Nasional Gunung Lauser. Taman nasional ini sebagian besar kawasannya berupa hutan hujan tropis. Di dalamnya terdapat danau-danau, air terjun alami, sungai, dan sumber air panas. Belum lagi kekayaan hayatinya. Ada begitu banyak satwa liar hidup di hutan tropis di kawasan Taman Nasional Lauser ini. Sebut saja Badak Sumatera, Rusa Sambar, Gajah Sumatera, dan kambing hutan.

13. Gunung Sibayak
Gunung Sibayak menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Penduduk lokal menyebut gunung ini dengan nama Gunung Raja karena kata ‘Sibayak’ dalam bahasa lokal masyarakat Karo berarti ‘raja’. Gunung besar ini tergolong gunung aktif. Dari puncak gunung, gumpalan asap mengepul hingga 2 km tingginya. Asap ini berasal dari panas bumi. Pemerintah setempat memanfaatkan energi panas bumi ini sebagai sumber listrik bertenaga uap. Kini di Kabupaten Karo terdapat pusat tenaga listrik tenaga uap. Lokasi gunung yang memiliki ketiggian 2.094 m di atas permukaan laut ini berada di Desa Sibayak. Gunung berapi ini menjadi tempat favorit bagi para pecinta alam yang hobi naik gunung. Sudah banyak rombongan pendaki yang ‘mencicipi’ keindahan alam Gunung Sibayak ini.

14. Cagar Alam Sibolangit
Dibalik keramaian dan padatnya Kota Medan, ternyata terdapat tempat lokasi wisata yang masih asri dan hijau. Lokasi wisata tersebut adalah Cagar Alam Sibolangit yang terletak di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Akses untuk menuju lokasi sangat mudah, jarak tempuh dari Kota Medan ke lokasi wisata adalah sekitar 40 Km yang dapat di tempuh oleh kendaraan umum, pribadi atau sewaan dengan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.

  15. Air terjun Bukit Janji
 Danau toba terkenal dengan keindahan alamnya, panorama alam yang dimiliki danau terluas nomor 2 di dunia ini ternyata tidak hanya sekedar panorama alam danau dan perbukitan yang mengelilinginya saja. Namun di beberapa lokasi di tepian danau toba, terdapat spot-spot wisata yang begitu indah dan menarik untuk di kunjungi seperti Air Terjun Janji yang berada di Kecamatan Bakti Raja kabupaten Humbang Hasundutan.

16. Sipinsur
Sipinsur merupakan salah satu tempat wisata paling populer dari Kabupaten Humbang Hasundutan. Di tempat wisata yang boleh dikatakan masih hanya dikenal oleh masyarakat sekitar ini memberikan pemandangan alam yang sangat indah kepada setiap pengunjungnya. Tempat wisata sipinsur ini memiliki luas sekitar 2 Hektar dan dengan ketinggian sekitar 1213 dpl. Dari Sini pemandangan danau toba jelas terlihat dengan sangat luas dan indah. Di kejauhan terlihat pulau samosir yang memanjang ditengah danau toba, sementara itu tepat di bawah lokasi wisata ini terlihat kota muara dan pulau sibandang.

18. Menara Tele
Menikmati pemandangan alam Pulau Samosir lengkap dengan Danau Toba memang bisa kita lakukan dari berbagai sudut pandang yang ada dari sekitar danau toba, ada banyak spot wisata disekitar danau terbesar di asia ini yang menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, dan salah satu pemandangan yang sangat indah bisa kita nikmati dari Menara Pandang Tele.



19. Pantai Pandan Sibolga
Boleh dikatakan pantai menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Indonesia bahkan Dunia. Di Indonesia sendiri memang sangat banyak wisata pantai yang bisa ditemukan, dan masing-masing pantai tersebut memiliki daya tarik yang berbeda-beda. Tentu hal ini juga didukung dengan letak Indonesia yang merupakan negara Kepulauan. Sehingga tidak heran pantai yang indah banyak di temukan.


20. Bukit Gundaling
Bukit Gundaling juga tak kalah indahnya dengan objek wisata Bukit Lawang dan Gunung Sibayak yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Objek wisata yang satu ini merupakan objek wisata alam yang terletak di pinggir Kota Berastagi. Jarak yang perlu ditempuh untuk bisa sampai di objek wisata ini dari Kota Medan sekitar 60 km. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum seperti bus dengan tujuan Kota Berastagi. Keindahan alamnya mampu menarik hati banyak wisatawan untuk berkunjung ke tempat wisata ini. Tak hanya dari kalangan wisatawan domestik saja, banyak juga wisatawan mancanegara yang terlihat sedang menikmati liburan di Bukit Gundaling ini. Salah satu daya tarik para wisatawan berkunjung kesini adalah pemandangan sunset dan sunrise indah di tempat ini. Fenomena alam harian ini mampu menjadikan tempat ini menjadi tempat terfavorit untuk menyaksikan detik-detik matahari tenggelam dan matahari terbit.

21. Air Terjun Sipiso-piso
Air Terjun Sipiso-piso, merupakan salah satu obyek wisata yang cukup populer dari Sumatera Utara selain Danau Toba dan Salib Kasih Tarutung, air terjun ini memiliki keindahan yang bisa memberikan decak kagum kepada setiap pengunjungnya. Uniknya, jika anda selama ini menikmati keindahan air terjun dari bawah, jika dengan air terjun sipiso-piso maka anda akan melihat air yang terjatuh dari atas kebawah atau menikmati keindahannya dari atas bukit. Aliran air yang besar datang dari arah pegunungan dan seperti terjebak di tepian jurang, aliran air itu terjatuh dan menghembas tanah di bawah jurang dengan ketinggian kira-kira 120 meter. Dari kejauhan air terjun yang tertumpah ini terlihat seperti bilah-bilah pisau yang tajam, dan inilah asal muasal nama air tejrun ini, Sipiso-piso. Sementara di bawah, seperti sedang terjadi kabut padahal itu adalah percikan air yang melayang di udara, tidak jarang, tepat di titik jatuhnya air terlihat seperti ada lingkaran warna pelangi. Hal ini tentunya membuat para pengunjung semakin menikmati pemandangan yang ada di depan mata. Sementara itu, dari kejauhan terdengar suara dari hempasan air yang cukup keras, bergemuruh dan seperti meronta kesakitan karena terjatuh dari ketinggian itu.

22. Salib Kasih Tarutung
Berkunjung ke Sumatera utara memang sangat tidak membosankan,keindahan alam disana masih sangat lestari jika dibandingkan dengan provinsi lain di indonesia,dengan suhu yang dingin,tak heran membuat wilayah Sumatera Utara menjadi salah satu tempat destinasi yang banyak dikunjungi wisata mancanegara,banyak orang bule(sebutan wisatawan luar negeri) bahkan sampai tinggal diSumatera Utara,mereka kebanyakan mengagumi wisata Danau toba dan salib Kasih.


23. Taman Wisata Iman Dairi
Wisata Rohani Taman WIsata Iman, Sitinjo, Dairi. Indonesia adalah negara yang plural. Itulah sebabnya dibuatlah semboyan Bhinneka Tunggal Ika untuk mempersatukan perbedaan tersebut. Selain di Bukit Kasih Manado yang menonjolkan kerukunan antar umat beragama lewat kehadiran lima tempat ibadah dari masing-masing agama, di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia juga terdapat tempat wisata religi yang menonjolkan hal yang sama yaitu Taman Wisata Iman. Taman religius ini berada di Bukit Sitinjo, Kabupaten Dairi, berjarak sekitar 154 km dari Kota Medan, Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke Taman Wisata Iman ini. Sesuai dengan namanya, tujuan wisata satu ini merupakan tujuan wisata religi kelima agama yang diakui di Indonesia.

24. Museum TB Silalahi
Bagi anda yang ingin mengenal lebih dekat bagaimana budaya Batak, cobalah mengunjungi Museum Batak Balige yang berlokasi di Jl. Pagar Batu 88 Balige, Sumatera Utara atau lebih tepatnya di dalam Komplek TB Silalahi Center, Desa Soposurung. Dengan berlokasi di pinggiran Danau Toba, Komplek TB Silalahi menghadirkan pemandangan yang begitu memikat. Terdiri dari 3 lantai, museum ini dirancang dengan desain interior modern yang dibalut oleh ukiran gorga. Di lantai 2 dan 3 gedung, anda bisa menyaksikan kekayaan alam Sumatera Utara berupa Danau Toba dan lanskap Balige yang terlihat jelas.

25. Hill Park Sibolangit
Berlokasi di Desa Suka Makmur Sibolangit, Deli Serdang, Hillpark Sibolangit adalah sebuah taman rekreasi yang mempunyai banyak jenis permainan. Mirip dengan Dufan di Jakarta, Hillpark Sibolangit adalah salah satu taman permainan yang terbesar di Sumatera dengan luas sekitar 20 hektar. Sesuai dengan namanya, Hillpark Sibolangit berada di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian sekitar 550 meter di atas permukaan laut sehingga memiliki udara yang lumayan sejuk.


MANGALUA DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK TOBA

Kata-kata mangalua tentunya tidak asing lagi ditelinga kita, terutama dalam pemuda-pemudi Batak. Karena bayang-bayang itu tentunya sangat dekat dalam kehidupannya saat itu.
Pengertian secara leksikal berarti melaksanakan kegiatan membawa lari atau melarikan. Secara konseptual berarti sepasang muda-mudi yang kawin dengan cara di luar prosedur perkawinan ideal karena satu atau beberapa hal, seperti karena masalah ekonomi (masalah pembayar sinamot yang kurang), masalah social (perbedaan status ditengah kehidupan masayarakat) ataupun masalah yang lainnya.Dalam hal ini berarti kawin tanpa melalui prosedur pembayaran sinamot terlebih dahulu. Dalam mangalua ini seakan adat dalah soal belakang, yang penting adalah mereka kawin dulu.

Adat Batak menganggap bahwa perkawinan mangalua ini bahwa si pemuda mengandalkan kekuatan, mengabaikan hukum (pajojo gogo), papudi uhum. Biasanya si perempuan tidak akan mau berlama-lama dalam situasi mangalua ini (dalam situasi belum diadatkan atau mangadati), karena perkawinan ini belum kuat adanya, sehinga kalaupun dia diceraikan tidak akan ada pihak yang dapat mempertahankanya atau menanggungjawabinya.

Dalam pelaksanaan mangalua ini ada dua cara yang dikenal yaitu:
  1. Kedua calon pengantin yang mangalua atau ditemani oleh satu atau dua orang yang bertindak sebagai pihak ketiga, demi menjaga kehormatan kedua calaon pengantin.Sebagai langkah pertama mereka pegi kerumah salah satu keluaraga pengetua atau terpercaya, dan dirumah tersebut calon pengantin perempuan dititipkan. Berikutnya laporan kepada orangtua, pengetua adapt atau pemimpin agama minta pemberkataan atau restu.
  2. Perempuan itu langsung dibawa oleh si pria kerumahnya tanpa lebih dulu diberkati atau direstui. Perkawinan seperti ini disebut juga marbagas roha-roha (berumah tangga sesuka hati). Namun perkawinan telah terjadi, kewajiban atau pertanggungjawaban adat wajib dilaksanakan di kemudian hari.
Dalam perkawinan mangalua ini tentu ada cara yang lazim dilakukan oleh pelaku-pelakunya. Sepasang muda-mudi memutuskan untuk melaksanakan kawin lari ketika mereka berpacaran karena melihat berbagai hal yang akan menghambat mereka untu kadapt hidup bersama. Yang sering terjadi bahwa keluarga si lelaki yang memegang peranan dalam pelaksanaan mangalua ini, sedangkan pihak perempuan tidak tahu sama sekali. Ada juga kasus mangalua dimana kedua belah pihak keluarga mengetahui dan memberi ijin untuk melkasnakan hal tersebut, karena memang cara itulah yang dianggap tepat pada saat itu agar perkawinan tetap bisa dilaksanakan.

Dalam mangalua ini si perempuan pergi meninggalkan oranng tuanya, mengikuti kekasihnya untuk melaksanakan perkawinan. Biasanya siperempuan langsung dibawa kerumah pemuka agama yang berda di lingkungan tempat tinggal keluarga pihak laki-laki. Tetapi ada juga terjadi dimana pasangan itu lari meninggalkan orang tuanya masing-masing dan pergi kesuatu tempat lain apabila keluarga kedua belah pihak betul-betul tidak ada yang setuju. Sesudah sekian lama berumah tangga mereka akan kembali untuk meminta maaf dan melaksanakan adat perkawinan secara penuh.

Dahulu kala bila seorang perempuan akan mangalua, maka sebagai tandanya dia kaan meletakkan daun sirih di dalam lemari pakaianya., sebagai pengganti dirinya yang hilang atau yang telah pergi. Sekarang hal tersebut telah digantikan dengan meninggalkan sepucuk surat sehingga keluarga perempuan dapat mengetahui bahwa anak gadisnya telah mangalua.Setelah mereka mangalua dan menetap di suatu tempat, maka adat menuntut agar prosedur selanjutnya dilaksanakan, yakni segera setelah kawin dating kerumah orangtua si perempuan untuk memberitahukan bahwa anak mereka telah menjadi paniaran (menjadi salah satu keluarga mereka), dimana kegiatan ini disebut manurohan bao-bao na tinangko (melapor dan membawa tanda anak mereka telah diambil).Setelah semua undangan pihak perempuan hadir maka dipersiapkan makanan yang dibawa oleh rombongan pihak lelaki (paranak) tadi, dan mereka semua makan bersama-sama. Setelah selesai maka acara selanjutnya adalah manghatai atau bercakap-cakap mengenai maksud kedatangan mereka.

Pembicaraan ini dimulai oleh pihak keluarga pihak perempaun yang diwakili oleh abang si perempuan yang telah berkeluarga. Isi pembicaran mereka adalah ucapan terimakasih kepada pihak keluarag laki-laki (paranak). Kemudian abang dari ayah si perempuan juga berbicara mengucapkan terimakasih atas kesediaan para tamu untuk dating ke acara tersebut dan menayakan maksud kedatangan mereka. Perlu kita ketahui bahwa adat Batak ada suatu kebiasaan, walaupun mereka sebenarnya sudah tahu tujuan kedatangan suatu kelompok, tetapi mereka akan menayakan serinci mungkin melaui kata-kata yang berupa pantun-pantun dan pepatah-pepatah.

Sai marangkup do na uli, mardongan do na denggan.
On pe di paboa ampara niba ma tangkas siangkupna.
Songon na handul, sidongannna songon na mardalan.

Secara bebas artinya mennyakan apakah maksud kedatangan mereka atau pihak paranak atau lelaki tersebut. Biasanya pembicaran iotu diwakili oleh abang dari ayah si perempuan. Tetapi sebelum pehak paranak menjawab, terlebih dahulu diberi kesempatan kepada dongan sahuta.Teman sekampung atau dongan sahuta ini secara adapt menuntut anatara lain :

1. Upa sangke hujur (upah pengawal kampong, agar kemarahan atau sikap bermusuhan dihentukan terhadap si lelaki yang melahirkan gadis kampung mereka).
2. Upa ungkap harbangan (upah untuk para penjaga pintu gerbang kampong. Penghormatan diberikan kepada merteka, agar si pria tersebut diijinkan masuk ke komplek kampong tersebut).
3. Upa raja huta (upah untuk ketua kampong yang bertannggungjawab atas keamanan atau masalah-masalah lainnya dari seluruh penduduk huta atau kampong tersebut).

Dengan dipenuhinya syarat-syarat tersebut diatas, maka pembicaraan kepada mertua baru bisa dimulai. Sudah menjadi ketentuan adat, bahwa suami istri yang kawin lari tidak diperkenankan berkunjung kerumah orang tuan si perempuan sebelum acara manuruk-nuruk ini.
Setelah dengan sahuta menerima upah akan dilanjutkan dengan pembicaraan oleh paranak yang menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh keluarga parboru dengan nada menyembah (dalam hal ini tentu pihak parboru tersebut adalah huta-huta mereka, dimana dalam adapt Batak kelompok ini merupakan kelompok yang harus selalu disembah dan dihormati. Kedatangan mereka dalam acara manuruk-nuruk ini bermaksud untuk menyembah atau minta maaf kepada pihak paranak telah bersalah mengambil anak perempuan pihak paranak tanpa izin. Dengan nada menyesal pihak paranak akan mengatakan :

Ndang tarbahen be turak, si nungga sor gok tagan.
Ndang tarbahen be turak, si nungga sor sun mardalan.

Artinya memang mereka merasa bersalah tetapi apalah daya hal tersebut telah terjadi.selanjtnya pihak parboru akan membalas perkataan mereka itu. Pertama dikomentari masalah makanan yang dibawa oleh paranak tadi, yang telah dimakan bersama-sama, ketika selesai makan memang dikatakan oleh parboru bahwa makanan yang dibawa paranak tersebut enak sekali rasanya, tetapi pada pembicaraan berikutnya dikatakanalah bahwa makanan itu sebenarnya pahit sekjali rasanya. Hal ini karena pihak paranak mereka anggap telah pajolo gogo, papudi uhum (mengandalkan kekuatan atau membelakangkan hukum). Mereka menanyakan pihak paranak sampai hati berbuat itu kepada meteka. Karena pada dasrnya perkawinan dengan cara mangalua ini sebisa-bisanya dihindari oleh orang Batak karena menimbulkan kesan yang kurang baik dari berbagai pihak.

Kalau perkawinan menurut ideal, hal yang harusnya dipenuhi terlebih dahulu sebelum perkawinan adalah membayar sinamot, tetapi setelah terjadi mangalua dalam acara manuruk-nuruk yang dibicarakan adalah somba-somba. Apabila keadaan sudah mengijinkan baik dalam soal materi, waktu dan sebagainya, maka ditempuh acara memenuhi adat lengkap yang dinamai mengadati. Dalam hal ini ada dua kemungkinan yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Apabila keluarga yang diadati belum mempunyai anak dikatakan bahwa upacara mengadati itu bertujuan untuk : manggohi adat uhum, songgon dalan manomba hula-hula huhut mangido pasu-pasu.
2. Bila keluarga yang diadati sudah mempunyai anak, maka dalam hal ini upacara dimaksudkan untuk : pasahathon sulang-sulangna tabo, dalan manggphi adat dohot uhum, manomba hula-hula huhut mangido pasu-pasu.

Hal lain yang menbedakan adalah setelah terjadi mangalua pihak parboru tidak dapat lagi menentukan besarnya sinamot yang harus diserahkan pihak paranak. Berapapun yang diberikan oleh pihak paranak pihak parboru terpaksa menerima karena anak perempuan mereka telah berada di pihak lelaki atau paranak. Dan biasanya sinamot pada perkawinan mangalua ini lebih rendah dibandibngkan dengan jumlah sinamot pada perkawinan ideal. Dalam kedaan ini kita lihat bahwa bentuk perkawinan mangalua ini akan lebih sedikit memakan biaya apabila dibandingkan dengan perkawinan lazimnya. Karena ada proses yang tidak dilauinya, sehingga mengurangi aktifitas dan biaya untuk suatu perkawinan.

Kenapa harus terjadi mangalua? beberapa hal yang menyebabkab terjadinya mangalua adalah sebagai berikut :

1. Faktor suku dan agama
Orang Batak Pada umunya kuat idealismenya dalam hal kesukuan dan keagamaan. Kitra dapat melihat bahwa dimanapun orang Batak berda selalu menjukkan ke batakanya. Hal itu dijelaskan dengan adanya konsep halak hita dan bukan halak hita.Memang dalam kemajuan dewasa ini sering kita dengar bahwa hal-hal kesukuan seperti itu lambat laun telah mulai dihilangkan, dengan tidak begitu, membedakan kesukuan dan keagmaan dalam kehidupan bermasayarakat. Tetapi kenyataanya kita lihat dalam masayarakat batak masaalh ini sering menghalangi seseorng menuju jenjang perkawinan dan factor ini melihatny dari kasus berikut ini.

2. Faktor Pendidikan
Masalah pendidikan adalah tinggi rendahnya pendidikan yang telah diperoleh seseorng secara formal maupun non formal dalam membentuk sutru pemikiran yang lebih maju daripada orng-orng yng tidak menjalaninya.
Sering dikatakan bahwa dengan lebih tingginya pendidikan seseorng akan kurangya keinginan untuk melaksanaknan perkawinan dengan cara mangalua, Karena seseorng itu dianggap lebih maju memikirkan akibat-akibat negative dari mangalua tersebut. Memeng hal itu dapat kita terima, dengan adanya pemikiran yasng lebih jeli sebelum melaksanakanya.

3. Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi dikatakan merupakan salah satu penyebab dilaksanaknanya mangalua. Hal ini dihubungkan dengan mata pencaharian, serta jumlah anggota kelurga dalam suatu rumah tangga, sehingga ada pengelompokkan kaya, menengah dan miskin. Hal ini dapat lihat dalam kasus berikut.Dalam hal ini pihak keluarga laki-laki mempunyai taraf perekonomian yang lebih rendah dari keluarga perempuan, dimana jumlah qanggota keluarga juga turut bwerperan bagi unrtuk mangalua. Melihat dari jumlah anggota keluarga, pelaku mangalua tersebut minimal berjumlah 6 orang, bahkan ada yang anggota, bahkan ada yang anggota keluarganya sampai berjumlah 10 orang. Semakin banyak juumlah anggota keluarga dalam rumah tanggga maka semakin brat pula beban yang ditanggung oleh keluarga tersebut dalam kehidupan yang berlaku pada masyarakat batak toba semakin sulit oleh mereka yang tergolong rendah tingkat perekonomiannya, sebab perkawinan secara ideal itu membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk menghindari semua itu ditempuh cara mangalua.

Dengan terjadinya perkawinan dengan cara mangalua ini menimbulkan beberapa implikasi yang muncul dengan sendirinya akibat dari mangaluai itu sendiri.
Perkawinan dengan cara mangalua, ternyata telah menimbulkan banyak permasalahan baik itu bagi pelaku mangalua yang bersangkutan, dipihak perempuan, dipihak lelaki maupun di tengah-tengah masyarakat batak toba sendiri. Walaupun nanti akan ada upacara mangadati yaitu suatu proses upacara adat untuk mensahkan pasangan pelaku mangalua tersebut dalam perkawinan menurut adat tidak berarti langsung melenyapkan permasalahan ysng pernah ada.

Umunya keluarga pihak perempuan sangat menyasali tindakan mangalua ini, karena pihak laki-laki telah mengambil anak perempuan mereka tanpa ijin. Tindakan pihak laki-laki itiu diaggap telah mencorengkan arang di muka keluarga perempuan. Seharusnya sebagai hula-hula kedudukan mereka merupakan yang tertinggi dalam struktur dalihan na tolu dan harus dijunjung tinggi serta struktur dalihan na tolu harus dijunjung tinggi oleh pihak laki-laki.

Pada umumnya pihak laki-lakilah yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan mangalua sebab si prempuan di bawa si lelaki ke rumah orang tua ataupun keluarga terdekatnya. Akibatnya mangalua ini bagi pihak laki-laki sebenarnya tidaklah menjadi permasalahan, karena pihak laki-laki ini secara tidak langsung ikut mengusulkan dan membantu terjadinya perkawinahn mangalua ini. Bila ditinjau dari segi ekonomi sebenarnya menguntungkan bagi pihak laki-laki sebab mereka tidak dibebani lagi dengan sejumlah sinamot yang diminta oleh keluarga perempuan.










MAKNA SINAMOT DALAM PERNIKAHAN ADAT BATAK

Sinamot tidak bisa dilepaskan dari sebuah pernikahan adat batak, marhata sinamot merupakan tahap penentuan dalam pernikahan. Di sinilah pihak pangoli (pihak laki-laki) dan oroan (pihak perempuan) menjalin kesepakatan tentang tatacara pernikahan yang dilaksanakan serta wujud hak dan kewajiban masing-masing. Oleh karena simpul-simpul kesepakatan telah dirumuskan ketika patua hata/marhusip, maka proses marhata sinamot akan berjalan mulus. Seusai marhata sinamot, pihak pangoli akan memberi parsituak na tonggi kepada semua anggota rombongan pihak oroan.Marhata sinamot adalah peristiwa adat untuk merundingkan sinamot (mas kawin). Rombongan paranak terdiri dari orang tua pangoli dan kawan semarga, boru dan tulang pangoli jika diperlukan, mendatangi rumah pihak oroan dengan komposisi yang sama termasuk tulang oroan yang kehadirannya wajib. Inilah representasi yang baku dan memenuhi persyaratan marhata sinamot. Kecenderungan mengikutsertakan aras hulahula lain di luar tulang, bukanlah keharusan adat. Mereka bukan parjambar na gok atau parjambar di jabu, melainkan diserahkan di halaman pada pesta pernikahan.

Sinamot mempunyai kedudukan penting dalam acara pernikahan adat Batak. Apa sebenarnya sinamot? Sinamot adalah harga atau uang beli yang diberikan paranak (mempelai lelaki) kepada parboru (mempelai perempuan) jika ingin menikah. Itu sudah menjadi adatnya. Dan bila ada yang tidak mengikutinya, apalagi dia suku Batak, berarti dia tidak memiliki adat.

Asal-usul sinamot diketahui dari pekerjaan orang suku Batak yang dahulu kebanyakan bertani (mangula).
Sehingga pada saat wanita dan pria akan menikah, otomatis istri mengikut si suami. Sehingga keluarga si
istri merasa pekerjaannya di sawah bertambah karena kurangnya pekerja (maksudnya pekerja keluarga). Di
sinilah si pria harus memberi ganti si wanita, entah itu wanita atau pria (orang ganti orang).Seiring perjalanan waktu, cara ini sangat tidak kena pada sasaran, sehingga diganti menjadi istilahnya GajahToba (horbo). Berjalannya waktu kemudian diganti lagi menjadi sinamot. Saat ini, sinamot berupa uang.Sinamot sangat berat, berapa banyak, kerbau, lembu, uang dan emas. Sesuai keadan si paranak (mempelai pria), maka sinamot itu lambat laun berubah menjadi alat tukar umum uang.

Sinamot ini pun sebenarnya sudah menjadi suatu kebanggaan bagi kedua belah pihak. Di mana anak borunya (anak perempuannya) dihargai dengan harga tinggi. Maka berbahagialah keluarga si perempuan. Begitu juga dari pihak paranak, bisa memberi sinamot banyak maka rasa banggalah yang ia dapatkan.Bahkan terkadang ada pihak lelaki yang membiayai semua pengeluaran pernikahan untuk keluarga si perempuan. Lagi pula, tak ada rugi sebenarnya jika sinamot besar bagi pihak lelaki, toh mereka nanti akan mendapatkan tumpak (amplop dari tamu-tamu yang datang).Tetapi lepas dari itu, seharusnya melihat kondisi pihak lelaki terlebih dahulu. Karena ada pernikahan yanggagal karena harga sinamot yang ditawarkan pihak lelaki tidak sesuai hati keluarga perempuan. Jika tidak ada dos ni roha, bagaimana caranya sukses pernikahan? Gagallah cerita penentunya. Jadi kedudukan sinamot sangat vital menuju pesta pernikahan adat Batak. Tidak jarang pernikahan menjadi tertunda atau gagal hanya karena sinamot.

Pada zaman sekarang, anak gadis bila sudah memiliki gelar (kuliahan), maka harga sinamotnya akan naik.
Kira-kira begitulah anggapan masyarakat masa kini. Itu persepsi orang banyak. Makanya bila melihat
pernikahan orang Batak, mata langsung tertuju pada papan bunga yang ada di acara pernikahan. Bila si wanita bergelar apalagi sampai S3 maka besar jugalah sinamotnya.
Jika tamat SMA (mungkin) sinamotnya tidak terlalu banyak. Yah, itu tidak mutlak. Karena ada banyak alasan. Pertama; wanita bergelar tetapi menikah dengan pengangguran, maka bagaimana ceritanya sinamot tinggi? Kedua; nah, jika kedua belah pihak ada dos ni roha? Lancarlah pernikahan tanpa memperdebatkan sinamot.Ada lagi jalan lain yang dilakukan suku Batak untuk melasungkan pernikahan. Atau sering disebut "kawin lari". Nah, itu dikatakan dalam adat Batak "mangalua". Jika diartikan secara harfiah, artinya adalah
melepaskan diri. Pernikahan yang terjadi tanpa restu orangtua, atau bisa dikatakan pernikahan yang tidak
diadati (mangadati).
Namun, setelah menikah nanti, memiliki keturunan dan mendapat restu dari pihak parboru pesta pernikahan bisa dimulai lagi yang disebut dengan sulang-sulang ni pahompu atau mangadati. Di sinilah sinamot juga
diperhitungkan walau kesannya sudah terlambat tetapi tidak mengurangi makna paradaton halak Batak (adat suku Batak). Hal ini sering juga disebut manggarar utang adat (membayar hutang adat).
Demikianlah pentingnya kedudukan sinamot dalam pernikahan adat Batak. Seperti yang sudah dijelaskan di awal tulisan ini, pernikahan bisa gagal hanya karena tidak ada kesepakatan jumlah sinamot antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Maka diperlukan kesepakatan melalui marhata sinamot, yang sudah dijelaskan juga di awal tulisan ini.

Bagi kaum naposo (kaum muda) suku Batak sebaiknya mulai memahami apa arti sinamot dan bagaimana kedudukannya yang begitu penting untuk keberlangsungan pernikahan. Tetapi tidak menjadi mutlak sebagai syarat satu-satunya untuk pernikahan. Menginggat masalah ekonomi saat ini yang semakin sulit bisa saja pernikahan adat Batak "terjungkal" di sinamot.
Dan hal ini tentu saja tidak kita inginkan. Bukankah yang terpenting dari esensi pernikahan adalah
kebahagiaan kedua insan yang bersepakat? Walau saya juga sepakat bahwa tradisi ini perlu tetap dilestarikan, tetapi tidak menjadi hambatan melangsungkan pernikahan. Sehingga kasus-kasus tidak jadi melangsungkan pernikahan hanya karena tidak cocok sinamot, tidak terjadi lagi.
Ada umpasa orang Batak mengatakan: "aek godang, do aek laut, dosniroha do sibaen nasaut". Atinya, satu hati menjadikan semuanya kesepakatan. Kiranya ini dipegang teguh sehingga bisa menjawab dan mengurangi
kekawatiran gagal menikah hanya karena sinamot.

sumber : http://www.medanbisnisdaily.com (Jon Roi Tua Purba)

Minggu, 06 Maret 2016

MAKNA MANGULOSI DALAM ADAT BATAK

Mangulosi adalah acara pemberian kain tenun khas Batak yang diberi nama ulos. Kain ulos ini mempunyai makna pemberian perlindungan dari segala cuaca dan keadaan yang dipercayai oleh suku Batak. Tidak sembarang orang bisa mangulosi atau memberi ulos. Biasanya yang mangulosi disebut dengan hula-hula atau orang-orang yang dituakan dalam adat Batak. Ulos mempunyai corak dan motif yang juga mempunyai makna-makna yang unik. Kain Ulos hanya mempunyai tiga warna dasar yaitu merah,putih dan hitam. Tiga warna ini juga menandakan siapa yang berhak memakainya. Untuk warna merah dipakai oleh pihak dongantubu atau keluarga semarga, putih untuk pihak boru atau pihak keluarga suami, dan hitam untuk hula-hula yaitu pihak keluarga wanita. Hal yang unik lagi dari rangkaian upacara adat Batak adalah upa-upa. Upa-upa ini artinya pemberian doa. Upa-upa tidak hanya diacara pernikahan, bisa juga dalam acara selamatan.

Dalam upa-upa disediakan makanan khas Batak yaitu ikan mas yang dimasak dengan bumbu khusus yang disebut arsik. Semua orang berkeliling dan menyentuh wadah makanan. Bagi yang tidak bisa menyentuh wadah makanan bisa menyentuh orang yang sudah menyentuh dan tidak boleh terputus. Makna dari acara ini adalah untuk memberikan doa bagi semua keluarga dan kerabat melalui simbol makanan tadi. Dalam upacara pernikahan adat Batak acara upa-upa ini menggunakan ikan mas yang hidup diair yang jernih dan mempunyai anak yang banyak, mengandung makna agar pengantin menjadi keluarga yang bahagia dengan mempunyai keturunan yang banyak. Upa-upa juga ada dalam acara selamatan atau syukuran, untuk
memberikan selamat pada kelahiran anak atau ketika anak dewasa dan memperoleh pekerjaan juga dilakukan upa-upa. Ada juga acara upa-upa untuk mensyukuri ketika selamat dari kecelakaan. Upa-upa seperti itu disebut upa-upa tondi. Tujuannya untuk mengembalikan semangat agar tidak trauma saat mengingat terjadinya kecelakaan itu.

Upacara tradisi Batak ini kelihatan rumit tetapi sarat makna dan menimbulkan rasa keakraban yang muncul
dari setiap ritualnya. Sehingga tak heran jika orang-orang Batak yang masih memegang adat akan selalu
mengenal keluarga dan saling menghormati dan menyayangi satu dengan yang lainnya.
Masyarakat Batak pada umunya memiliki bahasa dan adat istiadat yang berbeda, tetapi perbedaan tersebut tidak menjadikan perpecahan diantara masyarakat Batak. Masyarakat Batak Toba juga memiliki berbagai budaya dan adat istiadat. Salah satunya adalah upacara adat perkawinan. Upacara adat perkawinan bagi masyarakat Batak Toba tidak terlepas dari pemberian ulos. Pemberian ulos tersebut sudah disediakan dan ditetapkan ulos tersebut berapa jenis dan siapa pemberi untuk pengantin. Menurut sejarahnya, ulos adalah sebuah tanda yang bisa mengayomi dan memberikan kehangatan bagi pemakainya. Tetapi dalam hal ini, ulos diartikan sebagai sebuah sarana pelindung yang mampu memberikan perlindungan, kasih sayang oleh sipemberi kepada sipenerima ulos. Dan pada saat pemberian ulos tersebut maksud dan tujuan sipemberi memberikan ulos tersebut terucapkan.

Pemberian ulos pada upacara perkawinan masyarakat Batak Toba banyak sekali, seperti ulos pansamot, ulos holong, mandar hela, ulos bere, ulos kepada ale-ale dan lain sebagainya. Melihat dari banyaknya ulos yang diberikan sesuai dengan kondisinya secara umum mengandung arti yang hampir sama, tetapi yang menjadi perbedaan adalah ungkapan dari sipemberi kepada sipenerima. Misalnya, pemberian ulos hela tidaklah sama penyampaian dan pemberianya dengan ulos pansamot. Tetapi melihat dari konteks upacara dan kedudukan sipemberi dan sipenerima.
Demikianlah makna yang terkandung dalam prosesi mangulosi dalam adat batak, mudah-mudahan artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang makna mangulosi tersebut. terima kasih.





OMPUNG SILAMPONGA DAN ASAL MULA NAMA LAMPUNG

Menurut cerita, di daerah yang kini disebut Tapanuli. Meletuslah sebuah gunung berapi. Karena letusannya
sangat hebat, banyak penduduk mati akibat semburan api lahar, dan batu-batuan dari gunung berapi itu. Akan tetapi, banyak juga yang berhasil menyelamatkan diri. Meletusnya gunung berapi di Tapanuli itu, menurut cerita membentuk sebuah danau yang sekarang disebut Danau Toba.

Ada empat orang bersaudara di antaranya yang berhasil selamat dari letusan gunung berapi itu. Mereka
menyelamatkan diri dan meninggalkan Tapanuli menuju arah tenggara. Mereka naik sebuah rakit menyusuri pantai bagian barat Pulau Swarnadwipa, sekarang bernama Pulau Sumatera.
Keempat bersaudara itu bernama Ompong Silitonga, Ompung Silamponga, Ompung Silaitoa, dan Ompung Sintalanga. Berhari-hari mereka berlayar dengan rakit untuk menghindari letusan gunung berapi di kampung. Siang malam mereka tidur di atas rakit, terus menyusuri pantai. Berbulan-bulan mereka terombang-ambing di laut karena perjalanan mereka tanpa tujuan. Persediaan makanan yang dibawa makin lama makin menipis. Beberapa kali empat bersaudara itu singgah dan mendarat di pantai untuk mencari bahan makanan. Entah karena apa, pada suatu hari ketiga saudara Ompung Silamponga tidak mau melanjutkan perjalanan, padahal Ompung Silamponga saat itu sedang sakit. Mereka turun ke darat dan menghanyutkan Ompung Silamponga dengan rakit yang mereka tumpangi sejak dari Tapanuli. Berhari-hari Ompung Silamponga tidak sadarkan diri di atas rakitnya.

Akirnya pada suatu hari, Ompung Silamponga terbangun karena ia merasakan rakitnya menghantam suatu benda keras. Setelah membuka mata, Ompung Silamponga kaget. Rakitnya sudah berada di sebuah pantai yang ombaknya tidak terlalu besar. Anehnya, Ompung Silamponga merasa badannya sangat segar. Segera ia turun ke pasir, melihat ke sekeliling pantai. Dengan perasaan senang, ia tinggal di pantai itu. Kebetulan di sana mengalir sebuah sungai berair jernih. Ompung berpikir, di situlah tempatnya yang terakhir, aman dari letusan gunung berapi. Ia tidak tahu sudah berapa jauh ia berlayar. Ia juga tidak tahu di mana dimana saudaranya-saudaranya tinggal.

Cukup lama, Ompung tinggal di daerah pantai, tempatnya terdampar. Menurut cerita, tempat terdampar Ompung Silamponga dulu itu, kini bernama Krui, terletak di Kabupaten Lampung Barat, tepatnya di pantai barat Lampung atau disebut dengan daerah pesisir. Setiap hari Ompung bertani, yang bisa menghasilkan bahan makanan. Tidak disebutkan apa jenis tanaman yang ditanam Ompung saat itu.
Karena sudah lama tinggal di daerah pantai, ingin rasanya Ompung berjalan-jalan mendaki pegunungan di
sekitar tempat tinggalnya. Semakin jauh Ompung masuk ke hutan, semakin senang ia melakukan perjalanan
seorang diri.Pada suatu hari, sampailah Ompung di suatu bukit yang tinggi. Dengan perasaan senang, ia memandang ke arah laut, lalu ke arah timur dan selatan. Ia sangat kagum melihat keadaan alam di sekitar tempatnya berdiri, apalagi di kejauhan tampak dataran rendah yang sangat luas.
Karena hatinya begitu gembira, tidak disadarinya ia berteriak dari atas bukit itu,
"Lappung....Lappung....Lappung!" Kata Lappung berarti luas dalam bahasa Tapanuli. Dalam hati, Ompung, pasti disekitar dataran rendah yang luas itu ada orang. Dengan tergesa-gesa, ia menuruni bukit dan menuju dataran rendah yang ia lihat dari atas bukit.

Ompung pun sampai di tempat yang ia tuju. Ia bertekad untuk tinggal didataran itu selamanya dan akan
membangun kampung baru. Setelah sekian tahun menetap, barulah Ompung bertemu dengan penduduk daerah itu yang masih terbelakang cara hidupnya. Meskipun demikian, mereka tidak menganggu Ompung, bahkan sangat bersahabat.Akhirnya, Ompung pun meninggal dunia di daerah yang ia sebut Lappung, kini bernama Sekala Berak atau Dataran Tinggi Belalau di Lampung Barat.
Menurut cerita rakyat di daerah itu, bahkan para ahli sejarah tentang Lampung, nama Lampung itu sendiri
berasal dari nama Ompung Silamponga. Akan tetapi ada juga yang mengatakan bahwa nama Lampung berasal dari ucapan Ompung Silamponga ketika berada di atas bukit, setelah melihat adanya dataran yang luas. Perlu diketahui, Guru besar Fakultas Hukum Universitas Lampung, Prof Hilman Hadikusuma, SH, memasukkan legenda Ompung Silamponga sebagai teori ketiganya tentang asal-usul Lampung. Beliau menyebutkan bahwa Sekala Berak adalah perkampungan pertama orang Lampung. Penduduknya disebut orang Tumi atau Buay Tumi.

Sumber : Buku Cerita Rakyat Dari Lampung

Jumat, 04 Maret 2016

GABE SADA - FATAMORGANA BAND

Judul : Gabe Sada
Penyanyi : Fatamorgana Band
Cipt : Desmaret Napitupulu

Sadarion Ma Tikki Na
Pasahatton janjinta
Tu jolo ni Tuhan
Au dohot ho gabe sada
Gabe ningolukku sahat disaur matua

Tung las niroha nang arsak
Boan au manang tudia pe ho lao
Panisioan au di ho
di las ni ari nang udan

Reff...
Hasian hupasahat ma rohakku
ro saleleng ngoluku
Asa gabe di ho
Hasian hupasahat ma holongku
ro diujung ni ngolukku
sai tu ho sai holan tu ho

Mauliate ma Tuhan
marhite pasu-pasu tu hami nadua
Tung naso jadi marsirang
Holan ho do nampunasa au
Marsianjuan-anjuan di dalan ni ngolunta










DAFTAR ARTIKEL WBC